COVID-19

RSUD Batara Guru Belopa,Melakukan Pemeriksaan Swab Dan Rapid Tes Kepada 11 Orang Yang Diduga Pernah Kontak Fisik Dengan Pasien Covid-19.

Direktur RSUD Batara Guru Belopa, dr Daud Mustakim M.Kes

TEROPONGSULSELJAYA.com,-BELOPA,
– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Guru Belopa kembali melakukan pemeriksaan swab dan rapid tes kepada 11 orang yang diduga melakukan kontak fisik dengan pasien virus corona.
RSUD Batara Guru menjadi garda depan penanganan medis bagi masyarakat Kabupaten Luwu yang diduga terpapar corona virus, Jum’at (08/05/2020)

Direktur RSUD Batara Guru Belopa, dr Daud Mustakim M.Kes, saat dihubungi awak media teropongsulseljaya.com Via WhatsApp mengatakan bahwa, Kamis kemarin kami kembali melakukan pemeriksaan kepada 11 orang yang diduga melakukan kontak fisik dengan pasien pengidap virus corona.

“Dari 11 orang tersebut didominasi oleh warga asal Kecamatan Bajo yang punya hubungan dengan kluster kapurung Pare-Pare, Kluster kapurung Pare-Pare tersebut banyak melakukan kontak fisik dengan kerabatnya yang terpapar corona virus, untuk itu kami melakukan pemeriksaan,” ucapnya.

Lanjutnya, “Setelah kami melakukan rapid test kepada 11 orang tersebut, terdapat 8 orang yang memiliki hubungan dengan kluster kapurung, nah itu yang dinyatakan positif, setelah test rapid kami lanjutkan melakukan proses swab dan dari ke 11 orang tersebut juga terdapat seorang santriawati asal Desa Bassiang yang juga hasil rapid positif, namun kami akan kembali melakukan proses swab untuk lebih memastikan.

“Kami sangat mengharapkan para ketua Tim Gugus Tugas didesa (Kepala Desa) untuk melakukan secara ketat proses karantina mandiri kepada 8 orang warga asal Kecamatan Bajo tersebut demi menghindari potensi penyebaran virus corona diwilayah masing-masing,” tegasnya.

“Satgas Desa dan Kecamatan harus menjaga ketat terhadap 8 orang tersebut. Kita harus melakukan isolasi karena yang bersangkutan tidak ada gejala apa-apa. Sebelumnya pasien AA yang menjadi kluster kapurung Pare-Pare sempat pulang kampung ke Bajo dan banyak melakukan kontak fisik kepada kerabat-kerabatnya,” bebernya.

“Covid ini bukan aib, untuk itu kami harapkan keluarga yg kontak dengan ABJ, ayo ke Rumah Sakit memeriksakan diri untuk memastika keshatan dan semua keluarga yang sudah melakukan perjalanan dari luar diharapkan untuk jujur terhadap petugas , laporkan diri, periksakan diri ke petugas kesehatan, bagi keluarga di Bajo yang sudah melakukan test Rapid dan Reaktif jangan panik karena ini baru Rapid, belum pasti corona virus. Kita tunggu hasil swabnya sekitar 5 hingga 7 hari ke depan. Tapi untuk memutus rantai penyebaran corona virus, bagi yang Rapidnya Reaktif/positif betul-betul konsisten, disiplin isolasi Mandiri,” tutupnya.

Hingga saat ini pihak RSUD Batara Guru sudah melakukan pemeriksaan sebanyak 63 kasus yang berkaitan dengan covid-19. Dari jumlah itu, ada 4 pasien yang harus di isolasi atau di opname di RSUD Batara Guru Belopa.

Ke 4 pasien itu yaitu, YR dan Mr keduanya dua orang santri asal Tamboro beralamat Kecamatan Bua, yang sudah dirawat sejak 17 april lalu. Mereka akan menjalani proses Swab ketiga kalinya. Jika hasilnya negatif, maka dinyatakan sembuh dan dibolehkan pulang.

Kemudian pasien berinisial ‘I’ usia 26 tahun asal Desa Balubu. Pasien ini baru masuk 4 Mei 2020 lalu dan menunggu hasil swab. Kemudian pasioen berinisal ‘S’ berusia 45 tahun beralamat Desa Jambu, Kecamatan Bajo yang di opname sejak 5 Mei 2020. pasien S ini juga sudah di Rapid tes dan dinyatakan positif, dan saat ini menunggu hasil Swab dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar.

Laporan : AzA

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close