Teropongsulseljaya.com , Fakfak – Paus yang merupakan mamalia terbesar penghuni lautan terdampar di pesisir Kampung Tunas Gain, Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, Papua Barat yang mengegerkan masyarakat Selasa Pagi 16/11/2021.

Dari pantauan team teropongsulseljaya.com , paus yang belum diketahui jenisnya ini memiliki panjang 1.220 Cm atau 12 Meter lebih 20cm diperkirakan terdampar pada malam menjelang subuh hari.

Kasatpolairud Polres Fakfak, “IPTU Arif Usman Rumra” menerima laporan pada pagi menjelang siang segera melakukan koordinasi ke beberapa instansi terkait untuk melakukan tindakan evakuasi.

“Saya mendapat laporan Via WhatsApp dari Kapolsek Weri menjelang siang terkait tentang paus terdampar ini dan langsung melakukan koordinasi kepada instansi terkait seperti BKSDA Fakfak, Dinas Perikanan Fakfak dan LSM CII,” Terangnya Iptu Arif
Lanjut, “Alhamdulillah, Kondisi Paus dalam keadaan hidup. Jadi kita akan evakuasi ke perairan dalam. Namun bilamana kondisinya dalam keadaan tidak bernyawa, tetap juga akan kita evakuasi tentunya ketempat yang jauh dari pemukiman penduduk. Polairud Polres Fakfak selalu siap secara tenaga,” Jelasnya Iptu Arif.

Tempat yang sama , Perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Fakfak “La Mohdar S.Pi” mengatakan bahwa terkait Biota terdampar itu sudah diatur pada PERMEN KP No 18 tahun 2013.
“Evakuasi ikan paus ini sudah diatur pada PERMEN KP No 18 tahun 2013 , jadi kita bertanggung jawab untuk melindungi dan melepaskannya terlebih lagi ikan ini masih dalam keadaan hidup,” Ucap Mohdar
Sambung, “Memang paus ini jikalau merasa sekarat pasti akan mencari pantai untuk mati. Maka dari itu kita coba untuk menghindari lokasi lokasi yang dekat dari penduduk sebab aroma ikan ini sangat bau,” pungkasnya Mohdar.
Proses evakuasi ini dilakukan dengan cara menarik ikan menggunakan perahu dimana Polairud Polres Fakfak dibantu masyarakat setempat mencoba untuk memindahkan paus secara perlahan. Namun dengan kondisi air laut yang surut justru menjadi penghalang dalam evakuasi tersebut.
“Dengan kondisi air yang surut seperti ini, proses evakuasi tidak bisa dilakukan dan akan kami lanjutkan besok pagi, semoga paus ini masih hidup,” Tegas Kasatpolairud Polres Fakfak Iptu Arif. (Vhr)
Reporter : Jusmawan






