Menu

Mode Gelap
Balita yang Sempat Hilang Ditemukan Meninggal di Pengairan Ponrang Selatan Hangatnya Kebersamaan Ramadan, BPN Luwu Buka Puasa Bersama PPAT dan IWO Luwu Raya Dukung Gerakan Pangan Murah, Ketua TP-PKK Luwu Kurniah Patahudding Tinjau Langsung Antusiasme Warga di Belopa Jelang Ramadan dan Idul Fitri, Pemkab Luwu Gelar Gerakan Pangan Murah: Warga Bisa Beli Sembako Harga Terjangkau Kapolres Luwu Pimpin Apel Pagi dan Pemeriksaan Senpi, Tegaskan Disiplin serta Kepatuhan Prosedur Sambut Idul Fitri 1447 H, Pemkab Luwu Perkuat Koordinasi Jaga Keamanan dan Stabilitas Daerah

Daerah

Setelah Rammang-rammang, Bantimurung Jadi Sasaran Program Budidaya Sukun

badge-check


					Setelah Rammang-rammang, Bantimurung Jadi Sasaran Program Budidaya Sukun Perbesar

MAROS,-TEROPONGSULSELJAYA.Com – Setelah kawasan wisata Rammang-rammang, budidaya sukun juga dilakukan di Kawasan Taman Nasional Bantimurung. Penanaman dilaksanakan Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin bersama Bupati Maros Chaidir Syam, Selasa, 30 Januari 2024.

Bupati Chaidir Syam menyampaikan, penanaman atau budidaya pohon sukun di Maros dilakukan di lokasi wisata, seperti Rammang-rammang dan Bantimurung.

“Sukun di sini kita kembali penanaman, paling utama ini adalah program lanjutan untuk program sejuta sukun, termasuk di Rammang-rammang dan tempat wisata Bantimurung,” kata Chaidir Syam.

Selain di lahan kosong, penanaman juga dilakukan di bantaran sungai yang ada di taman nasional tersebut.

“Untuk pinggir sungai, di hutan-hutan juga akan kita tanami. Di Maros sesuai lahan, tadi Pak Gubernur minta kalau ada lahan yang kosong,” ujarnya.

Sementara, Kepala Instalasi Pengamatan, Peramalan dan Pengendalian OPT atau IP3OPT Maros, Yumarto, yang juga ikut melakukan penanaman menyampaikan, sukun merupakan pangan alternatif.

“Sukun ini pangan alternatif dan tanaman yang juga sudah banyak dikenal di masyarakat. Memang perlu dikembangkan, supaya masyarakat juga ada pilihan,” ujarnya.

Ia mengatakan, selama ini masyarakat hanya ketergantungan beras sebagai pangan utama. Menurutnya, sukun bisa menjadi pengganti, jika dibiasakan dikonsumsi.

“Ini sukun kalau kita konsumsi juga kita bisa kenyang tanpa makan beras. Kalau kita biasakan konsumsi, jadi adalah alternatif. Kita jangan selalu tergantung dengan makanan utama beras, padahal ada pilihan. Kalau ini dikembangkan, luar biasa,” tuturnya.

Ia menambahkan, sukun cocok dikembangkan di Kawasan Bantimurung. “Di Bantimurung cocok. Kalau kita di Sulsel, hampir semua lahannya bisa. Makanya luar biasa program Pak Gubernur, bagaimana masyarakat bisa menanam ini. Dan ini bagus sekali,” pungkasnya. (*)

Baca juga

Balita yang Sempat Hilang Ditemukan Meninggal di Pengairan Ponrang Selatan

12 Maret 2026 - 12:12 WITA

Hangatnya Kebersamaan Ramadan, BPN Luwu Buka Puasa Bersama PPAT dan IWO Luwu Raya

11 Maret 2026 - 21:31 WITA

Dukung Gerakan Pangan Murah, Ketua TP-PKK Luwu Kurniah Patahudding Tinjau Langsung Antusiasme Warga di Belopa

11 Maret 2026 - 20:28 WITA

Jelang Ramadan dan Idul Fitri, Pemkab Luwu Gelar Gerakan Pangan Murah: Warga Bisa Beli Sembako Harga Terjangkau

11 Maret 2026 - 20:15 WITA

Sambut Idul Fitri 1447 H, Pemkab Luwu Perkuat Koordinasi Jaga Keamanan dan Stabilitas Daerah

10 Maret 2026 - 19:33 WITA

Trending di Daerah