Menu

Mode Gelap
Kepala BPN Luwu Beri Penghargaan kepada Atlet IBCA MMA: Pengakuan Resmi atas Prestasi yang Tidak Bisa Diabaikan Akses Putus dan Logistik Habis, Kondisi Warga Rusip Antara Semakin Mengkhawatirkan Penyaluran BLT dan Insentif Tahap Akhir di Desa Temboe: Upaya Penguatan Ekonomi Rumah Tangga Berbasis Data dan Kebijakan Publik Sidang Pembacaan Dakwaan Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Lampuara Tahun 2022–2024 Digelar di Pengadilan Tipikor Makassar Gebyar Apresiasi GTK 2025, Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Kukuhkan Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan. IWO Luwu Raya Laporkan Dugaan Kejahatan Anggaran Proyek Jembatan Malutu ke Kejari Luwu: Publik Menuntut Penindakan Tanpa Ampun

Daerah

MIRIS, Gagal Lolos Lomba, Ortu Maki Guru Dalam Group WhatsApp

badge-check


					MIRIS, Gagal Lolos Lomba, Ortu Maki Guru Dalam Group WhatsApp Perbesar

teropongsulseljaya.com , Dobo, Kepulauan Aru, Maluku – Peran dan fungsi guru dalam membentuk serta menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk kemajuan bangsa dan negara malah kerap mendapatkan cacian serta makian dari berbagai kalangan, salah satunya terlontar dari chat WhatsApp Group salah satu orang tua siswa di MIS Al-Hudzaifah DOBO, Kepulauan Aru, Maluku Sabtu, 06/07/2024.

Oplus_131072

Kalimat menyakitkan perasaan dan menjatuhkan martabat bagi profesi guru disekolah itu bertuliskan ;

” (Stop dengan kamong pung kegiatan bodoh bgitu) “,
” (Kamong guru” itu bodoh bgimna anak mau cerdas) ”

Terlontarnya chat ini, diduga keras lantaran kecewa anaknya tidak lolos dalam seleksi Kompetensi Sains Madrasah (KSM) yang tengah digelar saat ini.

Dari informasi yang dihimpun, selang beberapa saat setelah orang tua siswa tersebut mengirimkan chat kasar yang menyinggung perasaan para guru dalam group, orang tua siswa tersebut langsung Leave dalam group tanpa meninggalkan jejak permintaan maaf atas tindakan tidak terpuji itu.

Kekecewaan tersebut pun terunggah di Media Sosial dengan Akun “Myesha Jumalisacia” yang diduga merupakan salah satu guru dari sekolah tersebut.

Oplus_131072

“Gimana perasaan guru-guru yang mendapat chat begini dari orang tua siswa karena anaknya tidak lolos LOMBA,”

“Maaf saya guru yang masih labil. Emosi saya belum terbentuk menjadi kebijaksanaan. Hal ini sudah saya laporkan ke kepsek. Entah bagaimana itu terserah pimpinan. Tapi saya sakit hati membaca ini, memang betul ini pun akan menjadi bahan kajian kami para guru agar bisa lebih baik kedepannya,”. Tulis akun tersebut.

Dari informasi yang terhimpun, Untuk mempersiapkan anak didik dalam ajang tersebut, Para guru meluangkan waktunya fokus memberikan pembekalan ekstra seperti Les Tambahan guna mendapatkan hasil maksimal dalam perlombaan ini. Meskipun pada akhirnya kurang memuaskan namun akan menjadi catatan buat MIS Al-Hudzaifah kedepannya.

Perlu diketahui bahwa Kompetisi Sains Madrasah (KSM) merupakan ajang kompetisi dalam bidang Sains yang telah menjadi agenda resmi Kementerian Agama mulai jenjang MI, MTs hingga MA serta rutin digelar tiap tahunnya.

MIS Al-Hudzaifah menjadi salah satu peserta dengan mengirim lima (5) orang siswanya untuk bertarung di tingkat kabupaten/kota.

Oplus_131072

Dua (2) Siswa diantaranya, “Chyka Kaila Kippa dan Muhammad Abdul Qodir” berhasil menjadi juara tingkat kabupaten dan akan melanjutkan perlombaan ketingkat Provinsi mewakili Kabupaten Kepulauan Aru. (Red)

Baca juga

Penyaluran BLT dan Insentif Tahap Akhir di Desa Temboe: Upaya Penguatan Ekonomi Rumah Tangga Berbasis Data dan Kebijakan Publik

3 Desember 2025 - 17:01 WITA

Sidang Pembacaan Dakwaan Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Lampuara Tahun 2022–2024 Digelar di Pengadilan Tipikor Makassar

3 Desember 2025 - 16:48 WITA

Gebyar Apresiasi GTK 2025, Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Kukuhkan Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan.

2 Desember 2025 - 20:01 WITA

Bupati Luwu Buka ProASN dan Sosialisasi Manajemen Talenta ASN

1 Desember 2025 - 17:54 WITA

Proyek Jembatan Malutu, Desa Posi Diwarnai Kontroversi; Pernyataan Kepala BPBD Dinilai Kontradiktif dan Meremehkan Publik

28 November 2025 - 22:04 WITA

Trending di Daerah