Daerah

dr.Padilah Mante Runa Pimpin IDI Wilayah Kaltim Masa Bhakti 2022-2025

SAMARINDA,TEROPONGSULSELJAYA.Com- Ikatan Dokter Indonesia (IDI ) Provinsi Kalimantan Timur mengadakan Serangkaian Kegiatan dalam rangka Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI )ke 114 diantaranya Pelantikan Pengurus IDI Provinsi Kalimantan masa Bhakti 2022-2025.

Kepengurusan IDI Kaltim periode baru tersebut dilantik oleh Ketua Umum Pengurus Besar IDI dr Adib Khumaidi, disaksikan Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor, di Ballroom Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Sabtu, 16 Juli 2022.

Sebelumnya IDI Prov Kaltim ini menggelar Kegiatan Doa bersama untuk negeri dan penyerahan 114 bibit pohon untuk Mendukung IKN sebagai Forest City yang dilaksanakan di Hari Jumat, 15 Juli 2022 Pukul 15.00Wita di titik 0 IKN secara Hybird.

Tampak hadir Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Setyo Budi Basuki, Rektor Universitas Mulawarman Profesor Masjaya, Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishak, direktur rumah sakit pemerintah/swasta, pengurus IDI cabang kabupaten dan kota se Kaltim, jajaran PB IDI dan Ketua IDI Wilayah Bali dan Jawa Tengah, organisasi profesi bidang kesehatan

dr Padilah Mante Runa terpilih memimpin Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kalimantan Timur masa bhakti 2022 – 2025, menggantikan ketua sebelumnya dr Nataniel Tandirongang.

Pelantikan Pengurus IDI Kaltim dirangkai dengan peresmian Rumah IDI Kaltim oleh Gubernur Kaltim Isran Noor dan Ketua umum PB IDI melalui penandatanganan prasasti.

Gubernur Kaltim Isran Noor mengapresiasi IDI yang beranggotakan para dokter dan telah mengabdikan diri melayani warga dan masyarakat Kaltim.

“Saya yakin IDI terus berkomitmen meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Selamat, tetap berkarya dan bekerja melayani masyarakat,” kata Isran Noor.

Isran mengatakan kondisi geografis Kaltim dengan sebaran penduduk yang tidak merata menjadikan tantangan tersendiri dalam menciptakan pelayanan kesehatan memadai bagi masyarakat.

Selain itu, keterbatasan jumlah tenaga medis, baik dokter, perawat juga bidan menjadi perhatian serius pemerintah.

Namun demikian, lanjutnya, pemerintah sangat terbantu dengan kerja dan pengabdian anggota IDI selama ini, bahkan sampai ke tingkat kecamatan dan desa.

Pelantikkan secara virtual ini bertema Menjunjung Tinggi Etika Profesi, Berbakti untuk negeri, Mengabdi untuk rakyat dirangkai simposium ilmiah dihadiri 130 peserta secara online dan offline dengan nara sumber dr Yuliana Rahmah Retnaningrum, dr Andi Anwar Thamrin dan dr Dieni Azra.(Ahf)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close