Menu

Mode Gelap
Polda Sulsel Gelar Konferensi Pers Penegakan Hukum Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Peti Salu Bua Ditertibkan Dua Hari, 4 Alat Berat Berhasil Dievakuasi Bayi Baru Lahir Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi UGD Puskesmas Larompong Selatan Kantor Pertanahan Luwu Gelar Wawancara Calon Tenaga Administrasi Dan Yuridis Pertanahan Seleksi Berlanjut, Kantor Pertanahan Luwu Gelar Wawancara Calon Tenaga Teknis Survei Dan Pemetaan Integrasi NIB dan NOP Jadi Langkah Perkuat Sinergi Layanan Pertanahan dan Pajak Daerah

Pemerintahan

Warga Kec Malangke Gagal Panen Akibat Banjir Tahunan,Apa Kabar Pemda Luwu Utara ?

badge-check


					Warga Kec Malangke Gagal Panen Akibat Banjir Tahunan,Apa Kabar Pemda Luwu Utara ? Perbesar

LUWU UTARA,TEROPONGSULSELJAYA.com.
– Beberapa hari terakhir sebagian Desa dari Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, harus kembali tergenang air akibat meluapnya sungai masamba, Sabtu (20/06/2020).

Sedang Kecamatan Malangke adalah salah satu daerah kecamatan penghasil pangan dan didominasi oleh masyarakat yang hidup dari hasil pertanian, namun naas setiap tahunnya masyarakat harus menanggug resiko gagal panen dikala musim penghujan.

Ini seharusnya menjadi hal serius yang harus ditagani oleh pemerintah daerah Kabupaten Luwu Utara untuk menghindari ancaman banjir tahunan. Tahun 2019 lalu telah terbit rekomendasi kesepakatan untuk penaganan dan pencegahan banjir di Kecamatan Malangke dalam dialog kemasyarakatan bersama masyarakat, mahasiswa dan instansi pemerintahan Kabupaten, Kecamatan.

Wahyu selaku ketua jaringan intelektual sangat menyayangkan ketidak seriusan pemerintah Kabupaten Luwu Utara dalam menangani banjir tahunan yang terjadi di wilayah Kecamatan Malangke.

“Pasalnya dirinya di dapok menjadi moderator pada saat dialog antara beberapa elemen masyarakat, mahasiwa dan Pemda Luwu utara yang menghasilkan sebuah rekomendasi yang diantaranya menormalisasi sungai yang menjadi penyebab banjir saat meluap,” terangnya.

Lanjutnya, “Masyarakat Kecamatan Malangke khususnya beberapa desa menunggu agar adanya normalisasi sungai serta pembatasan tanggul untuk meminimalisir terjadinya banjir. Kami juga sangat ingat apa yang menjadi bahasa terakhir ibu Bupati untuk sesegera menyelesaikan hasil usulan bersama dan di selesaikan dengan mekanisme yang ada agar masyarakat bisa terbebas dari banjir,”

“Masyarakat petani kali ini kembali mengalami kegagalan panen akibat banjir dan jika Pemda Luwu Utara tidak segera menyelesaikan masalah ini masyarakat akan terus menerus mengalami gagal panen setiap banjir datang, dan apabila pemerintah Luwu Utara tidak segera memulihkan lingkungan, melakukan normalisasi dan pembuatan tanggul pencegahan banjir maka kami akan melakukan aksi demonstrasi besar-besaran,” tutup Wahyu yang juga adalah mahasiswa Pasca Sarjana Unismuh Makassar.

Adapun hasil rekomendasi keseluruhan dialog yang diadakan pada tanggal 13 Mei 2019 , Masyarakat dan Pemerintah:

1.PENGADAAN NORMALISASI SUNGAI MASAMBA

2.PENGERUKAN DAN PELURUSAN TITIK Tertentu.

3.PENGADAAN MESIN PENYEDOT PASIR.

4.PENGOPTIMALAN TANGGUL.


Hasil dialog tersebut ditantada tangani oleh : BUPATI Luwu Utara (Hj. Indah Putri Indriani) dan Pemerintah Kecamatan Malangke (TASMAN S.spd),kepala dinas PUPR(SUAIB MANSYUR ST M.Msi), kabid pengendalian pencemaran dan kerusakan lh (ir. Ahmad) KEPALA PELAKSANAN BPBD (Ir ALAUDDIN SUKRI M.m,si ) AGUSTANG selaku tokoh masyarakat tetapi sampai hari ini belum terealisasikan. (aks)

Reporter: Kadimorfati
TeropongSulselJaya

Baca juga

Bupati Luwu Minta Penyaluran BBM Subsidi Dibenahi, Data Penerima dan Barcode Dievaluasi

10 September 2026 - 16:52 WITA

Pemdes Temboe Bahas RKPDes 2027, Serap Aspirasi Warga dan Prioritaskan Program Pembangunan Desa

6 September 2026 - 20:11 WITA

Pemdes Cimpu Gelar Musrenbang RKP Desa 2027, Bahas Program Prioritas dan Salurkan Insentif Aparat Keagamaan

2 September 2026 - 22:42 WITA

Wabup Luwu Sampaikan Perkembangan KDKMP dan Usulan SPBUN kepada Menteri Koperasi

30 Agustus 2026 - 08:59 WITA

Bupati Luwu Letakkan Batu Pertama Kampung Nelayan Merah Putih, Pembangunan Ditarget Selesai November 2026

12 Agustus 2026 - 21:29 WITA

Trending di Pemerintahan