Menu

Mode Gelap
Kantah Luwu Perkuat Integrasi Data NIB dan NOP, Dorong Data Pertanahan dan Perpajakan Semakin Terhubung Kantah Luwu Perkuat Pelaksanaan PTSL melalui Peninjauan Lapang di Tiga Desa Buka PRESTASI Bersama KPK, Menteri ATR/Kepala BPN Tanamkan Semangat Bekerja Mempermudah Rakyat Percepat PTSL 2026, Panitia Ajudikasi Kantah Luwu Tinjau Lapang di Empat Desa Kantah Luwu Serahkan Sertipikat PTSL kepada Masyarakat Desa Cimpu Utara Sinkronisasi Data, Menteri ATR/Kepala BPN dan Mendagri Sepakati Pengintegrasian NIB dan NOP

Daerah

Unik, Warga Kec Bua Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan Raya

badge-check


					Unik, Warga Kec Bua Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan Raya Perbesar

Kab Luwu– Apa yang dilakukan warga di Desa Karang-karangan, Kecamatan Bua, Kab Luwu ini cukup aneh mengelitik. Mereka menanam pohon pisang di tengah badan jalan.

Tindakan mereka itu menunjukkan rasa kesal terhadap pemerintah yang membiarkan jalan rusak hingga berlobang. Akibatnya atas kerusakan itu, lalu lintas jadi terganggu dan menimbulkan kemacetan.

Apalagi ketika hujan, jalan rusak itu digenangi air dan membahayakan terhadap keselamatan para pengendara.

Suprianto Tiro (35), salah seorang warga mengaku sedih melihat kondisi jalan tersebut. Setelah lama mengalami kerusakan, jalan itu tak juga diperhatikan oleh pemerintah.

“Rusaknya sudah lama. Sudah ditimbun dengan tanah. Tapi rusaknya sangat parah ditambah kondisi selalu hujan. Makanya warga memprotesnya dengan cara menanam pisang,” jelas Suprianto dilansir teropongsulseljaya.com, Minggu (9/02).

Dikatakannya, selama jalan rusak ini, Suprianto mengakui belum ada melihat pihak pemerintah melakukan perbaikan dan pemantauan ke lokasi. Bahkan paling parahnya sering kali terjadi kecelakaan atau ban pecah karena kondisi lubang yang menganga besar.

Sebagaimana diketahui, pohon pisang ditanam tepatnya pada lubang yang menganga besar di Depan SPBU karang karangan jln Poros Palopo Makassar, Desa Karang Karangan, Kecamatan Bua.

Bahkan, setiap harinya jalan selalu macet hampir 24 jam. Hal itu dipicu banyaknya lubang besar menganga di badan jalan yang harus dihindari pengendara.

Jalan nasional itu mengalami rusak parah sudah cukup lama. Namun, tidak mendapat perhatian dari pemerintah melalui dinas terkait.

Itupun sulit untuk bergerak. Karena sedikit saja masuk kelubang bisa mengakibatkan bahaya. Bahkan, beberapa hari belakangan banyak warga yang jatuh terperosok ke dalam lubang tengah jalan.

Menurut keterangan warga sekitar, bahwa kerusakan pada jalan ini bukan cuma di daerah desa karang-karangan saja tetapi ada beberapa desa termasuk desa putih,desa raja dan juga desa padang kalua di perkirakan ada sekitarn 4km jalanan yang rusak dan ini sudah cukup lama dibiarkan. Seperti yang disampaikan “Kami harapkan secepatnya diperbaiki. Kalau tidak makin parah dan kecelakaan akan terus terjadi,” harapnya.(dhy)

Teropong Sulsel Jaya.

Baca juga

Kantah Luwu Perkuat Integrasi Data NIB dan NOP, Dorong Data Pertanahan dan Perpajakan Semakin Terhubung

15 Agustus 2026 - 16:55 WITA

Kantah Luwu Perkuat Pelaksanaan PTSL melalui Peninjauan Lapang di Tiga Desa

15 Agustus 2026 - 16:51 WITA

Buka PRESTASI Bersama KPK, Menteri ATR/Kepala BPN Tanamkan Semangat Bekerja Mempermudah Rakyat

15 Agustus 2026 - 16:47 WITA

Percepat PTSL 2026, Panitia Ajudikasi Kantah Luwu Tinjau Lapang di Empat Desa

15 Agustus 2026 - 09:28 WITA

Kantah Luwu Serahkan Sertipikat PTSL kepada Masyarakat Desa Cimpu Utara

15 Agustus 2026 - 09:23 WITA

Trending di Daerah