SEPERCIK HARAPAN
Rembulan yang tak menampakkan sinarnya
Seakan memahami keraguan ini
Yang menanti sepercik harapan
Yang tak kunjung datang menghampiri diriku
Aku bagaikan sepucuk surat yang dikoyak sang pemilik
Yang telah sirna menanti harapan

Entahlah…
Mungkin aku harus berlalu
Mengalah pada waktu
Aku didirimu
Hanya seperti angan semu
Yang tak kunjung mendapat harapan
Akankah malam selalu kelabu
Tak menghiasi langit dengan kejoranya
Aku hanya mampu berdiri disini
Tanpa segala sesuatu tentangmu
HARAPAN SEORANG INSAN
Kehidupan ini memaksaku untuk tetap kuat
Dari masalah yang tak berujung
Hingga menjadi misteri yang bahagia
Tuhan….
Aku takut kehilangan orang-orang yang aku sayangi
Aku takut kegelapan dan kesunyian
Aku takut akan menjadi bimbang tanpa mereka
Tuhan…
Jika memang hidupku masih panjang
Aku hanya ingin memberikan kebahagiaan untuk mereka
Walaupun kecil bahkan nyaris tak berarti
Namun kenangan itu mampu dikenang hingga akhir hayat
Tuhan…
Apakah semua itu mampu aku lakukan?
Ataukah hanya mampu menjadi angan semu?
Yang tak kunjung menjadi nyata
Semua aku serahkan kepadamu sang pencipta
Yang mampu membolak-balikkan keadaan
Hingga harapan seorang insan mampu terpenuhi.
Penulis : Ermayanti
Mahasiswa UIN ALAUDDIN MAKASSAR.






