LUWU,TEROPONGSULSELJAYA.Com,
– Reses masa sidang ke tiga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu telah berjalan saat ini. 35 anggota DPRD Luwu, turun menyerap aspirasi masyarakat, di wilayah konstituen masing-masing.
Khusus di Kecamatan Bua yang masuk Daerah Pemilihan (Dapil) IV, dua anggota DPRD Luwu telah melaksanakan reses, yakni Andi Admiral Kaddiraja dari PDI Perjuangan dan Sulaiman Ishak dari PKS.
Dalam reses tersebut, sejumlah aspirasi warga tersalurkan. Mulai dari permintaan bendungan untuk memenuhi kebutuhan air persawahan warga, permintaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta perbaikan pelayanan sarana air bersih atau PDAM di Kecamatan Bua.

Dan yang paling menyerap perhatian adalah perbaikan sarana dan prasarana jalan pedesaan. “Alhamdulillah reses kita khusus di Kecamatan Bua sudah terlaksana, seluruh usulan warga telah kami catat untuk selanjutnya kami bahas bersama pemerintah atau eksekutif. Ada beberapa yang menjadi catatan penting utamanya pengaspalan,” ujar Andi Admiral.
Dari pantauan media, dalam reses ini terungkap warga menagih janji Bupati Luwu, H. Basmin Mattayang, melakukan perbaikan atau pengaspalan di Kecamatan Bua termasuk poros jalan masuk Balambang Desa Raja.
Menurut warga, ini adalah janji politik Bupati Luwu yang disampaikan dihadapan tokoh masyarakat di Kecamatan Bua, jika terpilih akan mengaspal jalan poros Balambang Desa Raja.
Melalui kesempatan yang sama, legislator PDI Perjuangan, mengungkapkan ke peserta reses jika selama ini dirinya begitu kuat memperjuangan kan aspirasi warga dan masyarakat di Kecamatan Bua, khususnya sarana dan prasaran jalan.
“Sudah tiga tahun saya suarakan pengaspalan jalan di Desa Raja namun sampai hari ini belum terlaksana, sementara poros jalan desa di dapil lain telah dikerja hingga menelan anggaran miliaran rupiah,” ujarnya.
“Dihadapan keluargaku semua ingin saya sampaikan tahun 2021 Kecamatan Bua sama sekali tidak mendapat proyek pengaspalan. Bahkan, bisa saya katakan, bukan hanya tahun ini Bua tidak dapat proyek pengaspalan,” katanya.
Selain pengaspalan jalan poros Desa Raja, warga juga meminta dilakukan pengaspalan jalan dari Desa Pammesakkang tembus Desa Pabbaresseng, selanjutnya jalan di Desa Tiromanda.
Mendengar pernyataan anggota DPRD Luwu tersebut, dalam reses ini mewacana keinginan warga Bua untuk lepas dari Kabupaten Luwu dan bergabung dengan Kota Palopo.
“Kalau begitu kita lepas saja dari Kabupaten Luwu, kita sama-sama menghadap ke Wali Kota Palopo, agar Palopo bisa menjadikan Kecamatan Bua sebagai wilayahnya,” ungkap salah seorang warga.
Pernyataan ini didukung sejumlah kepala desa, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Kecamatan Bua. Menurutnya, jika memang Pemkab Luwu, menganak tirukan Kecamatan Bua dalam hal pembangunan tentu tidak salah jika warga kecewa dan menyatakan diri ingin bergabung dengan Kota Palopo.
Diantara tokoh masyarakat yang hadir dan mendukung pernyataan warga yakni Satti Amir, Usri, Andi Baso Angka, Jurmardin, dan beberapa pihak lainnya ikut mendukung rencana tersebut. “Kami sepakat dan setuju saja selama untuk kebaikan kampung kita,” ujar mereka.
Dijelaskan para tokoh di Kecamatan Bua, bahwa Bua merupakan daerah maju dan ditunjung sejumlah sejumlah fasilitas umum dan perusahaan yang tentu memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tinggi untuk pembangunan.
Contoh, Bua memiliki Bandar Udara, Depot Pertamina yang menjadi pusat penyaluran BBM di Luwu Raya dan Tana Toraja, di Bua telah terbangun sejumlah pabrik dan pergudangan, diantaranya Pabrik Tripleks, pabrik Smalter, gudang indomarko.
“Bua hampir memiliki seluruh pendukung yang menjadi sumber PAD dan kehidupan warga. Kita punya Bandara, PPI, sejumlah pabrik, terminal BBM, area persawahan yang luas, tambang galian C yang tentu banyak menyumbang PAD bagi pemerintah,” ujar Satti Amir, yang diaminkan seluruh peserta reses.
Bahkan informasi yang disampaikan DPRD Luwu, sumbangan PAD pabrik tripleks milik Sampoerna Group khusus untuk PJU saja mencapai ratusan juta perbulan. “Pengurusan administrasi juga lebih dekat ke Palopo dari pada ke Belopa, Ibu Kota Kabupaten Luwu,” kuncinya warga.
(Red)






