LUWU,-UTARA, -TEROPONGSULSELJAYA.com,- Kunjungan kedua Tim Relawan MASPUL ke lokasi pengunsian warga terdampak bencana banjir bandang di Luwu Utara, kali ini mereka sukses gelar kegiatan pementasan Musik Teatrikal bersama anak-anak yang bermukim di lokasi pengungsian, Panampung Dusun Petambua, Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Senin (14/09/2020).

Kegiatan tersebut merupakan lanjutan kegiatan dari kunjungan sebelumnya pada (19/07), waktu kunjungan pertama relawan ini fokus pada kegiatan pembagian Logistik, evakuasi korban dan membantu masyarakat melakukan pembersihan rumah-rumah yang terendam lumpur di Desa Baringin Jaya, Lara dan beberapa lokasi terdampak lainnya terhitung sekitar 22 hari mereka mengabdikan diri di lokasi saat itu.

Para relawan tersebut memutuskan kembali ke lokasi pengungsian untuk melanjutkan tugas yang mereka anggap belum selesai, kali ini mereka memusatkan perhatian pada kegiatan Trauma Healing untuk anak-anak dan juga aktif terlibat dalam evakuasi rumah-rumah warga di lokasi bencana banjir bandang.
Pementasan seni yang mereka adakan terlihat begitu sangat unik, selain karena mereka memanfaatkan sampah bekas banjir menjadi alat musik, para pengunjung juga wajib membawa satu kantong plastik sampah sebagai pengganti tiket untuk menyaksikan pertunjukan seni, ini dilakukan sebagai bentuk kampanye peduli kebersihan lingkungan di lokasi pengungsian yang sangat memprihatinkan.

Kano Mallararumpa mengatakan tema kegiatan pementasan seni kali ini ialah “Merespon Lingkungan dan Bencana Alam” dengan keterlibatan anak-anak pengungsi sebagai aktor utama yang di edukasi selama kurang lebih 32 hari di lokasi, anak-anak ini tampil dengan sangat memuaskan, kami sendiri sangat bangga dengan mereka apalagi ditegah tekanan psikologi yang begitu berat pasca bencana menimpa mereka.
“Selain dari itu, ada beberap orang dari tim Relawan Maspul yang tetap aktif melakukan evakuasi rumah-rumah warga khususnya di Desa Radda, membantu teman-teman relawan lain dan warga terdampak bencana banjir bandang. Pada Tanggal (13/09) pementasan Musik Teatrikal tersebut kami gelar, rasa haru dan gembira. Dengan mengundang semua relawan yang masih tersisa di lokasi bencana dan masyarakat sekitar pengungsian,” Tutur Kano.
“Kano Mallararumpa yang juga adalah Ketua Tim Relawan Maspul tersebut saat diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan diatas panggung di hadapan ratusan orang yang sempat hadir menyaksikan kegiatan bahwa pada malam ini adalah simbol dari sebuah pertemuan dan juga perpisahan, kita semua berharap perpisahan ini menjadi perpisahan yang manis dan dapat menyimpan energi semangat, kekuatan serta ketabahan bagi masyarakat terdampak bencana,”

Tangis pecah, haru saat tim Relawan Maspul tersebut mulai berpamitan dengan seluruh warga dan anak-anak. Andi salah seorang anak pengungsi yang juga aktif di pementasan menahan tim saat pamit pulang, “Kakak jangan maki pulang dulu, sepimi nanti disini, sembari mengusap air matanya,”
Semoga bantuan moral maupun moril tetap mengalir ke Luwu Utara sebagai bentuk kepedulian kita kepada sesama saudara. Luwu Utara bangkit, Luwu Utara kuat. (aks)
Reporter: Dimhor






