Hukum

Perang Tanding Antara Desa Di Kec Witihama Memakan Korban.

Teropongsulseljaya.com,Flores –
Suasana lokasi perang tanding antar desa memakan 6 korban meninggal dunia
Perang terjadi pada tanggal kamis 5/maret/2020. Para korban kasus perang tanding di Sandosi, Kecamatan Witihama, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur dimakamkan hari ini.(6 maret 2020)

Kepala Kepolisian Resort Flores Timur (Kapolres Flotim) AKBP. Denyy Abraham menjelaskan, situasi kondis terkait konflik tanah antar suku di desa Sandosi sudah kondusif.

Kapolres Denny menjelaskan, meski kondisi di Sandosi sudah kondusif, aparat kepolisian masih siaga. “Kami masih tetap siaga di desa Sandosi untuk tetap menjaga suasana agar tetap aman dan kondusif,” katanya.jumat (6/3/2020)

Kapolres juga menghimbau masyarakat umum agar tidak terprovokasi dengan isu-isu yang tidak jelas sumbernya. “Mari bersama sama menjaga situasi kamtibmas yang aman mejelang perayaan Paskah dan di bulan yang suci ini sehingga bisa beribadah degan aman, damai dan baik,” sebutnya.

Korban meninggal dari konflik antar suku itu diantaranya, Bapak MKK (80 tahun, pekerjaan petani), Bapak YMS, (70 tahun, pekerjaan petani), Bapak YOT (56 tahun, pekerjaan petani), Bapak SR (68 tahun, pekerjaan petani), Bapak YH (70 tahun, pekerjaan petani) dan Bapak WK (80 tahun, pekerjaan petani).

Ujar warga setempat Pet Pati yang berada di lokasi kejadian menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga perdamaian dan tidak terprovokasi oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab”, ujar Pet.

Laporan : Sardianto

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close