Daerah

DPMD Luwu Hadiri Pembukaan Konsolidasi Kepala Desa Utusan Politik Masyarakat Adat di Bonelemo

Teropongsulseljaya.com,Luwu – Sedikitnya 40 kepala desa menghadiri konsolidasi kepala desa utusan politik masyarakat adat yang dilaksanakan di desa Bonelemo, Kecamatan Bajo Barat Kab.Luwu, Jumat (6/3/2020)

Kegiatan ini, merupakan pertemuan kepala desa yang merupakan kader AMAN se-Indonesia. Dalam kegiatan ini akan dibahas tentang mekanisme pelaksanaan atau pemetaan kerja-kerja pemerintah untuk mensinergitaskan dengan kerja-kerja wilayah adat.

Camat Bajo Barat, Amir Saleng dalam sambutannya mengatakan bahwa Kabupaten Luwu adalah kabupaten tertua sebelum pemekaran Luwu Utara dan Luwu Timur begitupun dengan Desa Bonelemo sendiri merupaka desa tertua yang ada di Bajo Barat yang telah mekar jadi 4 desa.

Lanjut Amir Saleng, Kepada delegasi kepala desa masyarakat adat se-Indonesia mengucapakn mohon maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan ini ada yang tak berkenan.

Sementara itu, sambutan dari bupati Luwu diwakili oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) H. Bustan mengatakan bahwa Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat berdampak positif terhadap desa. Perlu diketahui bahwa setiap desa sangat dipengerahui oleh masyarakat adat. Karena desa bersumber dari masyarakat adat.

“Kegiatan ini membantu kabupaten untuk memetakan dan mensinergikan program masyarakat adat dan program kerja pemerintah”. Katanya.

Tidak hanya itu, menurutnya kegiatan ini akan menciptakan pengembangan desa dengan menggunakan dana desa untuk mengolaborasikan kegiatan adat dan kegiatan pemerintah daerah.

Kegiatan ini, selain mensosialisasikan Adat Nusantara, juga merupakan ajang silaturahmi dengan kader AMAN di berbagai daerah. Semoga pelaksanaan ini dapat memberikan sebuah hasil untuk kemajuan adat di daerah masih-masing harap H.Bustan sekretaris DPMD ini.

Sementara itu, Ketua BPH AMAN Tanah Luwu Bata Manurun dalam sambutannya mengatakan bahwa Bonelemo sebagai tempat kegiatan karena merupakan lokasi yang strategis.

“Mensinergitaskan tata ruang desa dengan tata ruang masyarakat adat karena membangun desa itu dimulai dari tata ruangnya”, katanya.

Pertemuan kali ini ajang silaturahim dan sebagai forum komunikasi untuk saling bertukar informasi dengan masyarakat adat dari desa-desa lain.

Sekjen AMAN Rukka Sombolinggi dalam sambutannya mengatakan bahwa “Konsolidasi Kepala desa Politik Masyarakat” adat merupakan pertama kalinya digelar.

“Kami sangat berterima kasih Kepada peserta yang hadir dalam pertemuan tahap pertama di Desa Bonelemo. Kepala Desa Bonelemo, Baso SH adalah kader kebanggaan dari AMAN sehingga tidak diragukan lagi kapasitas beliau untuk menyukseskan kegiatan ini”, ujarnya.

Mengapa kepala desa mendesak untuk mengadakan konsolidasi karena punya tanggung jawab dan juga kewenangan ekstra. Kerena harus mempertahankan adat yang ada di desa dengan mesinergitaskan kerja-kerja pemerintah.

“Kegiatan ini digelar agar kedepan Kesatuan adat bisa terkoordinir dengan baik, sehingga pembangunan di desa harus sesuai dengan wilayah adat setempat”, tutupnya.

Sejauh ini, ada sekitar 83 Kepala desa yang resmi dan akan mengadakan konsolidasi kepala desa selanjutnya. Kegiatan konsolidasi akan di gelar 4 tahap dan sekarang merupakan tahap pertama di Bonelemo. Selanjutnya akan digelar tahap kedua di Kalimantan pada bulan Agustus mendatang.

Yang hadir dipertemuan kali ini yaitu Maluku, kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan juga Tana Luwu Raya sebanyak 40 Kepala Desa.(*)

Laporan : dhy

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close