Pemuda

Ngabuburit Di Arus Sungai, Pemuda Gunung Menciptakan Sensasi

TEROPONGSULSELJAYA.com,ENREKANG
– Detik detik menjelang buka puasa di bulan Ramadhan merupakan salah satu momen yang sangat penting untuk memanjakan diri setelah seharian beraktivitas dengan beragam cara diantaranya berolah raga, menonton, baca buku dan bercengkrama dengan kerabat.

Hal unik dan berbeda dilakukan oleh para remaja yang menyebut diri mereka, Pemuda Gunung di Desa Malua, Kecamatan Malua, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan yang menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit dengan cara bermain ban di arus sungai “Saddan Mata Allo”,06/05/2020.

Kabupaten Enrekang secara keseluruhan diketahui berada di dataran tinggi atau wilayah pegunungan. Kondisi alam yang dingin dan air sungai deras sudah pasti menjadi tantangan tersendiri bagi yang tidak terbiasa, namun para pemuda gunung ini merupakan hal yang biasa biasa saja.

Angga salah satu pemuda yang dihubungi oleh Team Teropong SulselJaya, mengatakan cuaca dingin dan arus deras sungai merupakan hal yang biasa.

“Kondisi Alam yang dingin ini adalah hal yang biasa sebab kami terlahir di daerah ini, jadi sejak dini kami sudah terbiasa,” ucapnya.

Lanjut, “Arus air sungai Saddan Mata Allo ini bukan hanya deras namun juga dingin dan itu yang membuat kami selalu merindukan sensasi ketika terjun kedalamnya apalagi bersama kawan kawan,” terangnya Angga.

Ditempat yang bersamaan Imran menjelaskan kepada Team Teropong SulselJaya bahwasanya aksi aksi ini merupakan salah satu langkah untuk tetap menjalin silaturahmi karena sebahagian besar para pemuda sibuk dengan aktivitas masing-masing.

“Aktivitas masing-masing terkadang membuat jarak antar pemuda, jadi mencoba untuk silaturahmi dan sekaligus mengetes adrenalin di arus sungai Saddan Mata Allo ini saya pikir salah satu cara yang unik untuk ngabuburit sambil nostalgia mengingat permainan ini sudah lama tidak dilakukan secara bersama-sama,” Pungkasnya Tebe sapaan akrab imran.

Lanjutnya, “setelah mencoba sensasi Arus Sungai, mengingat saat ini adalah bulan ramadhan maka sebelum masjid berkumandang kami semua kembali untuk berbuka puasa,” tutup Tebe.

Selain ngabuburit, Pemuda Gunung juga senantiasa melakukan ibadah ibadah lainnya setelah berbuka diantaranya membaca Al-Qur’an dan Sholat Tarawih. (vhr)

Reporter : vharel jusmawan
Teropong SulselJaya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close