Bencana

Kebakaran dan Dampak Ekonomi Masyarakat

Teropong Sulsel Jaya, Makassar – Peristiwa kebakaran terjadi di Pasar Citra Baraka Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang pada Selasa, 10 Maret 2020 adalah peristiwa yang tentunya diluar dari nalar manusia, terutama bagi pemilik Toko atau Kios di Pasar Citra Baraka.

Abd Karim Mengatakan, Kejadian ini merupakan bencana yang tentunya memiliki dampak besar secara negatif pada sektor ekonomi. Pemilik Toko atau Kios merasakan dampaknya karena memiliki kerugian secara materi yang tak terhitung jumlahnya hingga saat ini.

“Selain memiliki dampak negatif bagi pemilik Toko ataupun Kios, juga pasti akan dirasakan oleh masyarakat. Terutama masyarakat yang bermukim pada 5 Kecamatan, yakni Kecamatan, Baraka, Pasui, Malua, Anggeraja, dan Bungin,” ucapnya.

Lanjutnya, “Dampak yang ditimbulkan oleh bencana kebakaran kemarin paling utama adalah sektor ekonomi karena untuk kuntiunitas roda perputaran ekonomi akan melambat pada masyarakat di 5 Kecamatan tersebut. Hal ini diakibatkan karena sarana atau media, yakni pasar tersebut telah dilalap si jago merah,”

“Kenapa roda ekonomi melambat, hal ini secara analisis diakibatkan karena kurangnya ruang untuk memasarkan produk dan hasil bumi sebagai sarana melakukan proses aktivitas transaksi jual beli,” tuturnya.

“Bisa dipastikan dalam siklus 2 ato 3 kali perputaran pasar di Baraka, yakni Senin dan Kamis akan lesu. Hal ini diakibatkan para pemilik Toko atau Kios secara intens melakukan pembenahan. Kemudian para pedagang yang membeli hasil bumi pasti berasumsi jika belum ada aktivitas seperti biasa. Selanjutnya para petani enggan untuk memetik hasil pertaniannya karena berfikir tidak akan ada yang membeli dipasar,” tegasnya.

“Oleh karena itu, pemerintah harus melakukan penanganan secara serius dan reaksi cepat dalam peristiwa ini. Mungkin salah satu yang harus dilakukan pemerintah dan memberikan pemahaman kepada pada pedagang, khususnya yang diluar Kabupaten Enrekang,”pungkasnya.

“Bahwa aktivitas pasar tetap berlangsung seperti hari-hari lainnya sesuai dengan jadwal hari pasar di Baraka. Walaupun tidak selancar biasanya, selanjutnya memberikan pemahaman kepada masyarakat, terkhusus pada 5 Kecamatan tadi bahwa tetap ada yang membeli hasil pertanian jika dibawa ke pasar baraka,” imbuhnya.

Hal ini bersifat urgen dan harus dilakukan oleh semua stake holder dalam rangka mengimbangi kelambanan aktivitas roda ekonomi yang terjadi pada seluruh lapisan masyarakat.

“Kemudian terakhir melalui peristiwa ini. Pemerintah Daerah jangan dulu berfikir untuk pembenahan pasar secara inprastruktur. Namun baiknya pemerintah berfikir relokasi pasar baraka untuk sementara waktu demi bergeraknya roda ekonomi masyarakat di 5 Kecamatan tersebut,” tutup Karim yang juga adalah Dosen Stie Amkop Makassar tersebut. (Ril/Aks)

Reporter: Abd Kadir s
Teropong Sulsel Jaya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close