Menu

Mode Gelap
Larangan Meliput dan Perampasan HP Wartawan di Jeneponto, IWO Sulsel : Pelaku Terancam Penjara 2 Tahun 142.870 Anak di Luwu, Bunda Forum Anak Dorong Duta Anak Jadi Jembatan Aspirasi ke Pemda Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Perpajakan, Kantah Luwu Hadiri Rapat Koordinasi Pengembangan NIB, NOP, dan Zona Nilai Tanah Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Lantik Panitia Ajudikasi, Satgas, dan Masyarakat Pengumpul Data Fisik PTSL Tahun 2026 Perkuat Sinergi Antarinstansi, KPKNL Palopo Kunjungi Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Bahas Sertipikasi dan Pengelolaan BMN Kantah Luwu Hadiri Rapat Koordinasi Pemutakhiran KBLI RDTR Kawasan Perkotaan Belopa, Perkuat Sinergi Penataan

Daerah

Pemerintah Kabupaten Enrekang di Nilai Gagal Tanggulangi Sampah di Kecamatan Alla

badge-check


					Pemerintah Kabupaten Enrekang di Nilai Gagal Tanggulangi Sampah di Kecamatan Alla Perbesar

ENREKANG,- TEROPONGSULSELJAYA.Com,- Sampah merupakan suatu benda yang tidak ternilai atau tidak berharga yang ada di sekitar lingkungan masyarakat, di Kelurahan Kalosi, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Sabtu (13/02/2021), fenomena sampah menjadi masalah yang sejak beberapa tahun terakhir dikeluhkan masyarakat sekitar.

Di bawah kepemimpinan H. Muslimin Bando sebagai Bupati Enrekang, dinilai tidak mampu menyelesaikan permasalahan sampah yang sudah berlarut-larut menjadi keluhan utama masyarakat kabupaten Enrekang, terkhusus di kecamatan Alla,

Fauzi mengatakan bahwa, H. Muslimin Bando gagal mengaktualisasikan tegline politiknya yaitu Enrekang Maju Aman dan Sejahtera (EMAS). Ku pikir orang-orang hebat disekelilingnya, tapi ternyata jauh dari harapan masyarakat.

“Selama dua Periode masa pemerintahan Bupati ini, tidak jelas programnya. Kelihatan dari programnya sederhana tentang sampah tapi tidak becus, katanya tokoh agama? tokoh Muhammadiyah? tapi tidak mencerminkan karena tidak bisa menjaga kebersihan dilingkup Enrekang, apalagi bak sampahnya di sekitar Masjid seperti di 2 masjid di sekitar Kalosi” Tutur Ucha sebagai tokoh pemuda Enrekang.

Ketua Lingkar Pelajar Mahasiswa (LPM) Kalosi Raya juga ikut andil memberikan tanggapan sebagai kaum milenial yang cinta lingkungan dan kebersihan. “Sampah yang berserakan juga dapat menimbulkan rusaknya ekosistem. Banyak penyebabnya, termasuk karena kurangnya kesadaran masyarakat tapi ini juga terjadi karena tidak adanya fasilitas yang diberikan oleh pemerintah hinggah banyak yang buang sampah ke selokan, sungai atau kebun-kebun milik warga sekitar.

“Masyarakat harus sadar namun itu harus didukung oleh pemerintah,” tutup Rio sebagai penegasan.

Harapan masyarakat untuk selalu melihat lingkungan yang bersih yang didukung oleh pemerintah setempat. (dyr)

Reporter: dyroen

Baca juga

Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Perpajakan, Kantah Luwu Hadiri Rapat Koordinasi Pengembangan NIB, NOP, dan Zona Nilai Tanah

13 Juni 2026 - 09:14 WITA

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Lantik Panitia Ajudikasi, Satgas, dan Masyarakat Pengumpul Data Fisik PTSL Tahun 2026

13 Juni 2026 - 09:08 WITA

Perkuat Sinergi Antarinstansi, KPKNL Palopo Kunjungi Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Bahas Sertipikasi dan Pengelolaan BMN

13 Juni 2026 - 09:04 WITA

Kantah Luwu Hadiri Rapat Koordinasi Pemutakhiran KBLI RDTR Kawasan Perkotaan Belopa, Perkuat Sinergi Penataan

13 Juni 2026 - 08:59 WITA

Kantah Luwu Gelar Evaluasi PTSL, Perkuat Sinergi Satgas Fisik dan Yuridis untuk Percepatan Capaian Program

13 Juni 2026 - 08:54 WITA

Trending di Daerah