Pemuda

Andi aprizal Petani Millenial Daun Kelor Beromzet Puluhan Juta

BULUKUMBA ,-TEROPONGSULSELJAYA.Com- Pemanfaatan kelor sebagai sumber pangan dan gizi keluarga merupakan salah satu cara untuk menanggulangi masalah stunting atau memperbaiki gizi keluarga. Tanaman dengan nama latin Moringa Oleifera ini memiliki kandungan Vitamin C lebih tinggi tujuh kali dibandingkan buah jeruk dan Vitamin A empat kali dari wortel serta kandungan kalium tiga kali dari pisang dan proteinnya dua kali lebih tinggi dari yogurt atau sebutir telur.

Salah satu petani milenial yang berjuang menjadikan kelor sebagai tanaman mendunia adalah Andi Aprizal. Pemuda yang berdomisili di btn cabalu gantarang Kabupaten Bulukumba ini sudah menekuni usaha kelor hampir setahun.

Aprizal mengungkapkan bahwa alasan bertani kelor sebuah kebetulan karena saran dan masukan seniornya.

“Menjadi petani kelor adalah sebuah kebetulan, berawal dari diskusi-diskusi kecil bersama senior sehingga saya mulai membersihkan lahan atau membuka lahan baru selama 1 bulan. Karena dilarang untuk membakar ataupun menggunakan zat-zat kimia.

Lanjut, ia menjelaskan tanaman kelor sangat mudah dikembangkan sekalipun di wilayah perkotaan.

“Dengan manajemen yang baik tumbuhan ini bisa sangat menguntungkan sebagai ladang usaha baru. Selain itu, tanaman pada masa pandemi ini menanjak kepopulerannya karena memiliki nutrisi yang tinggi dan dipercaya memberikan manfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh,” terang petani milenial itu.

Dari hasil panen kelornya, Aprizal mengaku dengan penjualan Rp. 50.000 Perkilo Kering, dalam sehari petani bisa mendapatkan Rp. 150.000 jika maksimal dalam melorot daun basah.

Dalam setahun ia memperkirakan omzetnya bisa mencapai 40 juta lebih.

Selain itu, untuk mengembangkan usahanya, Ia juga bekerjasama dengan PT Plaza Desa Indonesia.

Ia berharap bisa membuka lapangan kerja kedepannya.

“Harapan kedepan saya akan menambah pohon ribuan Kelor sehingga bisa membuka lapangan kerja, terkhusus pemuda-pemuda mari bertani terutama kelor. Jangan merasa kecil menjadi petani”, Tutupnya.
(Red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close