Teropongsulseljaya.com , Fakfak – Keberagaman nilai Tradisi dan Religius di Kabupaten Fakfak masih sangat kental, salah satunya makna Filosofis (Satu Tungku Tiga Batu) yang kini terlihat di Distrik Fakfak Tengah dalam acara Pemancangan Tiang Alif Masjid Kubah Kampung Katemba dini hari 24/09/2021.

Toleransi antar masyarakat yang menggambarkan nilai filosofis tersebut sangat terasa pada momen pemancangan ini. Beragam aktivitas pun terlihat dimana hadirnya lantunan Hadroh Sholawat, musik Sawat beserta Tarian Khas Fakfak menjadi penghangat suasana dingin Kampung Katemba.

Imam Masjid Kubah “M.Shaleh Kutanggas” yang ditemui team teropongsulseljaya.com menyampaikan bahwa Ziarah hajatan atau pesta syukuran malam hari ini akan berlangsung hingga pemancangan Tiang Alif menjelang subuh nanti.

“Sebelum subuh, Tiang Alif Masjid Kubah akan dipasang dan aktivitas musik Hadroh Sholawat, Musik Sawat serta Tarian Khas akan berlangsung terus hingga pemancangan itu dilakukan,”
Sambungnya, “Tiang Alif yang bermakna Syariat dan Hakekat ini merupakan Tradisi dari masyarakat Fakfak yang dalam pelaksanaannya terkandung nilai-nilai spiritual antara Hubungan Manusia (Habluminannas), Alam dan yang utama Allah.swt sebagai sang pencipta,” jelasnya Imam Masjid Kubah
Tempat sama “Munawir Rengen, S.Sos,M.Abm.Pemb” selaku Kepala Distrik Fakfak Tengah mengatakan bahwa kegiatan kegiatan yang sifatnya kerohanian adalah aset budaya dan tradisi yang harus tetap dilestarikan.

“Segala hal yang bersangkutan dengan Budaya dan Tradisi harus dilestarikan, salah satunya kegiatan kerohanian ini (paemancangan tiang Alif) juga termasuk didalamnya,” Ucapnya Munawir.
Lanjut, “Semua ini bertujuan untuk menjalin toleransi keagamaan dan mempererat silaturahmi. Tentunya mewakili pemerintah kita harus mensuport dan mendampingi agar hajatan ziarah ini berjalan semestinya,” Tutup Munawir.
Masjid Kubah Kampung Katemba ini diketahui telah terbangun sejak empat tahun lalu namun belum memiliki tiang Alif sehingga dalam keyakinan masyarakat belum mencapai kesempurnaanya hingga tiang Alif terpancang subuh nanti. Dari pantauan, beragam Agama dan Etnis turut menjadi bagian dalam ziarah hajatan ini. (Vhr)






