Menu

Mode Gelap
Musdes Desa Cimpu Bentuk Tim Penyusun RKPDes 2027, Prioritaskan Infrastruktur Pertanian Pemdes Senga Selatan Gelar Musdes RKP Desa 2027 dan Rembuk Stunting, Susun Prioritas Pembangunan Respons Cepat Aduan Masyarakat, Kantah Luwu Lakukan Penanganan Sengketa Tanah di Desa Tampumia Kementerian ATR/BPN Bersama Komisi II DPR RI Bahas Penguatan Reforma Agraria dan Optimalisasi Peran Bank Tanah Kantah Luwu Gelar Musyawarah Penetapan Bentuk Ganti Kerugian Pengadaan Tanah Bandara Bua, Perkuat Sinergi Demi Kepastian Hukum 10 Santri Ma’had Tahfizhul Qur’an Habiburrahman Luwu Resmi Diwisuda sebagai Hafiz 30 Juz

Nasional

Curahan Hati Warga Madura di Minahasa Utara,Akibat Covid-19.

badge-check


					Curahan Hati Warga Madura di Minahasa Utara,Akibat Covid-19. Perbesar

TEROPONGSULSELJAYA.com,MANADO.
– Menjadi Warga Perantauan Memang banyak hal yang di rasakan, “apalagi di tengah kesulitan ekonomi dan ditengah wabah Corona Virus Disease (Covid-19) atau yang lebih dikenal dengan virus Corona, dan ditambah lagi soal bantuan Sosial (BANSOS) yang di duga hanya memikirkan warga lokal tanpa memandang warga pendatang (Perantau) yang hanya Berdomisili sementara.

Seperti yang di alami salah satu warga masyarakat yang datang merantau dari Bangkalan Madura (Jawa Timur), dan sekarang Berdomisili sementara di Sulawesi Utara (Sulut) Kab Minahasa Utara (Minut),Kec Kauditan,Desa Kema tiga, dengan Kondisi mereka yang cukup memprihatinkan di karenakan usaha yang mereka geluti sebagai Tukang Pangkas Rambut kini sudah sangat sepih dari pelanggan, tempat itu berlokasih di Desa: Kema tiga Kec: Kauditan Kab: Minahasa Utara (Minut), jum’at (12/06/2020).

Dari hasil wawancara Wartawan Media tropongsulseljaya.com dengan mas Faisol yang Bekerja sebagai Tukang Pangkas Rambut yang Berada di Kema tiga, “Faisol sapaan namanya, beliau menjelaskan bahwa kondisi mereka sangat sulit, apalagi dengan membiayai kedua anak dan istrinya, di tambah lagi dengan membayar kontrakan yang mereka tempati.

Sekarang ini kami hanya ingin Pulang ke kampung saja pak, karena selama masa pandemi Covid-19 ini saya dan keluarga kecil saya belum pernah merasakan sentuhan Pemerintah, terlebih lagi dalam masalah Bansos, saya juga sadar diri pak, meskipun saya bukan warga asli Minut tetapi saya tidak pernah mengeluhkan hal ini ke pemerintah desa dan Pemda Minut, “Ujar mas faisol dengan nada sedih.

Tambahnya lagi, karena saya sudah merasakan keadaan yang semakin sulit untuk menghidupi keluarga kecil saya, maka saya berinisiatif lebih baik saya pulang kampung saja, dari pada mati kelaparan di rantau orang lebih baik pulang kampung saja, namun sayang sungguh sayang, “Ternyata pulang kampung juga sangat sulit pak, karena saya istri dan anak-anak harus membuat Rapid test reaktif dan ternyata itu harus di bayar juga dengan jumlah yang cukup mahal bagi saya, coba di kalikan saja pak kalau per orang
Rp.500.000 untuk melakukan Rapid test sedangkan saya berempat dengan anak istri saya, belum lagi tiket pesawat yang cukup mahal.

Saya berharap kepada Pemerintah Minut dalam hal ini Ibu Bupati. DR (HC) VONNIE ANNEKE PANAMBUNAN, S.Th yang sering kami lihat di sosial Media bahwah beliau sangat dermawan, dan harapan besar kami sekiranya Ibu Bupati dapat memperhatikan kami para perantau yang sedang berjuang hidup dan tinggal di daerah yang di Pimpinnya, “Tutup faisol.(*)

Baca juga

Kementerian ATR/BPN Bersama Komisi II DPR RI Bahas Penguatan Reforma Agraria dan Optimalisasi Peran Bank Tanah

16 Juli 2026 - 08:50 WITA

RDP dengan Komisi II DPR RI, Sekjen ATR/BPN Laporkan Capaian Pelaksanaan Tujuh Layanan Prioritas

3 Juli 2026 - 14:12 WITA

Kementerian ATR/BPN Dukung Penguatan Tata Kelola Ekosistem Kebandarudaraan Lewat Sektor Pertanahan dan Tata Ruang

28 Juni 2026 - 22:32 WITA

Cek Informasi Tanah Sebelum Membeli, Manfaatkan Fitur Berbagi Akses di Aplikasi Sentuh Tanahku

28 Juni 2026 - 22:17 WITA

Menteri ATR/Kepala BPN dan Mendagri Keluarkan Surat Edaran, Integrasikan LP2B ke Dalam RTRW dan RDTR

20 Juni 2026 - 17:27 WITA

Trending di Nasional