Nasional

Berlinang Air Mata Atas Kepergian Rekan, Nakes Korban KKB Bercerita

Teropongsulseljaya.com, Papua – Pasca aksi kebrutalan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Distrik Kwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang Rabu 15/09/2021 kemarin, meninggalkan duka dan trauma mendalam terkhusus para tenaga kesehatan yang bertugas disana.

Pasalnya, Fasilitas kesehatan dan rumah tenaga kesehatan pun tidak luput dari sasaran. Imbasnya beberapa tenaga kesehatan pun meregang nyawa dan terluka parah akibat penganiayaan yang tidak manusiawi ini.

Ketua TIM Tenaga Kesehatan “Paman Selo” menceritakan kronologis kejadian dihadapan para Awak Media, Polri dan TNI sambil berpelukan dengan rekannya, tentunya sambil menahan air mata atas duka tersebut, 17/09/2021

“KKB setelah sesampai di kampug mado, salah seorang dokter di hadang dan di pukuli menggunakan besi dan di giring ke arah jurang lalu di tendang sehingga dokter jatuh ke jurang,” ucap Paman Selo.

Selo pun menerangkan kondisi saat itu bersama rekan rekan Nakes yang diserang brutal hingga terkurung dalam kobaran api yang memang sengaja dibakar oleh KKB hingga merenggut nyawa rekannya “Gabriella Meilani” dan satu rekannya lagi bernama “Kristina Sampe” yang mengalami luka berat.

“Pada pukul 09.11 waktu setempat, KKB menuju arah barat atau arah kami disitu kami ada 6 orang saya sendiri sebagai ketua tim, paman selo, paman emanuel adi, paman patra, suster cristin, suster ati, dan juga suster ella yang sudah almarhum,” ucapnya Selo sambil menahan air mata.

Lanjutnya lagi, “Menghancurkan kaca-kaca jendela untuk berusaha masuk kedalam menyerang kami, mereka juga menyiram bensin di sekitar barak medis dan juga mulai membakarnya,” terangnya

Saat pembakaran terjadi, Paman Selo bersama rekannya mengarahkan untuk segera keluar dari barak namun ketiga suster memilih tenang didalam barak karena tidak bisa mengantisipasi kejadian diluar. Berharap sembunyi didalam WC hingga menunggu kondusif, plafon runtuh dan asap tebal memaksa mereka untuk keluar namun justru semakin mempersulit keadaan dikarenakan KKB sudah mengepung semua tempat.

“Plafon yang terbakar sudah mulai runtuh sehingga saya memilih untuk mengajak ke 3 suster ini untuk keluar dari dalam barak medis. Pada saat kami memilih lari menghindari amukan ke jurang belakang barak medis, mereka sudah ada di lengkapi senjata, busur dan anak panah. Jelasnya

Sambungnya lagi, ” Mereka semakin membabibuta memanah teman kami Emanuel dan Adi kemudian mereka memulai membakar rumah-rumah warga dan juga pasar, serta bank, rumah distrik yang berada di sekitaran barak medis itu. Kejadian semakin brutal akhirnya saya mengambil keputusan untuk melompat ke jurang pada hitungan ketiga dan ketiga suster mengikuti saya. Terangnya lagi Paman Selo.

Dari pantauan awak media, jurang yang dimaksud memiliki sudut ketajaman 90° dengan terjal kedalaman sekitar 500 meter.

Informasi yang dihimpun, diketahui bahwa salah satu Nakes perempuan “Gabriella Meilani” (23) Meninggal Dunia dengan memar di bagian wajah, luka tusuk di paha kanan dan luka tusuk bagian kemaluan. Korban yang berusaha melarikan diri bersama 3 orang temannya dengan cara melompat ke jurang berhasil di kejar, di tangkap dan disiksa hingga tidak sadarkan diri kemudian ketiganya dibuang kejurang oleh KKB.
Reporter : CJ Saff

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close