MAKASSAR,- TEROPONGSULSELJAYA.com,- Prodi Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sukses menggelar Benchmarking virtual dilaksanakan pada Senin (27/07/2020).
Rangkaian kegiatan Bencmarking kali ini berbeda dengan kegiatan Bancmarking di tahun-tahun sebelumnya dan akan dilaksanakan selam tiga hari berturut-turut.


Nuryanti Mustari S. IP, M. Si selaku ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan mengatakan bahwa, Bencmarking yang sebelum-sebelumnya dilaksanakan dengan melakukan kunjungan langsung kebeberapa lembaga Daerah, Nasional dan Internasional.
“Dalam situasi saat sekarang (Pandemi Covid 19) tidak memungkinkan Prodi serta mahasiswa untuk melaksanakan kunjungan langsung ke berbagai instansi, namun bagi kami Pandemi Covid 19 bukanlah menjadi alasan penghambat untuk tidak mendahulukan prestasi mahasiswa(i), kami tetap melangsungkan Bencmarking virtual sekali pun dikemas dalam bentuk pelaksanaan webinar, dalam kegiatan ini kami mengangkat beberapa tema yang berbeda dalam setiap pertemuan. Pertemuan pertama Webinar Bencmarking kami langsungkan bersama Umpad, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan DPRD Sulsel,” ujarnya.
Lanjutnya” Pada hari pertama pertemuan pertama kami membahas tema Tata Kelola Pemerintahan di Tegah Pandemi Covid 19 di Indonesia. Kami menggap bahwa pemerintah Provinsi Jawa Barat itu mempunyai strategi yang cukup baik dalam penagangan covid 19 sehingga saat ini Jawa Barat tidak termasuk lagi dalam lima besar jumlah tertinggi penduduknya yang terpapar covid 19,”
“Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerapkan lima prinsip dalam penanganan Covid-19 di Jawa Barat. Pertama responsif dan bergerak cepat, tidak usah nunggu. Kedua, transparansi dengan melalui media website. PIKOBAR (Pusat Informasi dan Koordinasi Covid 19 Jabar) adalah bagian dari transparansi. Ketiga ilmiah. Bahwa setiap hari ada diskusi dengan pakar seperti ahli statistik dan dokter. Lalu prinsip keempat adalah kolaboratif. Pihaknya ngajak karang taruna dan ibu-ibu pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) untuk membuat dapur umum dan lainnya.
Kemudian prinsip kelima adalah inovatif. Industri dilibatkan dalam penanganan corona. Misalnya Biofarma membuat PCR dan ventilator sendiri,” bebernya.
“Kami menghadirkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membagi edukasi kepada para mahasiswa yang hadir untuk lebih memahami seperti apa pengelolaan pemerintah yang baik. Kami menggap Jawa Barat berhasil menurunkan tensi covid 19 yang sangat mengancam kelangsungan hajat hidup masyarakat baik secara ekonomi, sosial dan budaya,” tegasnya.
‘Disaat yang bersamaan juga Prodi Ilmu Pemerintahan melakukan Webianr dengan tema yang berbeda dan menghadirkan KPU RI yang membahas Analisis Tentang Pilkada Serentak di Tengah Pandemi Covid 19 di Indonesia, disini dibahas tentang bagaimana desain pelaksanaan pilkada ditengan pandemi covid 19,” tutup Nuryanti yang dikenal sangat akrab dengan berbagai karekter Mahasiswanya. (aks)
Reporter: kadimorfati






