BUTON,-TEROPONGSULSELJAYA.Com- Di Lansir dari chanel youtube Ekspedisi Dzikir Qurba Butuuni. Pada minggu 5 Mei 2024. Keempat Barata melakukan kunjungan silaturrahim adat di Kesultanan Buton.
Kedatangan 4 Raja Barata, yaitu; Yang Mulia Raja Muna, Yang Mulia Raja Tiworo, Yang Mulia Raja Kolisusu dan Yang Mulia
Perwakilan Raja Kaledupa disambut hangat oleh Yang Mulia Sapati Kesultanan Buton, Yang Mulia Bonto Ogena Matanaeyo dan Yang Mulia Bonto Ogena Sukanaeyo serta para Yang Mulia Bontona Siolimbona Kesultanan Buton yang diringi dengan tarian adat mangaru, sebagai tarian adat penyambutan tamu kehormatan para Raja Empat Barata.

Turut hadir pula dalam acara Silaturrahim Adat dan Musyawarah Adat tersebut beberapa Sara dan Parabela dari wilayah kadie Kesultanan Buton.
Kunjungan Silaturrahim Adat Empat Raja Barata adalah dalam rangka mempererat kembali jalinan persaudaraan berdasarkan silsilah leluhur Raja dan Sultan dari masa Kerajaan Buton sampai pada masa Kesultanan Buton.
Kemudian mengenang kembali sejarah peranan 4 Barata sebagai sistem pertahanan Barata di wilayah kedaulatan Kerajaan Barata dan Kesultanan Buton berdasarkan kesepakatan antara Empat Kerajaan Barata bersama pemerintah
Kesultanan Buton yang kemudian dirumuskan dalam Falsafah Negri Buton yang di jadikan prinsip kehidupan para leluhur Kerajaan dan Kesultanan Buton ;
*“Bholimo arataa somanamo karo, Bholimo karo somanamo lipu, Bholimo lipu somanamo sara, Bholimo
sara somanamo Agama”.*
Yang Bermakna; Korbankanlah harta demi keselamatan diri, Korbankanlah diri demi keselamatan negeri,korbankanlah negeri demi keselamatan pemerintah/negri, korbankanlah negri demi keselamatan agama Demi menjaga dan mempertahankan wilayah kedaulatan Kerajaan Barata dan Kesultanan Buton dari gangguan VOC dan musuh.
Sebagai informasi bagi Empat Raja Barata khususnya dan kepada masyarakat Buton yang hadir maupun yang tidak hadir, secara umum juru bicara LAKB menyampaikan bahwa Jum’at depan, tepat pada 00.00 Siolimbona akan melakukan Fali untuk menetapkan Sultan Buton Setelah Fali (penetapan Sultan Buton terpilih) dalam waktu dekat akan dilaksanakan Sukaena Pau (Pengumuman Sultan Buton) dan Buliangana Pau (pelantikan sultan buton), dalam kesempatan itu juru bicara LAKB,
Pak Hasmi ilimin, Kapitalao matanaeo.
mengundang secara langsung, Yang Mulia Raja Muna La Ode Sirat Imbo yang di wakili oleh Yang Mulia La Ode Mazaki beserta seluruh perangkat adatnya, Yang Mulia Raja Kulisusu Ir. La Ode Ahlul Mussafi beserta seluruh perangkat adatnya, Yang Mulia Raja Tiworo La Ode Soleh Mangkauwany beserta seluruh perangkat adatnya dan Yang Mulia Raja Kaledupa beserta seluruh perangkatnya,
untuk hadir kembali pada pelaksanaan Sukaena Pau di Kesultanan Buton.
Setelah menyampaikan undangan tersebut Juru bicara menutup acara silaturrahim dan musyawarah Adat dengan pesan persaudaraan; “Dan Kekerabatan ini kita mulai dengan meletakkan kesetaraan bahwa Kerajaan Muna adalah Kerajaan besar, Kerajaan Tiworo adalah Kerajaan Besar, Kerajaan Kulisusu adalah Kerajaan besar,
kerajaan Kalidupa adalah Kerajaan Besar di tengah saudaranya Kesultanan Buton, persaudaraan ini di umpamakan dalam
peribahasanya “Bersatu tidak berpadu bercerai tidak berperantara satu bagaikan jari jemari ini”. Setelah menyampaikan kata tersebut Silaturrahim dan musyawarah adat di tutup dengan Doa dan perjamuan.







