Menu

Mode Gelap
HUT Desa Tana Rigella ke-28, Momentum Satukan Perbedaan dan Perkuat Silaturahmi Polda Sulsel Gelar Konferensi Pers Penegakan Hukum Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Peti Salu Bua Ditertibkan Dua Hari, 4 Alat Berat Berhasil Dievakuasi Bayi Baru Lahir Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi UGD Puskesmas Larompong Selatan Kantor Pertanahan Luwu Gelar Wawancara Calon Tenaga Administrasi Dan Yuridis Pertanahan Seleksi Berlanjut, Kantor Pertanahan Luwu Gelar Wawancara Calon Tenaga Teknis Survei Dan Pemetaan

Sulsel

Akibat Curah Hujan Yang Tinggi,80% Mata Pencaharian Masyarakat Lumpuh

badge-check


					Akibat Curah Hujan Yang Tinggi,80% Mata Pencaharian Masyarakat Lumpuh Perbesar

PINRANG, TEROPONGSULSELJAYA.Com-Curah hujan yang tinggi melumpuhkan hampir 80% mata pencaharian masyatakat dusun lome desa massewae kecamatan duampanua kabupaten pinrang, sabtu (17 oktober 2020) pagi.

Curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini yang melanda beberapa wilayah seperti massenrempulu dan ajatappareng ini mengakibatkan air sungai saddang pinrang meluap. Luapan air sungai saddang inipun akhirnya melumpuhkan beberapa mata pencaharian masyarakat yang ada di pesisir sungai khususnya yang ada di dusun lome itu sendiri.

Pasalnya dusun lome yang menjadi daerah pertambangan pasir, tanah, dan batu inipun tak bisa berbuat apa-apa.

Masyarakat yang juga mencari nafkah di beberapa tambang inipun hanya bisa mengelus dada melihat kondisi saat ini.

Sebut saja ridwan, bapak satu anak yang juga bekerja di salah satu tambang pasir (pontong) di dusun lome ini mengungkapkan bahwa kondisi ini adalah kondisi yang sulit bagi kami yang bekerja di pesisir sungai.

“Kondisi seperti inilah yang menjadi hal yang sulit bagi kami, selain kami tak bekerja, kami juga harus tetap terjaga dalam waktu 24 jam di karenakan kami harus tetap melihat kondisi air”, ujarnya saat di konfirmasi di pontong (tambang pasir).

Lanjutnya “belum lagi kerugian yang di alami saat air sungai tiba-tiba meluap yang akibatnya akan mematahkan beberapa pipa penyambung yang ada di sungai, bahkan jika sialnya air akan menghanyutkan mesin dan beberapa barang yang lain”, tutupnya.

Namun hal seperti ini bukanlah kali pertama terjadi, pengalaman dari tahun ke tahun membuat para pengusaha tambang dan pekerja pun telah menemukan solusi dalam mengatasi kondisi seperti ini setidaknya mengurangi kerusakan yang akan terjadi.

Penulis : Adi Saputra

Baca juga

Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Dorong Tertib Pengelolaan Aset Pemerintah melalui Sosialisasi INTIP

7 September 2026 - 13:48 WITA

Kementerian Agraria dan Tata HUT ke-81 Republik Indonesia, Kementerian ATR/BPN Luncurkan Tiga Program Transformasi Pelayanan

19 Agustus 2026 - 14:13 WITA

54 Ribu Ibu Hamil di Sulsel Ikuti Gerakan Minum MMS, Ketua TP PKK Luwu Hadiri Pencanangan

9 Juli 2026 - 21:57 WITA

Kantah Luwu Hadiri Sidang Perkara di PTUN Makassar sebagai Bentuk Komitmen Penegakan Hukum Pertanahan*

3 Juni 2026 - 20:05 WITA

Pemkab Luwu Bersinergi Program ELEVATE dan CORE untuk Perlindungan Perempuan dan Anak

20 Mei 2026 - 19:12 WITA

Trending di Pemerintahan