Menu

Mode Gelap
Semarak MTQ XXXIV Sulsel 2026 Resmi Dibuka, Bupati Luwu Tunjukkan Dukungan Penuh untuk Generasi Qur’ani Perkuat Integritas dan Kinerja, DPRD Luwu Ikuti Bimtek Transparansi Tata Kelola Pemerintahan Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal Penyuluhan PTSL Terintegrasi ILASPP di Desa Rumaju, Dorong Kesadaran Masyarakat akan Kepastian Hukum Tanah Penyuluhan PTSL Terintegrasi ILASPP di Salubua, Warga Diimbau Tertib Batas Tanah dan Hindari Sengketa Kantor Pertanahan Kabuapten Luwu Edukasi Warga Setiarejo Terkait PTSL Terintegrasi ILASPP, Perkuat Transparansi dan Kepastian Hukum Pertanahan

Daerah

MIRIS, Gagal Lolos Lomba, Ortu Maki Guru Dalam Group WhatsApp

badge-check


					MIRIS, Gagal Lolos Lomba, Ortu Maki Guru Dalam Group WhatsApp Perbesar

teropongsulseljaya.com , Dobo, Kepulauan Aru, Maluku – Peran dan fungsi guru dalam membentuk serta menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk kemajuan bangsa dan negara malah kerap mendapatkan cacian serta makian dari berbagai kalangan, salah satunya terlontar dari chat WhatsApp Group salah satu orang tua siswa di MIS Al-Hudzaifah DOBO, Kepulauan Aru, Maluku Sabtu, 06/07/2024.

Oplus_131072

Kalimat menyakitkan perasaan dan menjatuhkan martabat bagi profesi guru disekolah itu bertuliskan ;

” (Stop dengan kamong pung kegiatan bodoh bgitu) “,
” (Kamong guru” itu bodoh bgimna anak mau cerdas) ”

Terlontarnya chat ini, diduga keras lantaran kecewa anaknya tidak lolos dalam seleksi Kompetensi Sains Madrasah (KSM) yang tengah digelar saat ini.

Dari informasi yang dihimpun, selang beberapa saat setelah orang tua siswa tersebut mengirimkan chat kasar yang menyinggung perasaan para guru dalam group, orang tua siswa tersebut langsung Leave dalam group tanpa meninggalkan jejak permintaan maaf atas tindakan tidak terpuji itu.

Kekecewaan tersebut pun terunggah di Media Sosial dengan Akun “Myesha Jumalisacia” yang diduga merupakan salah satu guru dari sekolah tersebut.

Oplus_131072

“Gimana perasaan guru-guru yang mendapat chat begini dari orang tua siswa karena anaknya tidak lolos LOMBA,”

“Maaf saya guru yang masih labil. Emosi saya belum terbentuk menjadi kebijaksanaan. Hal ini sudah saya laporkan ke kepsek. Entah bagaimana itu terserah pimpinan. Tapi saya sakit hati membaca ini, memang betul ini pun akan menjadi bahan kajian kami para guru agar bisa lebih baik kedepannya,”. Tulis akun tersebut.

Dari informasi yang terhimpun, Untuk mempersiapkan anak didik dalam ajang tersebut, Para guru meluangkan waktunya fokus memberikan pembekalan ekstra seperti Les Tambahan guna mendapatkan hasil maksimal dalam perlombaan ini. Meskipun pada akhirnya kurang memuaskan namun akan menjadi catatan buat MIS Al-Hudzaifah kedepannya.

Perlu diketahui bahwa Kompetisi Sains Madrasah (KSM) merupakan ajang kompetisi dalam bidang Sains yang telah menjadi agenda resmi Kementerian Agama mulai jenjang MI, MTs hingga MA serta rutin digelar tiap tahunnya.

MIS Al-Hudzaifah menjadi salah satu peserta dengan mengirim lima (5) orang siswanya untuk bertarung di tingkat kabupaten/kota.

Oplus_131072

Dua (2) Siswa diantaranya, “Chyka Kaila Kippa dan Muhammad Abdul Qodir” berhasil menjadi juara tingkat kabupaten dan akan melanjutkan perlombaan ketingkat Provinsi mewakili Kabupaten Kepulauan Aru. (Red)

Baca juga

Penyuluhan PTSL Terintegrasi ILASPP di Desa Rumaju, Dorong Kesadaran Masyarakat akan Kepastian Hukum Tanah

11 April 2026 - 08:42 WITA

Penyuluhan PTSL Terintegrasi ILASPP di Salubua, Warga Diimbau Tertib Batas Tanah dan Hindari Sengketa

11 April 2026 - 08:38 WITA

Kantor Pertanahan Kabuapten Luwu Edukasi Warga Setiarejo Terkait PTSL Terintegrasi ILASPP, Perkuat Transparansi dan Kepastian Hukum Pertanahan

11 April 2026 - 08:35 WITA

Sosialisasi PTSL Terintegrasi ILASPP di Tampumia dan Noling, Wujudkan Kepastian Hukum Pertanahan

11 April 2026 - 08:31 WITA

Sosialisasi PTSL Terintegrasi ILASPP di Desa Tanjong, Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Tegaskan Layanan Nol Rupiah dan Kepastian Hukum

11 April 2026 - 08:27 WITA

Trending di Daerah