Opini

Tabik Pak Bamsoet Catatan Lepas Jodhi Yudono

Penulis adalah Ketua Umum Ikatan Wartawan Online

JAKARTA,-TEROPONGSULSELJAYA.Com- Saya tidak mengenalnya secara pribadi. Saya mengenalnya dari kejauhan. Saya di satu sisi sebagai Ketua Umum Ikatan Wartawan Online, sementara dia ada di sisi lainnya sebagai Ketua MPR RI.

Orang-orang memanggilnya dengan sebutan Bamsoet, akronim dari Bambang Soesatyo. Ya, dia memang H. Bambang Soesatyo, S.E, MBA. Kelahiran 10 September 1962. Seorang politikus dan pengusaha Indonesia yang saat ini menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI). Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Sebagai anggota Partai Golkar, ia terpilih menjadi anggota legislatif nasional pada Pemilu 2009. Pada 15 Januari 2018, Golkar memilihnya untuk menggantikan Setya Novanto, yang mengundurkan diri sebagai ketua parlemen di tengah penyelidikan korupsi.

Kami, saya dan Pak Bamsoet pernah bertemu secara dekat sebanyak dua kali. Pertama, pada 30 September 2020, saat saya dan Pak Bamsoet selaku Ketua MPR RI memiliki niat yang sama untuk mendatangi korban banjir bandang akibat jebolnya tanggul Kali Cicatih yang menerjang kawasan Kampung Cibuntu RT 04/04, Desa Pasawahan, Kecamatan  Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Saat itu kami melakukan trauma healing. Kami berdua bahu membahu menghibur anak-anak setempat dengan cerita dan nyanyian untuk menyemangati anak-anak agar terlepas dari trauma akibat bencana banjir.

Pertemuan kedua, pada 12 Januari 2021. Saya beserta Pengurus Pusat IWO melakukan silaturahmi di ruang kerja Pak Bamsoet di Gedung Nusantara 3 Lantai 9 DPR-MPR-RI.

Pada pertemuan tersebut, antara lain kami membicarakan pengembangan nilai-nilai kebangsaan di Tanah Air

Pak Bamsoet pada kesempatan tersebut juga mengapresiasi keberadaan IWO, karena menurutnya sebagai perhimpunan profesi wartawan IWO menjadi garda terdepan dalam penyebaran fakta dan informasi.

Selepas peristiwa tersebut kami tidak pernah bertemu kembali atau sekedar say hello. Sampai akhirnya saya mengirim pesan melalui asisten beliau pada 1 Agustus 2022. Begini isi pesan saya, “Selamat siang mas. Semoga sehat selalu. Jika tak mengganggu kesibukan Pak Bambang Soesatyo, kami minta ucapan selamat ulang tahun untuk IWO yang ke 10. Tema ultah kami kali ini adalah ‘Bakti IWO untuk Indonesia’
Terimakasih.”

Tidak saya duga, pada 4 Agustus 2022, asisten Pak Bamsoet mengirim sebuah video ucapan selamat ultah ke 10 untuk IWO, organisasi yang kita cintai ini..

Of course I was surprised. Bayangkanlah kawan-kawan, hanya melalui media what’s up, tanpa surat resmi, Pak Bamsoet sedia mengabulkan permintaan kita. Itu artinya, Pak Bamsoet sudah memperpendek jarak relasi, mengikis birokrasi yang jamak dilakukan oleh seorang pejabat.

Atas kejadian tersebut, saya pun mereka-reka, mengapa Pak Bamsoet cepat merespon permohonan kami. Barangkali karena Pak Bamsoet pernah menjadi wartawan seperti kita. Sehingga tahu betul kondisi kita. Entahlah.
Yang terang saya langsung menyimpulkan, bahwa Pak Bamsoet adalah orang baik.

Dan terhadap orang baik, saya kira kawan-kawan IWO di mana pun berada sepakat, kita akan membalasnya dengan berlipat-lipat kebaikan.

Kebaikan yang kita punya berupa kesanggupan tenaga dan pikiran kita, keluasan jejaring anggota IWO dari Aceh hingga Papua, untuk mendukung tugas-tugas beliau memasyarakatkan Pancasila, UUD NRI tahun 1945, memperjuangkan keutuhan NKRI, merawat Bhineka Tunggal Ika, dan pelaksanaan ketetapan MPR.

Saya selalu percaya, orang baik berada di tempat yang baik, orang baik berkawan dengan orang baik. Semoga demikianlah adanya.

Sehat dan berdaya selalu Pak. Tabik Pak Bamsoet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close