Menu

Mode Gelap
Perkuat Integritas Daerah, Wakil Bupati Luwu Ikut Live Talk Show Pencegahan Korupsi Kemendagri Dorong UMKM Naik Kelas, Wabup Luwu Buka Edukasi Keuangan dan Wanti-Wanti Bahaya Investasi Ilegal Perkuat Penanganan Sengketa, Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Gelar Awal Permohonan Pembatalan Sertipikat Perkuat Kepastian Hukum, Kantor Pertanahan Luwu dan Kejati Sulsel Koordinasikan Kelanjutan Pengadaan Tanah Runway Bandara Bua Rapat Koordinasi PTSL 2026, Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Perkuat Sinergi dengan Desa dan Kelurahan Pastikan Data Sertipikat Tanah Sesuai, Ini Cara Mudah Pengecekannya

Daerah

Kisah Perjuangan Mahasiswa Yatim Piatu Asal Papua yang Meraih Gelar Sarjana S1 di Universitas Andi Djemma Palopo

badge-check


					Kisah Perjuangan Mahasiswa Yatim Piatu Asal Papua yang Meraih Gelar Sarjana S1 di Universitas Andi Djemma Palopo Perbesar

PALOPO, -TEROPONGSULSELJAYA.Com- Acara wisuda biasanya menjadi moment istimewa bagi wisudawan dan dihadiri oleh orang tua. Begitupula yang dirasakan oleh Yundimiron Penggu atau yang biasa disapa Yundi mahasiswa asal Papua.

Yundi merupakan salah satu wisudawan Universitas Andi Djemma Palopo yang di wisudah pada Rabu, (13/01/2021). Mahasiswa Jurusan Ilmu administrasi ini berhasil menyelesaikan studi dengan IPK 3,3 dan meraih gelar S1 (S.AN).

Wisudah yang dilaksanakan di Gedung MCH Kota Palopo, Yundi tidak ditemani oleh kedua orang tua karena saya anak yatim piatu. Saya lahir di Klaten, 21 juli 1997 tersebut.

Sang ayah sudah meninggal sejak saya berusia 7 tahun. Sedangkan sang ibu meninggal saat saya berusia 3 tahun. Saat ibu saya jatuh sakit saya harus belajar hidup mandiri. Sejak ibu saya meninggal sang ayahlah yang mengurus semua kebutuhan saya bersama kedua saudaraku.

Saya terpaksa absen sekolah selama 3 bulan hanya untuk merawat sang ayahnya yang sedang sakit. Setelah ayah saya meninggal saya tinggal bersama kakek dan nenek, dan merekalah yang merawat dan membantu saya. Saat itu saya sudah putus asa dapat melanjutkan sekolah di SMK Negeri Nioga, Kab. Puncak Jaya .

Tapi Puji Tuhan pihak sekolah tetap memberikan kesempatan untuk saya melanjutkan masuk sekolah karena paham kondisi sayadan kemudian saya diangkat anak oleh tetangganya menjadi anak angkat mereka.

Namun lagi-lagi berita duka menghampiri saya, dimana ayah angkat saya meninggal dunia dua tahun setelah kepergian nenek saya. Saat itu saya sedang mencari universitas Ayah angkat saya meninggal. Rasanya sedih sekali ditinggalkan orang-orang tersayang dalam waktu berdekatan.
Meninggalnya sang ayah angkat tak membuat saya berputus asa untuk meneruskan ke jenjang perkuliahan.

Dengan berbekal sisa tabungan dari sisa uang saku saya nekad mendaftar ke salah satu Universitas perguruan tinggi di kota Palopo yaitu Universitas Andi Djema Palopo (UNANDA Palopo).

Beruntung saat diterima di UNANDA Palopo saya mendapatkan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) golongan 1 yakni sebesar Rp 1.10000 ribu per semester. Semenjak saya kuliah di UNANDA Palopo saya sering ikut kuli bangunan dengan teman dari NTT (kupang) ketika ada waktu kosong. Namun karena tugas kuliah semakin banyak saya memutuskan keluar dari tempat.

Selama menjadi mahasiswa saya ikut organisasi walaupun ada kekurangan dalam hidup ini tapi biarlah saya ber organisasi begitu masuk salah satu organisasi (PMK) UNANDA Palopo disitulah jadi banyak teman sahabat organisasi bahkan kegiatan . Aktivitas saya pulang kuliah yaitu cari kerja kadang potong padi membesihkan lingkungan rumah tetangga untuk mendapat beras 1 kg untuk makan satu hari.

Puji tuhan dengan usaha dan kerja keras ikut kuli bangunan dengan saudara-saudara dari NTT (kupang) yang berada di kota palopo saya bisa menyelesaikan kuliah. Kadang iri dengan teman-teman yang bisa menjadi aktivis organisai atau sibuk kegiatan kampus sedangkan saya tidak bisa sepeti mereka. Saya menyadari bahwa hidup ini memang tidak mudah. Diperlukan perjuangan dan kerja keras dan harus bersyukur. Saya percaya setiap orang punya jalan masing-masing. Rintangan apapun jangan dijadikan alasan untuk berputus asa apalagi menyerah karena Tuhan mempunyai rencana yang indah.

Laporan : Hanun

Baca juga

Dorong UMKM Naik Kelas, Wabup Luwu Buka Edukasi Keuangan dan Wanti-Wanti Bahaya Investasi Ilegal

16 April 2026 - 13:25 WITA

Perkuat Penanganan Sengketa, Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Gelar Awal Permohonan Pembatalan Sertipikat

16 April 2026 - 06:58 WITA

Perkuat Kepastian Hukum, Kantor Pertanahan Luwu dan Kejati Sulsel Koordinasikan Kelanjutan Pengadaan Tanah Runway Bandara Bua

16 April 2026 - 06:54 WITA

Rapat Koordinasi PTSL 2026, Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Perkuat Sinergi dengan Desa dan Kelurahan

16 April 2026 - 06:50 WITA

Persiapan PTSL 2026 Dimatangkan, Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Tekankan Sinergi dan Responsivitas

16 April 2026 - 06:43 WITA

Trending di Daerah