FAKFAK,-TEROPONGSULSELJAYA.Com- Perjalanan organisasi kerukunan keluarga Sulawesi Selatan (kkss) pimpinan cabang Fakfak, menorehkan catatan sejarah dikarenakan perdana terbentuknya ikatan wanita Sulawesi Selatan (iwss) pada musyawarah cabang (muscab) bertempat di jlan imam Bonjol Fakfak 03/10/2021
Dengan motto “Sipakatuo, Sipakainge’ dan Sipakalebbi”, serta mengusung tema “Mengembangkan Fungsi dan Peran IWSS Dalam Kepentingan Organisasi” proses Muscab tersebut melahirkan nahkoda baru.
Dari informasi yang team teropongsulseljaya himpun, diketahui bahwasannya IWSS ini merupakan perdana di Kota Pala dengan mandat langsung dari Pimpinan Wilayah KKSS Papua Barat kepada Pimpinan Cabang KKSS Fakfak untuk menggelar kepengurusan.

“Baharuddin Nonci” selaku Ketua Cabang KKSS Fakfak kepada Teropongsulseljaya.com di kediamannya jalan Imam Bonjol mengatakan, bahwa penyampaian Ketua wilayah terkait pembentukan IWSS sudah sejak lama namun terkendala oleh beberapa hal Senin malam 04/10/2021.

“pembentukan IWSS ini sendiri sebenarnya sudah lama disampaikan oleh ketua wilayah namun baru terealisasi ditahun ini,” Ucap Baharuddin.
Lanjut, “Pertama di Fakfak tentunya sangat berharap agar senantiasa bisa bersinergi karena menurut saya IWSS dan KKSS ini ibaratnya seperti sepasang suami-istri yang saling melengkapi dan saling membantu dalam membesarkan serta merealisasikan kerja kerja organisasi,” Terangnya.
Lanjutnya lagi, “Ini adalah Organisasi yang mana selalu saya tekankan agar dalam menjalankan organisasi selalu mengedepankan hati dan bekerja dengan hati untuk menghindari yang namanya kepentingan kepentingan kearah negatif,” Ujarnya Ketua KKSS di kediamannya.
Tempat terpisah, “Tasmiyanti Tassa” Ketua terpilih IWSS yang dihubungi melalui via phone mengatakan bahwa Organisasi kemasyarakatan terstruktur dari pusat ke daerah ini mempercayakan dirinya untuk mengukir sejarah baru.
“Alhamdulillah, iya benar saya yang terpilih dari tiga kandidat bakal calon dan secepatnya saya akan membentuk struktur kepengurusan guna menjalankan roda organisasi kemasyarakatan ini. Ucapnya
Tasmiyanti juga mengatakan bahwa terpilihnya dia sebagai ketua itu dikarenakan dua kandidat lainnya memilih untuk mengundurkan diri.
“Tiga kandidat termasuk saya yang menjadi bakal calon namun dua diantaranya memilih untuk mengundurkan diri hingga saya secara otomatis terpilih secara aklamasi. Tentu saja dikarenakan kepercayaan tinggi dari masyarakat IWSS dan tentunya mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan serta pemaknaan filosofi Sipakatuo, Sipakalebbi dan Sipakainge’. Jelasnya Founder yayasan Mata Air Papua.
Sambungnya, “Perempuan-perempuan IWSS memiliki potensi besar dengan beragam profesi mulai dari Wiraswasta hingga berkecimpung di instansi yang merupakan angin segar buat KKSS tentunya untuk berpikir jauh kedepan serta saling menyemangati satu sama lain,” Terangnya Nahkoda IWSS Fakfak.
Persiapan Muscab hingga Kepanitiaan ini dibentuk dan diambil alih oleh KKSS. Masing-masing pilar mengutus dua orang anggota untuk memberikan hak suaranya. Pelantikan serta Rapat Kerja (Raker) merupakan agenda prioritas terdekat ini buat IWSS.
Reporter : CJ_Lut






