Pemuda

TAHUN BARU 2020, USIA BARU KADIROEN PUSTAKA MANDOTI

Makassar – Pergantian tahun merupakan momen besar yang hampir setiap manusia dimuka bumi ini turut merayakan dengan berbagai macam cara. Pergantian tahun juga kerap dijadikan sebagian besar manusia dalam bentuk introspeksi demi menuju hal hal yang kurang berkenan ditahun yang lalu dan berkembang serta berbenah ditahun yang baru.

Selamat Jalan Tahun 2019, selamat datang Tahun 2020 kalimat yang hampir memenuhi beranda media sosial masyarakat khususnya Indonesia, Sulawesi Selatan, Makassar. Pergantian Tahun dalam hitungan mundur disorakkan secara bersama sama hampir disemua titik kota makassar. letusan dan cahaya kembang api memenuhi langit kota makassar serta sorakan gembira haru serta sedih pun tercampur ruah dalam satu kombinasi nada serentak di angka jam 00.00 Wita.

Disudut lain terpantau satu gerakan yang sedikit berbeda tepatnya di Tidung 10 Setapak 7, kecamatan Rappocini, Kota Makassar. dimana sorakan serta pujian dan ucapan selamat serta syukur mengarah pada satu sosok lelaki manis berambut panjang dan berkulit sawo matang dengan mimik senyuman tipis. Lelaki itu adalah Abd. Kadir, S. seorang pemuda asal Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan yang dalam momen pergantian tahun ini merupakan momen pergantian umur, 01/01/2020.

Kadiroen sapaan akrabnya yang lahir pada tanggal “01 Januari 1994 tepatnya di dusun Gandeng Desa Salukanan Kecamatan Baraka” Merupakan sosok dibalik berdirinya PUSTAKA MANDOTI serta Aktivis pergerakan. Pustaka Mandoti merupakan suatu lembaga non formal yang bergerak di bidang literasi sebagai langkah menyebar semangat dan kesadaran membaca bagi masyarakat dan mahasiswa pada khususnya.

Saat dijumpai oleh team Teropong SulselJaya, Kadiroen menuturkan.
“Pustaka Mandoti didirikan 21 Maret 2019 dibentuk untuk menyebarkan gagasan-gagasan dengan buku dan semangat lapak baca yang selalu berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk mengembalikan semangat literasi masyarakat terlebih pada kaum mahasiswa, sebab kehancuran dan eksploitasi yang dilakukan berbagai pihak yg tidak bertanggung jawab itu saya nilai karena miskin bacaan dan selanjutnya untuk melawan kapitalisasi buku-buku yang dijual tidak sesuai dengan harganya”, Ungkapnya.

Dengan modal semangat dari sosok Guru Mengaji sekaligus Petani. Ayahanda Suardi dan Ibunda Muliati, mengajarkan cara membaca dan mengusir rasa takut serta putus asa hingga menghidupkan keberanian untuk memulai hal-hal baik dimana pun berada membawa Kadiroen sebagai Aktivis Alumni Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammaddiyah Makassar seringkali melibatkan diri dalam gerakan-gerakan rakyat melawan perampasan ruang hidup dan getol bersuara menolak korsporasi yang merusak lingkungan dan penggusuran.

Alumni SDN 122 Pangluburan, Alumni SMPN 3 Baraka dan Alumni Madrasa Alya Guppi Gandeng ini sekarang membuka kelas diskusi 2 kali pertemuan dalam seminggu di pustaka mandoti dengan fokus diskusi problem pemuda, mahasiswa serta kebijakan pemerintah kab enrekang mengenai ruang-ruang prifat agraria.

Kadiroen menyatakan orientasinya agar generasi dari bumi massenrempulu sadar betul bahwa ketika korporasi sudah mengakar di suatu tempat maka kerusakan lingkungan akan sangat parah dan kebutuhan secara ekonomi pada rakyat akan sangat terhambat.
“Melihat kondisi mahasiswa saat ini, dilain sisi saya anggap sangat menyedihkan. Karena kerap kali gagap dalam mengkritisi kebijakan-kebijakan kampusnya sendiri yang sudah jelas merampas hak-hak demokratis dan kekerasan akademik”, ucapnya.

“Kurangnya ketelibatan mahasiswa dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat sipil yang sedang berhadapan dengan suatu sistem kebijakan pemerintah yang nyata menindas rakyat, berbagai konflik penggusuran, perampasan ruang hidup bahkan kriminalisasi warga oleh aparat negara, Mahasiswa yang melibatkan diri hanya segelintir saja”, ucapnya lagi.

Harapan terbesar di Tahun yang baru serta Usia yang baru bertambah ini, kiranya semangat Pustaka Mandoti ibarat Menyebarkan gagasan seperti udara dan Menghidupkan semangat laksana matahari bisa tercapai serta memunculkan pustaka pustaka lainnya. (vhr)

Reporter : vhr vharel
Berita Teropong SulselJaya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close