MALUKU,TEROPONGSULSELJAYA.com,- Intensitas hujan yang sangat tinggi setiap tahunnya mengguyur daerah Buru Selatan, sehingga daerah tersebut menjadi langganan banjir tahunan. Banjir tersebut berasal dari luapan titik sungai yang ada dan biasanya setiap tahun banjir yang paling parah seringkali terjadi di wilayah Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru selatan, Maluku, Rabu (15/07/2020).

Akibat dari luapan air sungai karena intensitas hujan tinggi seringkali menghambat aktivitas keseharian warga, seperti pulang kerumah atau hanya sekedar mengurus sesuatu di desa yang lain, hal ini dikarenakan pemerintah daerah tidak kunjung membutkan akses jembatan penghubung atar desa atau pun kecamatan yang ada.


Wahab Salamun (28) yang merupakan tenaga kontrak di PLN Wamsisi Kecamatan Waesama yang datang bersama rekannya melakukan pembersihan jaringan dari desa Waelikut sampai Desa Waetawa karena adanya pohon yang tumbang menimpa kabel sehingga kabel listrik putus.
Seusai memperbaiki jaringan di dua Desa tersebut, Wahab Salamun bersama rakan kerjanya Abdurahman (32) menuju desa Waeimasing untuk memperbaiki jaringan. Dalam perjalanan menuju Desa Waeimasing Wahab Salamun diterkam buaya disungai Nala yang terletak di antara desa Waelukut dan desa Waemasing, Kecamatan Waesama.
Menurut Abdurahman rekan kerja korban yang melihat kejadian tersebut, pada saat korban menyebrangi air sungai Nala yang cukup deras akibat hujan tiba-tiba ada buaya yang mengikutinya. Untugnya korban mampu menghadapinya sehingga ia bisa selamatkan nyawanya, tapi sayangnya buaya berhasil mengigit korban di bagian paha dan belakang, kejadi itu terjadi kemarin, Selasa (14/07/2020).

Pemerintah setempat harusnya lebih tanggap dalam hal sepert ini, ini bukan kejadian pertama, ini sudah yang kesekian. (aks)
Reporter: Kadimorfati






