MAJENE,-TEROPONGSULSELJAYA.Com- Aliansi Relawan Morowali Peduli Sulawesi Barat sukses dirikan tenda layak huni bagi para pengungsi di Desa Lombang Timur, Kecamantan Malunda, Kab. Malunda, Kab. Majene, Sulawesi Barat.
“ Kita telah berhasil desain hunian sementara Posko pengungsian dengan menggunakan tarpal sebanyak 38 sudah berdiri, di lengkapi fasilitas kamar dan dapur masing-masing dalam rangka membantu warga memberikan dukungan psikososial dalam layanan hunian sementara ( Huntara) Pasca gempa magnitudo 6,2 SR yang menguncang Sulawesi Barat lalu,” Kata Firdasari Mahaseng salah satu utusan Relawan Morowali Peduli Sulawesi Barat sekaligus anggota Komunitas Kanton Doraemon Jakarta melalui sambungan telepon dari Majene, Sulawesi Barat, Kamis, 4/2/2021.


Ia mengatakan bahwa selain tenda hunian sementara kami dirikan ini berukuran 4 x 6 sebanyak 38 tenda , kami juga fasilitasi dapur masing- masing tenda MCK dan perbaikkan rumah ibadah di sekitaran lokasi hunian ini.
“ Tenda ini kami namakan Huntara Desa Lombang Timur, yang artinya tempat hunian sementara bagi warga desa yang berdampak gempa magnitudo 6,2 lalu di desa ini, “ kata dia.
Setiap unit tenda ini di tempati menampung kisaran 6- 8 orang berdasarkan rumpung keluarga yang telah sesuai hasil diskusi pemerintah setempat, masyarakat, pengungsi dan relawan.
Firdasari Mahaseng juga menambahkan berdirinya hunian ini selain kami selaku relawan Morowali dan Kanton Doraemon juga tidak luput dari bantuan masyarrakat setempat dan pemerintah Desa Lombang Timur sendiri sehingga bangunan ini berdiri mencapai 98 persen siap di huni.
Dalam proses pembuatan Huntara ini, dapur umum juga berjalan setiap harinya atas kerjasama yang baik.
Sementara itu, Lukman selaku Ketua BPD Desa Lombang Timur menyampaikan terima kasih kepada Aliansi Relawan Morowali Peduli Sul-Bar bekerjasama kanton doraemon dalam menyukseskan Huntara ini kepada warga kami.
“ Mudah-mudahan sebanyak 68 KK warga kami biasa dapat memberikan ketenangan sedikit dari trauma gempa yang kemudian merobohkan bangunan
rumah mereka saat,” tegas Lukman.
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini kami masih trauma adanyanya gempa di Sulawesi Barat ini, Pasalnya gempa dan getaran masih kami rasakan,, terakhir baru- baru ini ada lagi.
Sehingga rasa cemas masih ada.Semoga melalui hunian ini, dapat membantu untuk bias bertahan di hunian sementara hingga secepatnya Sulawesi Barat tidak ada lagi letusan yang kami dengar lagi dan akhirnya masyakat sedia kali beraktivitas dan kembali kerumah masing-masing, tutup Lukman. (*Red)






