Menu

Mode Gelap
10 Santri Ma’had Tahfizhul Qur’an Habiburrahman Luwu Resmi Diwisuda sebagai Hafiz 30 Juz Ketua Dekranasda Luwu Ikuti Jalan Sehat HUT Dekranas ke-46, Perkuat Sinergi UMKM dan Gerakan Hidup Sehat KKP Tinjau Lokasi Kampung Nelayan di Luwu, Bupati Patahudding Pastikan Kesiapan Lahan Wastra Khas Luwu Tampil di Premium Expo HUT Dekranas ke-46, Ketua Dekranasda Hadiri Rangkaian Kegiatan Produk UMKM Luwu Tampil di HUT ke-46 Dekranas, Bupati Tinjau Stand Dekranasda Dewan Pers Tegaskan MoU dengan Polri Utamakan Penyelesaian Sengketa Pers Lewat UU Pers

Sulsel

Forum Bugis Makassar (FBM) Menilai Pj. Walikota Makassar Harus Menujukkan Keahliannya Sebagai Guru Besar

badge-check


					Forum Bugis Makassar (FBM) Menilai Pj. Walikota Makassar Harus Menujukkan Keahliannya Sebagai Guru Besar Perbesar

TEROPONGSULSELjaya.com,MAKASSAR,
– Sehari setelah dilantik mejadi Pj. Walikota Makassar yakni Prof. Jusran Yusuf menggantikan Pj. Walikota sebelumnya yaitu Iqbal Suaib. Prof Jusran membuat pernyataan kepada awak media untuk memberikan penghargaan kepada Lurah di Kota Makassar yang mampu membuat lingkungan kelurahannya keluar dari zona hijau penyebaran Covid-19 dan mampu mengorginisir warganya secara baik, Kamis (14/05/2020).

Pernyataan inilah yang membuat beberapa kalangan di Kota Makassar termasuk Forum Bugis Makassar (FBM), dimana organisasi kemasyarakatan yang belum lama ini terbentuk dan dinahkodai Basriadi juga memberikan tanggapan atas pernyataan Pj. Walikota tersebut.

“Basriadi menilai jika saat ini tidak warga Makassar tidak perlu diberikan penghargaan yang sifatnya surge telinga, sebab saat ini warga Kota Makassar perlu pembuktian secara riil dari aparat pemerintah yang terkait. Dirinya mencohtohkan, saat ini banyak warga yang hilang mata pencahariannya untuk menghidupi diri dan keluargnya. Semestinya hal tersebut yang harus dipikirkan secara lebih konkrit oleh Pemkot Makassar,” paparnya.

Selain itu Salim selaku Sekjend Forum Bugis Makassar (FBM) juga menilai jika saat ini Pemkot harus lebih memfokuskan bagaimana warga Makassar bisa kembali melakukan aktivitasnya seperti sedia kala.

“Jika Pj. Walikota mau memberikan penghargaan kepada Lurah yang menyatakan zonanya sudah keluar wabah Covid-19, indikatornya mesti harus jelas. Lurah juga secara kinerja saat ini kurang memonitoring kondisi semua warga yang ada dikelurahannya. Ia menilai, jangankan Lurah mau mengetahui semua kondisi warganya, RT saja tidak tau semua warganya, dan ini bisa dicek kelapangan,” tutupnya.

Hal ini dijadikan rujukan oleh Basriadi selaku Ketua Umum FBM kepada Pj. Walikota Makassar yang baru untuk membuatkan pernyataan dan menyusun program yang memang memiliki tolak ukur yang jelas dan tidak membingungkan kalangan warga. Selain itu, jika Pj. Walikota baru ini dapat menunjukkan kepiawaiannya, maka predikat keahlian sebagai seorang Guru Besar atau Maha Terpelajar cukuplah tepat. (aks)

Reporter: Kadimorfati

Baca juga

54 Ribu Ibu Hamil di Sulsel Ikuti Gerakan Minum MMS, Ketua TP PKK Luwu Hadiri Pencanangan

9 Juli 2026 - 21:57 WITA

Kantah Luwu Hadiri Sidang Perkara di PTUN Makassar sebagai Bentuk Komitmen Penegakan Hukum Pertanahan*

3 Juni 2026 - 20:05 WITA

Pemkab Luwu Bersinergi Program ELEVATE dan CORE untuk Perlindungan Perempuan dan Anak

20 Mei 2026 - 19:12 WITA

Bupati Luwu Dorong Literasi Keuangan untuk Perkuat Ekonomi Keluarga dan UMKM

20 Mei 2026 - 18:33 WITA

Ribuan Aset Pemda Sulsel “Tak Bertuan”, Rp14,1 Triliun Terancam Diserobot

14 Mei 2026 - 01:29 WITA

Trending di Sulsel