Pendidikan
Trending

“Jepang Di Mataku” karya Siswi SMAN 12 Kab Luwu.

Oleh: Nurwanda Utami Arif

Siswi SMAN 12 Luwu

JEPANG, siapa yang tidak mengenal negara dengan julukan Negeri Sakura ini.

Tentu saja kita semua tahu.

Negara ini adalah negara yang dikenal dengan kemajuan di bidang teknologi, pendidikan, budaya, dan lain-lainnya.

Jika ditanya mengenai Jepang, saya akan menjawab, “Sikap positif penduduk Jepang adalah patut dijadikan contoh”.

Melalui contoh yang positif, maka kita, sebagai penduduk Indonesia, dapat memperbaiki hal-hal negatif yang kita miliki selama ini.

Hal ini adalah fakta yang saya lihat selama ini yang telah saya bandingkan sendiri.

Hasilnya, saya yakin, akan menghasilkan sesuatu yang sangat baik.

Contoh-contoh
Ada beberapa contoh yang bisa kita ambil hikmahnya.

Pertama adalah keseharian sikap pelajar Jepang.

Tidak berbeda dengan Indonesia, di Jepang juga memberlakukan sistem wajib belajar 9 tahun.

Apa yang membuat pendidikan di Jepang berbeda dibanding dengan Indonesia?

Apakah pembentukan karakternya?

Tidak juga.

Lalu?

Menurut saya, hal ini bukan dari segi pembelajaran yang telah ditetapkan pemerintah, tapi karena sifat pribadi mereka yang telah terbentuk dalam keseharian mereka.

Pelajar Jepang memiliki sifat yang mandiri, rajin, cerdas, dan lain-lainnya.

Banyak nilai plus yang mereka miliki.
Di Jepang pelajaran dimulai pukul 08.50 dan dan berakhir pukul 16.00 lewat.

Mereka rata-rata berangkat ke sekolah dengan menumpangi kendaraan umum, seperti misalnya bis, kereta, ataupun jalan kaki.

Pelajar di Jepang sangat menjaga kebersihan.

Contohnya, bukan petugas kebersihan yang bersihkan ruang kelas mereka, tapi mereka sendiri.

Mereka selalu mengisi waktu mereka dengan hal-hal yang bermanfaat.

Misalnya, saat di kereta, mereka akan memebaca buku atau mendengarkan musik.

Dilarang Pakai HP

Ada hal yang saya amati lagi, siswa dilarang menggunakan telepon genggam di sekolah.

Setelah pulang sekolah, sebagian besar banyak yang kemudian bimbingan belajar (juku).

Mereka juga mengikuti ekstra kurikuker (bukatsu) di sekolah.

Mungkin ini yang membuat pelajar di Jepang lebih matang pribadinya.

Hal kedua dan ini adalah topik yang menarik untuk dibahas, yaitu budaya antre yang mereka miliki.

Mereka tidak egois atau mementingkan diri sendiri.

Pada saat kejadian gempa bumi di Jepang pada tahun 2011, meski jumlah makanan dan minuman terbatas, mereka membeli dengan cara antre dan tertib.

Selain itu, menurut pengamatan saya, masyarakat Jepang sadar kebersihan dan peduli pada sekitar.

Rasa kemanusiaan mereka tinggi.

Hal lain yang paling saya senangi dari masyarakat Jepang lainnya, mereka adalah masyarakat yang disiplin dan menghargai waktu.

Saya pernah melihat beberapa berita bagaimana petugas kereta api harus meminta maaf kepada penumpang kereta karena kereta api datang terlambat beberapa detik saja.

Di sekeliling saya, saya sangat jarang menemui seseorang yang tidak menunda-nunda waktu.

Ada, tapi mungkin sangat sedikit, mungkin satu atau dua.

Penduduk Jepang juga merupakan orang yang ramah dan sangat menghargai orang lain.

Mereka akan memberi hormat jika bertemu satu sama lain, suka tersenyum, atau sekedar menyapa.

Satu lagi yang paling penting, orang Jepang bukan merupakan orang yang suka mencampuri urusan orang lain.

Kelebihan mental masyarakat Jepang hal yang jarang ditemui di Indonesia, jika ada pejabat negara yang ketahuan korupsi mereka akan sangat malu.

Bahkan mereka memilih untuk mengundurkan diri.

Hal ini karena masyarakat Jepang sangat mementingkan pendidikan.

Demikian itulah dapat dikatakan salah satu kelebihan dari Jepang.

Contoh dari Drama Jepang

Saya juga menggemari drama Jepang.

Dari drama-drama yang saya lihat, masyarakat Jepang sangat menjaga kebersihan.

Ada hal lainnya, mereka bepergian mereka lebih sering menggunakan kendaraan umum, seperti kereta api atau mengendarai sepeda.

Hal ini sepertinya beda jauh dengan situasi di Indonesia.

Di sini kebanyakan masyarakatnya banyak menggunakan kendaraan pribadi.

Kadang-kadang saya sedih, pelajar yang duduk di bangku sekolah dasar sudah menggunakan sepeda motor.

Apakah tidak lebih baik jika mereka mengendarai sepeda yang lebih ramah lingkungan dan lebih aman digunakan oleh mereka?

Terakhir, saya kagum dengan teknologi Jepang.

Di sana banyak mesin otomatis yang menjual berbagai macam barang.

Mesin otomatis itu menjual aneka minuman.

Menurut saya, ini sangat keren.

Mesin otomatis ini dapat kita jumpai di berbagai tempat.

Mesin pintar sangat membantu kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang.

Selain mesinnya, Jepang juga sangat perhatian akan pengembangan kreativitasnya.

Banyak penemuan yang menghasilkan teknologi tinggi.

Misalnya, gedung-gedung sangat tahan gempa atau teknologi yang mengefisiensi kertas tisu.

Hal ini patut kita contoh bagi kemajuan bangsa dan negara.

Indonesia harus banyak mencontoh sifat-sifat positif Jepang.

Hal ini agar Indonesia bisa mengejar ketertinggalannya.

Tentu saja kita sebaiknya selalu berusaha dan bekerja keras untuk mengejar mimpi-mimpi kita.

Terdapat pepatah yang mengatakan bahwa “Usaha tidak pernah mengkhianati hasil”.

Semoga mimpi saya untuk menginjak “Negeri Sakura” berhasil.(*)

* Tulisan ini merupakan juara pertama lomba esai persahabatan tentang Jepang-Indonesia untuk siswa atau siswi SMA atau sedejarat se-Sulawesi Selatan tahun 2018 yang diselenggarakan Kantor Konsuler Jepang di Makassar*

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close