Menu

Mode Gelap
Bahas Implementasi Perpres 4/2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Menteri Nusron Paparkan _Roadmap_ Penetapan LSD di 2026 KKN Pertanahan Sejalan dengan Arahan Presiden Prabowo, Wamen Ossy: Peningkatan SDM sebagai Fondasi Pembangunan Nasional Kementerian ATR/BPN Pastikan Tata Ruang Menjadi Kunci Utama untuk Mendukung Program Prioritas Presiden Prabowo Bupati Luwu H. Patahudding Serukan Perang terhadap Judi Online di Awal Ramadhan 1447 H Malam Pertama Ramadan 1447 H, Wabup Luwu Ajak Warga Perkuat Iman dan Kepedulian Sosial Bupati Luwu Ganjar Juara MTQ XXXIV dengan Paket Umrah dan Hadiah Puluhan Juta Rupiah

Daerah

Pemerintah Kabupaten Enrekang di Nilai Gagal Tanggulangi Sampah di Kecamatan Alla

badge-check


					Pemerintah Kabupaten Enrekang di Nilai Gagal Tanggulangi Sampah di Kecamatan Alla Perbesar

ENREKANG,- TEROPONGSULSELJAYA.Com,- Sampah merupakan suatu benda yang tidak ternilai atau tidak berharga yang ada di sekitar lingkungan masyarakat, di Kelurahan Kalosi, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Sabtu (13/02/2021), fenomena sampah menjadi masalah yang sejak beberapa tahun terakhir dikeluhkan masyarakat sekitar.

Di bawah kepemimpinan H. Muslimin Bando sebagai Bupati Enrekang, dinilai tidak mampu menyelesaikan permasalahan sampah yang sudah berlarut-larut menjadi keluhan utama masyarakat kabupaten Enrekang, terkhusus di kecamatan Alla,

Fauzi mengatakan bahwa, H. Muslimin Bando gagal mengaktualisasikan tegline politiknya yaitu Enrekang Maju Aman dan Sejahtera (EMAS). Ku pikir orang-orang hebat disekelilingnya, tapi ternyata jauh dari harapan masyarakat.

“Selama dua Periode masa pemerintahan Bupati ini, tidak jelas programnya. Kelihatan dari programnya sederhana tentang sampah tapi tidak becus, katanya tokoh agama? tokoh Muhammadiyah? tapi tidak mencerminkan karena tidak bisa menjaga kebersihan dilingkup Enrekang, apalagi bak sampahnya di sekitar Masjid seperti di 2 masjid di sekitar Kalosi” Tutur Ucha sebagai tokoh pemuda Enrekang.

Ketua Lingkar Pelajar Mahasiswa (LPM) Kalosi Raya juga ikut andil memberikan tanggapan sebagai kaum milenial yang cinta lingkungan dan kebersihan. “Sampah yang berserakan juga dapat menimbulkan rusaknya ekosistem. Banyak penyebabnya, termasuk karena kurangnya kesadaran masyarakat tapi ini juga terjadi karena tidak adanya fasilitas yang diberikan oleh pemerintah hinggah banyak yang buang sampah ke selokan, sungai atau kebun-kebun milik warga sekitar.

“Masyarakat harus sadar namun itu harus didukung oleh pemerintah,” tutup Rio sebagai penegasan.

Harapan masyarakat untuk selalu melihat lingkungan yang bersih yang didukung oleh pemerintah setempat. (dyr)

Reporter: dyroen

Baca juga

KKN Pertanahan Sejalan dengan Arahan Presiden Prabowo, Wamen Ossy: Peningkatan SDM sebagai Fondasi Pembangunan Nasional

19 Februari 2026 - 18:14 WITA

Bupati Luwu Ganjar Juara MTQ XXXIV dengan Paket Umrah dan Hadiah Puluhan Juta Rupiah

17 Februari 2026 - 18:29 WITA

Jembatan yang Dinanti Warga Akhirnya Berdiri, Bupati Luwu Resmikan Salubua–Kaili di Suli Barat

14 Februari 2026 - 10:15 WITA

Pemkab Luwu Luncurkan Gerakan Jumat Bersih, Dorong Kesadaran Kolektif Jaga Lingkungan

13 Februari 2026 - 18:20 WITA

Bupati Luwu Tekankan Evaluasi dan Penguatan Strategi Dakwah pada Pembekalan Muballigh

12 Februari 2026 - 16:11 WITA

Trending di Daerah