Menu

Mode Gelap
Menuju Kursi Strategis Pemkab Luwu, 14 Pejabat Jalani Tahapan Assessment Wabup Luwu Hadiri Ekspose Manajemen Talenta ASN se-Sulsel Percepat Legalisasi Aset Daerah dan Tanah Ulayat, Kantor Pertanahan Luwu Ikuti Rapat Koordinasi Bersama KPK dan ATR/BPN secara Daring Kantor Pertanahan Luwu Gelar Rapat Gelar Kasus, Perkuat Kepastian Hukum dalam Permohonan Pembatalan Sertipikat Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Kejari Luwu Gelar Ekspose Pendampingan Hukum Bersama Kantor Pertanahan Luwu DPRD Luwu Gelar Rapat Dengar Pendapat, Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Beri Penjelasan Teknis Dalam Rapat RPD

Daerah

Unik, Warga Kec Bua Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan Raya

badge-check


					Unik, Warga Kec Bua Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan Raya Perbesar

Kab Luwu– Apa yang dilakukan warga di Desa Karang-karangan, Kecamatan Bua, Kab Luwu ini cukup aneh mengelitik. Mereka menanam pohon pisang di tengah badan jalan.

Tindakan mereka itu menunjukkan rasa kesal terhadap pemerintah yang membiarkan jalan rusak hingga berlobang. Akibatnya atas kerusakan itu, lalu lintas jadi terganggu dan menimbulkan kemacetan.

Apalagi ketika hujan, jalan rusak itu digenangi air dan membahayakan terhadap keselamatan para pengendara.

Suprianto Tiro (35), salah seorang warga mengaku sedih melihat kondisi jalan tersebut. Setelah lama mengalami kerusakan, jalan itu tak juga diperhatikan oleh pemerintah.

“Rusaknya sudah lama. Sudah ditimbun dengan tanah. Tapi rusaknya sangat parah ditambah kondisi selalu hujan. Makanya warga memprotesnya dengan cara menanam pisang,” jelas Suprianto dilansir teropongsulseljaya.com, Minggu (9/02).

Dikatakannya, selama jalan rusak ini, Suprianto mengakui belum ada melihat pihak pemerintah melakukan perbaikan dan pemantauan ke lokasi. Bahkan paling parahnya sering kali terjadi kecelakaan atau ban pecah karena kondisi lubang yang menganga besar.

Sebagaimana diketahui, pohon pisang ditanam tepatnya pada lubang yang menganga besar di Depan SPBU karang karangan jln Poros Palopo Makassar, Desa Karang Karangan, Kecamatan Bua.

Bahkan, setiap harinya jalan selalu macet hampir 24 jam. Hal itu dipicu banyaknya lubang besar menganga di badan jalan yang harus dihindari pengendara.

Jalan nasional itu mengalami rusak parah sudah cukup lama. Namun, tidak mendapat perhatian dari pemerintah melalui dinas terkait.

Itupun sulit untuk bergerak. Karena sedikit saja masuk kelubang bisa mengakibatkan bahaya. Bahkan, beberapa hari belakangan banyak warga yang jatuh terperosok ke dalam lubang tengah jalan.

Menurut keterangan warga sekitar, bahwa kerusakan pada jalan ini bukan cuma di daerah desa karang-karangan saja tetapi ada beberapa desa termasuk desa putih,desa raja dan juga desa padang kalua di perkirakan ada sekitarn 4km jalanan yang rusak dan ini sudah cukup lama dibiarkan. Seperti yang disampaikan “Kami harapkan secepatnya diperbaiki. Kalau tidak makin parah dan kecelakaan akan terus terjadi,” harapnya.(dhy)

Teropong Sulsel Jaya.

Baca juga

Wabup Luwu Hadiri Ekspose Manajemen Talenta ASN se-Sulsel

7 Mei 2026 - 23:53 WITA

Percepat Legalisasi Aset Daerah dan Tanah Ulayat, Kantor Pertanahan Luwu Ikuti Rapat Koordinasi Bersama KPK dan ATR/BPN secara Daring

7 Mei 2026 - 23:42 WITA

Kantor Pertanahan Luwu Gelar Rapat Gelar Kasus, Perkuat Kepastian Hukum dalam Permohonan Pembatalan Sertipikat

7 Mei 2026 - 23:37 WITA

DPRD Luwu Gelar Rapat Dengar Pendapat, Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Beri Penjelasan Teknis Dalam Rapat RPD

7 Mei 2026 - 22:46 WITA

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Lantik PPAT Baru, Perkuat Layanan Pertanahan di Daerah

7 Mei 2026 - 22:29 WITA

Trending di Daerah