Politik

MENJELANG PILKADA 2020, LAKPESDAM PCNU BULUKUMBA MENGANALISIS POTENSI KEAGAMAAN

TEROPONG SULSELJAYA, Bulukumba- Dalam rangka kontestasi politik 2020, Bulukumba merupakan salah satu daerah yang beragam akan menjadi salah satu Kabupaten dalam daftar pilkada serentak.

Hampir disetiap momen pilkada akan selalu ada pihak ketiga yang mencoba untuk memanfaatkan ruang ruang tersebut guna memperlancar kepentingan sekelompok. Salah satunya adalah memainkan isu keagamaan yang menjadi kegelisahan “Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pimpinan Cabang Nahdatul Ulama” (LAKPESDAM PCNU) Bulukumba untuk tetap menciptakan Norma dan Nilai Nasionalis didalam masyarakat Bulukumba itu sendiri.

Ditemui di sekretariat LAKPESDAM Bulukumba Perumahan Tiara IV, Kelurahan Caile Kecamatan Ujung Bulu kota Bulukumba, Muhammad Nur Al – Ala Selaku Ketua kepada Team Teropong SulselJaya mengatakan munculnya Isu Keagamaan dalam Pilkada 2020 memiliki potensi yang sangat besar mengingat banyaknya Organisasi Keagamaan yang berbeda faham serta terorganisir, 6/12/2019.

“LAKPESDAM hadir sebagai Pendeteksi dini potensi adanya indikasi penggiringan opini terkait isu keagamaan yang terkhusus dalam gerakan faham apalagi mendekati momen Pilkada serentak” ucapnya.

salah satu acuan yang menjadi kegelisahan “Ala” sapaan akrabnya pada saat upacara bendera memperingati Hari Santri Nasional di Bulukumba tentang peserta upacara yang tidak hormat kepada bendera merah putih.

“Ada peserta upacara yang tidak hormat kepada bendera merah putih sementara bendera ini adalah simbol negara. Hal ini sangat memprihatinkan karena Minimnya pengetahuan tentang Nasionalisme diruang lingkup pendidikan peserta upacara, ungkapnya.

Diketahui sebahagian besar peserta pada saat upacara tersebut merupakan santri Pesantren yang ada di Kabupaten Bulukumba.

Lanjutnya, “hal ini sangat berpotensi untuk dimanfaatkan dan diorganisir oleh beberapa kelompok terkait kurangnya faham nasional yang sangat bisa mengarah kepada radikal untuk kepentingan Pilkada 2020 akan datang”,tutupnya.

LAKPESDAM mengharapkan agar kiranya isu keagamaan yang bisa memecah kedaulatan bangsa Indonesia tidak terjadi di Bulukumba secara khusus dan Negeri tercinta Republik Indonesia pada umumnya baik sebelum dan sesudah Pilkada 2020.

Syarifuddin Azis merupakan salah satu warga Bulukumba juga menambahkan potensi isu keagamaan tidak mengarah kepada konflik antar agama melainkan konflik faham dalam agama islam, sebab Bulukumba ini merupakan daerah yang mendominasi masyarakat beragama Muslim.

“disini Dominan masyarakatnya beragama muslim jadi potensi keagamaan yang sangat besar dimanfaatkan yaitu benturan faham didalam muslim itu sendiri”, ucapnya.

Sambungnya, “Melihat dari sudut pandang kurangnya pemahaman Nasionalis yang beredar dibeberapa daerah belakangan ini, ketakutan terbesar ruang lingkup pesantren dijadikan basis penguatan faham terkhusus Bulukumba ini”, ucap Syarif yang juga pengurus LAKPESDAM. (vhr)

Reporter : vhr vharel
Teropong SulselJaya
Portal Kawan Muda

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close