Teropongsulseljaya.com Dobo, Maluku- Tidak lazim lagi momen Agustus menyambut perayaan HUT (Hari Ulang Tahun) Kemerdekaan RI (Republik Indonesia ) penuh dengan kemeriahan dan keceriaan. Berbagai macam kegiatan dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi masyarakat. Tentunya antusias mengikuti berbagai lomba serta menghadirkan pernak pernik Merah Putih sebagai hiasan sepanjang jalan jadi agenda wajib untuk memeriahkan suasana.
Gerak Jalan salah satu lomba yang sejatinya tak luput dari momen Agustusan. Tidak hanya menampilkan Ketangkasan Baris Berbaris, namun juga menyuguhkan ornamen kostum hingga Variasi yang dapat menghibur para penonton disepanjang rute jalur perlombaan.

Bergerak maju, konsisten dalam formasi, serta melawan keletihan serta sedikit bersahabat dari terik matahari menjadi bagian tak terpisahkan buat para peserta, namun semangat Nasionalisme yang besar menjadi penggugur atas semua keluh kesah sekaligus sebagai suplai power.
Tidak ingin melewatkan momen besar ini, para guru MIS Al-Hudzaifah Dobo turut andil menyemarakkan lomba gerak jalan dengan rute start Pelabuhan hingga finish di depan Lapangan Yos Soedarso Kota Dobo, kabupaten Kepulauan Aru, Rabu, 13/08/2025.
Menggunakan Kostum berwarna Cokelat Motif Batik ditambah Ornamen Adat Bumi Jargaria yang melekat dikepala, menambah kepercayaan diri para guru MIS Al-Hudzaifah untuk memberikan suguhan kepada seluruh lapisan masyarakat di Kota Dobo.
“Andi Nurraidah” salah satu guru mengatakan, Menjadi bagian dari lomba ini merupakan bentuk andil terhadap rasa syukur atas nikmat hasil para pejuang terdahulu.
“Turut andil dalam momen Agustusan ini merupakan ungkapan rasa syukur atas nikmat dari perjuangan para pahlawan yang gugur sekaligus sebagai bentuk gambaran sikap atas nasionalisme dan tentunya menjadi contoh buat anak didik kami di MIS Al-Hudzaifah Dobo kedepannya,” ungkapnya Rizdha sapaan akrab Guru MIS kelas V.
Sejalan dengan hal ini, dari pantauan tim Media sesaat rombongan guru melintas di rute yang berada didepan Koramil Dobo hingga mencapai garis finish, heboh Sorakan penonton memberikan semangat dan dukungan. Setelah ditelusuri, sebagian besar penonton tersebut merupakan Siswa beserta para orang tua siswa yang sudah lama menunggu kehadiran para pahlawan tanpa jasa memasuki garis finish.
“Katong su dari tadi ada tunggu rombongan guru-guru MIS masuk di finish par kasi semangat dan tepuk tangan. Mulai dari Koramil smpe deng garis finish ini semua yang ada ini siswa dan orang tua siswa ada nonton,” ungkap salah satu dari rombongan orang tua siswa.
Tempat yang sama, “Suriani Kaimudin, S.Pd” Selaku kepala sekolah juga menambahkan bahwa pengawalan sejak start hingga finish juga sebagai bentuk solidaritas sesama guru dan juga gambaran sikap atas bagian dari nasionalisme dan rasa cinta tanah air.
“Saya beserta guru-guru yang tidak tergabung dalam rombongan gerak jalan juga ikut mengawal secara langsung dari start hingga memasuki garis finish dengan berjalan dibelakang rombongan,” Ucap Kepala Sekolah.
Lanjut, “Kehadiran kami dalam bentuk pengawalan sebagai bentuk solidaritas yang siap sedia bilamana ada kebutuhan darurat dari rombongan tanpa harus menggangu formasi barisan dan tentunya kami selaku guru dalam momen ini memperlihatkan sikap atas nasionalisme itu sendiri sekaligus ungkapan tentunya bentuk rasa cinta tanah air.
Setibanya di garis finish, Rombongan MIS Al-Hudzaifah langsung berfoto bersama “Timotius Kaidel dan Mohamad Djumpa” Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Aru yang sebelumnya telah menanti kedatangan rombongan peserta gerak jalan digaris finish
(Jusmawan /Red)









