MAKASSAR,- TEROPONGSULSELJAYA.com,- International Conference Southeast Asia Academic Forum on Sustaible Development (SEA-AFSID) 2020 merupakan kegiatan yang terselenggara atas kolaborasi SEAAM dengan STIM LPI sebagai tuan rumah. Pada Annual International Conference kali ini lebih fokus dalam issue pembangunan secara berkelanjutan dari berbagai sektor khususnya pada aspek ekonomi, lingkungan dan sosial.
Kegiatan International Conference telah memasuki hari ketiga, Rabu (16/9/2020) dan pada Session I di hari ketiga, SEAAM dan STIM LPI sengaja mengundang beberapa panelis sebagai pembicara yakni dari unsur pemerintah dan akademisi.


Pada hari ketiga ini yang akan tampil sebagai pembicara yakni Asman mewakili unsur pemerintah yang juga merupakan Wakil Bupati Enrekang. Sementara dari unsur akademisi yakni Prof. Dr. H. Muhammad Azis, M.Si yang juga merupakan Kaprodi Program Doktor S3 Pendidikan EKonomi UNM. Sementara panelis lain juga dari kalangan akademisi yakni Dr. Sudirman, SH. M.Hi dari IAIN Sorong Papua dan Dr. Natsar Desi, SP. M.Si. IPM yang juga merupakan praktisi lingkungan. Demikian penyampaian Abdul Karim selaku pemandu acara dalam session I kegiatan International Conference.
Asman yang tak lain adalah Wakil Bupati Enrekang tampil sebagai panelis pembicara pertama, dalam pemaparan yang disampaikan bahwa di Kabupaten Enrekang merupak daerah kaya akan potensi alam dan syarat dengan potensi wisata yang tetap terjaga keselestariannya.
Selain itu Asman menyampaikan bahwa perlu keterlibatan seluruh pihak untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karenanya Pemerintah Kabupaten Enrekang sangat terbuka dan siap menerima siapapun yang akan ke Enrekang termasuk seluruh peserta Annual International Conference SEA-AFSID 2020.
Semantara Dr. Sudirman sebagai Panelis pembicara kedua menyampaikan bahwa Umpungeng merupakan titik tengah (0) Indonesia dari garis lintang khatulistiwa dan mesti tetap harus terjaga kelestarian hutan dan lingkungannya dalam menjaga ekosistem dunia, khususnya di Sulawesi Selatan. Keberadaan Umpungeng di Kabupaten Soppeng merupakan icon Indonesia yang harus dimunculkan keberadaannya pada kancah International.
Sementara Pada pembicara terakhir yakni Prof. Dr. H. Muhammad Azis menyatakan bahwa saat ini ekonomi lingkungan harus tetap terperhatikan dalam keberlanjutan pembangunan, sehingga nilai-nilai budaya tetap ada dengan mengedepankan kearifan local yang bersandar pada ajaran-ajaran agama.
“Siklus pembangunan secara berkelanjutan harus dilihat dari segala dimensi terutama pada ilmu pengetahuan untuk dijadikan sebagai pijakan dalam pembangunan berkelanjutan secara global,” Tutup Ketua Program Studi S3 Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Makassar. (aks)
Reporter: Dimhor






