Menu

Mode Gelap
Bapanas Bersama Pemkab dan Polres Luwu Sidak Harga dan Mutu Pangan di Pasar Belopa Jelang Idul Fitri 1447 H MDA Gelar Media Iftar , Pererat Silaturahmi dengan Insan Pers Dorong Pemekaran Luwu Tengah, Kepala Daerah Luwu Raya Sampaikan Aspirasi ke Ketua Komisi II DPR RI Penganugerahan Pemenang Kompetisi KRISTAL 2026, Apresiasi atas Gagasan Inovasi dalam Pelayanan Pertanahan Dukung Ketahanan Pangan, Pemerintah Akan Tetapkan Lahan Sawah yang Dilindungi di 12 Provinsi Sosialisasi Regulasi tentang Organisasi dan Tata Kerja, Sekjen ATR/BPN Tekankan Empat Pesan Strategis

Daerah

HKG PKK Ke-51 Kabupaten Soppeng, Sofha Marwah Bahtiar Tekankan Penanganan Stunting

badge-check


					HKG PKK Ke-51 Kabupaten Soppeng, Sofha Marwah Bahtiar Tekankan Penanganan Stunting Perbesar

SOPPENG,-TEROPONGSULSELJAYA.Com- Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-51 Tingkat Kabupaten Soppeng berlangsung meriah di Gedung Lapatau, Minggu, 26 November 2023. Mengusung tema Bergerak Bersama Menuju Keluarga Sejahtera dan Tangguh Wujudkan Indonesia Tumbuh, peringatan HKG PKK ini dihadiri Penjabat Ketua TP PKK Provinsi Sulsel, Sofha Marwah Bahtiar.

Dalam arahannya, Sofha Marwah mengapresiasi pelaksanaan peringatan HKG PKK Kabupaten Soppeng yang berlangsung meriah dan dihadiri Bupati Soppeng Kaswadi Razak, serta seluruh pengurus dan kader PKK Kabupaten Soppeng.

Ia menyampaikan sejumlah pesan penting, khususnya penanganan stunting dan program prioritas Pemerintah Provinsi Sulsel terkait ketahanan pangan.

“Penanganan stunting dan gizi buruk harus menjadi perhatian bersama,” kata Sofha Marwah.

Istri Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin ini mengingatkan tentang pentingnya pendataan agar penanganan tepat sasaran. Untuk stunting, pengukuran dilakukan pada usia 0 – 2 tahun. Sedangkan untuk usia 2 – 5 tahun, masuk kategori gizi buruk.

“Di Sulsel angka stunting kita masih tinggi, 27 persen. Ini tentu menjadi PR bersama, dan sekarang sudah ada aplikasi Inzting, Ikhtiar Menzerokan Stunting, ini agar pendataan kita seragam dan penanganan tepat sasaran,” jelasnya.

Sementara, Bupati Soppeng, Kaswadi Razak, mengungkapkan, kasus stunting di Soppeng mencapai 1.100 kasus atau sekitar 10 persen. Menurutnya, untuk menyelesaikan stunting sangat sederhana, namun harus fokus dalam penanganannya. Tetapi, ada beberapa hal yang harus dibenahi dalam pendataan.

Kaswadi mencontohkan di Desa Umpungeng, banyak anak dikategorikan stunting karena ukuran tubuhnya yang tidak tinggi. Padahal, secara fisik kondisi mereka sangat sehat.

“Di Desa Umpungeng kalau dilihat fisik anak-anak sehat sekali, apalagi kalau sudah mulai jalan. Tapi ukuran badannya tidak tinggi, akhirnya dikategorikan stunting. Padahal disana secara genetik memang penduduknya pendek-pendek,” kata Kaswadi.

Ia berharap, pemerintah daerah bersama TP PKK bersinergi dalam penanganan stunting, gizi buruk, dan kemiskinan ekstrim, yang juga menjadi program prioritas nasional.

Dalam kesempatan ini, Pj Ketua TP PKK Sulsel Sofha Marwah Bahtiar didampingi Ketua TP PKK Soppeng Nurjannah Kaswadi, menyerahkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita. (*)

Baca juga

Apresiasi Capaian Jajaran di Bali, Wamen Ossy Tekankan Pentingnya Peningkatan Kualitas Pelayanan dan Data Pertanahan

14 Maret 2026 - 19:26 WITA

Bicarakan Digitalisasi Layanan Pertanahan di Universitas Udayana, Wamen Ossy: Bukan Sekadar Ganti Dokumen Kertas ke Digital

14 Maret 2026 - 19:22 WITA

TP PKK dan DWP Luwu Gelar Amaliah Ramadhan, Berbagi Takjil hingga Buka Puasa Bersama

14 Maret 2026 - 16:22 WITA

Balita yang Sempat Hilang Ditemukan Meninggal di Pengairan Ponrang Selatan

12 Maret 2026 - 12:12 WITA

Hangatnya Kebersamaan Ramadan, BPN Luwu Buka Puasa Bersama PPAT dan IWO Luwu Raya

11 Maret 2026 - 21:31 WITA

Trending di Daerah