PINRANG, TEROPONGSULSELJAYA.Com-Curah hujan yang tinggi melumpuhkan hampir 80% mata pencaharian masyatakat dusun lome desa massewae kecamatan duampanua kabupaten pinrang, sabtu (17 oktober 2020) pagi.
Curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini yang melanda beberapa wilayah seperti massenrempulu dan ajatappareng ini mengakibatkan air sungai saddang pinrang meluap. Luapan air sungai saddang inipun akhirnya melumpuhkan beberapa mata pencaharian masyarakat yang ada di pesisir sungai khususnya yang ada di dusun lome itu sendiri.
Pasalnya dusun lome yang menjadi daerah pertambangan pasir, tanah, dan batu inipun tak bisa berbuat apa-apa.

Masyarakat yang juga mencari nafkah di beberapa tambang inipun hanya bisa mengelus dada melihat kondisi saat ini.
Sebut saja ridwan, bapak satu anak yang juga bekerja di salah satu tambang pasir (pontong) di dusun lome ini mengungkapkan bahwa kondisi ini adalah kondisi yang sulit bagi kami yang bekerja di pesisir sungai.
“Kondisi seperti inilah yang menjadi hal yang sulit bagi kami, selain kami tak bekerja, kami juga harus tetap terjaga dalam waktu 24 jam di karenakan kami harus tetap melihat kondisi air”, ujarnya saat di konfirmasi di pontong (tambang pasir).
Lanjutnya “belum lagi kerugian yang di alami saat air sungai tiba-tiba meluap yang akibatnya akan mematahkan beberapa pipa penyambung yang ada di sungai, bahkan jika sialnya air akan menghanyutkan mesin dan beberapa barang yang lain”, tutupnya.
Namun hal seperti ini bukanlah kali pertama terjadi, pengalaman dari tahun ke tahun membuat para pengusaha tambang dan pekerja pun telah menemukan solusi dalam mengatasi kondisi seperti ini setidaknya mengurangi kerusakan yang akan terjadi.
Penulis : Adi Saputra






