Sosial

Klarifikasi Dari Kepala Desa Bassiang Mengenai Salah Satu Warganya Yang Viral di Sosmed.

TEROPONGSULSELJAYA.com,KAB LUWU.
– Setelah viral di Sosial Media,Sungguh miris melihat kondisi Juardi alias Ambo (40) yang tinggal bersama 3 anaknya Heriadi(17) Haikal(*) dan Ono(*) warga Dusun Ponrangnge,Desa Bassiang, Kecamatan Ponrang Selatan,Kabupaten Luwu,Sulsel yang hanya bisa terbaring dengan kondisi yang sangat memprihatinkan karena menderita kelumpuhan.

Jangankan untuk bergerak atau melakukan aktivitas lain, untuk makan saja harus disuapi.

Menurut informasih penyebab Ambo mengalami kelumpuhan adalah kecelakaan lalu lintas kurang lebih 7 tahun yang lalu,terlihat di foto2 dan video yang beredar kondisi kehidupan yang tidak layak tinggal membuat mereka kian menderita.

Kondisi Ambo ini menjadi perhatian banyak masyarakat setelah photo-photo keduanya diupload melalui sosial media facebook oleh salah seorang pemilik akun Fb.

Akun tersebut memposting photo-photo Ambo tengah berbaring didalam sebuah gubuk yang beratap seng bocor dan berdinding papan. Terlihat tubuh Ambo hanya tinggal kulit pembalut tulang dan bebaring beralaskan kasur tipis yang sudah usang.

Beragam komentar langsung bermunculan menanggapi photo-photo tersebut, rata-rata menyatakan kaget dan terenyuh dengan kondisi hidupnya, tidak sedikit pula yang menghardik pemerintah yang dituding tidak peka dengan kondisi tersebut.

Seperti yang ditulis oleh pemilik akun Mhega HamHaeh “Astaga,bagaimana dengan aparat desanya,banyak2nya itu bantuan dari desa,atau pusat.contohnya program beda rumah . Harusnya dia dapat.semoga lebih di perhatikan lagi yg seperti ini.semoga banyak yang bantu.
Semangat untuk menebar kebaikan” tulisnya.

Komentar serupa juga dituliskan pemilik akun bernama Nurma Cance “mungkin bisa kita laporkan keadaan kluarga ini ke aparat desanya..supaya mereka bisa lihat langsung kondisinya wargax..agar dapat bantuan renofasi rumahx..krn yg seperti ini yang layak mendapatkan bantuan bedah rumah,dan bantuan lainx..tabe’.
Ada juga yang berkomentar “Bukannya ada program bedah rumah, pertanyaannya aparat pemerintahan desa sdh laporan blm keatas?
Semoga Pemerintah Kab. Luwu. Segera menyikapi sebelum sampai ke pusat.. krn hal seperti ini bisa menjadi preseden buruk bagi Pemda setempat..”.tulisnya.

Keprihatinan ini mendapatkan tanggapan dari team Media Teropongsulseljaya.com dan mencoba berkoordinasi dengan pemerintah setempat yaitu Kepala Desa Bassiang melalui panggilan telepon dan via wa dan hasilnya, dimana pemerintah Desa dan pemerintah Kab sudah mengupayakan bantuan sesuai yang di butuhkan keluarga Ambo.

“Kami sangat prihatin dgn kehidupan keluarga Ambo, penderitaan dan kondisi ekonomi keluarga ini memang masih belum layak, sy selaku Kepala Desa Bassiang telah berupaya keras untuk membantu termasuk koordinasi sama dinsos dan rekan2 pekerja sosial, dan alhamdulillah selama ini keluarga Ambo sdh menerima berbagai bantuan dari pemerintah termasuk PKH,RASTRA dan Program Bedah Rumah dari Dinas sosial yang nilai anggaran senilai rp7.000.000 dan di lakukan rehab pada tahun 2014 yang lalu”.ungkap Takwasi.

Kemudian Takkuasi juga menambahkan bahwa ” Pada tahun 2017 yang lalu,kami juga sempat mencoba untuk bermohon kembali kepada dinas sosial agar kiranya keluarga Ambo bisa kembali mendapatkan program BSPS ( Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya ) agar rumah Ambo di perbaiki secara keseluruhan karena dana rp7.000.000 yang sebelum ini telah di gunakan masih belum cukup,masih ada bagian dapurnya terlihat bocor dan setelah team survey BSPS turun ke lokasi untuk melihat kondisi rumah Ambo,dia menyampaikan ke kami bahwa program BSPS belum bisa di salurkan ke rumah Ambo di karenakan jedah waktu antara program pertama dengan permohonan ini masih terlalu dekat baru 3 thn jedahnya”.ungkap Takwasi selaku Kepala Desa Bassiang.

Takkuasi juga melanjutkan bahwa ” Baru2 ini kami telah menyalurkan Bantuan dana Covid-19 kepada keluarga ambo walapun sebenarnya bukan namanya tetapi nama orang tuanya Ambo yang telah meninggal yang tertera di data dinas sosial tetapi karena rasa peduli dan rasa prihatin,kami tetap berusaha agar bisa di berikan ke Ambo dan alhamdulillah dana tersebut dapat di cairkan dan di serahkan kepada anaknya Ambo karena Ambo lagi sakit”.

“Adapun hal- hal yang terlihat atau terdengar di sosmed mengenai keadaan Ambo saat ini dalam kehidupannya,itu ada masalah dalam keluarga Ambo sendiri,yang pastinya kami selaku pemerintah setempat telah berusaha sebaik mungkin untuk membantu dengan segala macam cara,tetapi kalau kiranya ada sodara yang ingin membantu meringankan beban keluarga Ambo,kami pemerintah desa siap setiap saat untuk mendampingi turun ke lokasi jika di perlukan” Tutup Takwasi (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close