Menu

Mode Gelap
Personel Bag SDM dan Sat Samapta Polres Luwu Bagikan Brosur Penerimaan Polri 2026 Ramadan Penuh Berkah, Keluarga Besar Polres Luwu Berbagi Takjil dan Gelar Buka Puasa Bersama Wabup Luwu Buka Amaliyah Ramadhan PMR ke-XI, Tanamkan Semangat Kemanusiaan bagi Generasi Muda Wabup Luwu Dhevy Bijak Pawindu Hadiri Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Belopa Bupati Luwu Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Pusat, Dorong Hilirisasi dan Pengembangan Hortikultura Buktikan Komitmen dalam Memperbaiki Layanan, Satker Kementerian ATR/BPN Meraih 1 Predikat WBBM dan 31 Predikat WTAB

Daerah

Rakyat Bone Paksa Pemerintah Tunda Kenaikan PBB-P2, Bupati dan Wakil Bupati Hilang dari Publik, Polisi Pilih Mundur.

badge-check


					Rakyat Bone Paksa Pemerintah Tunda Kenaikan PBB-P2, Bupati dan Wakil Bupati Hilang dari Publik, Polisi Pilih Mundur. Perbesar

BONE, TEROPONGSULSELJAYA.com, -Gelombang perlawanan rakyat Bone terhadap kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang melonjak hingga 300 persen akhirnya memaksa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone mundur. Namun keputusan yang diambil Selasa malam, 19 Agustus 2025, hanya berupa penundaan, bukan pembatalan.

Sekitar pukul 00.43 dini hari, aparat kepolisian yang sejak siang berhadap-hadapan dengan ribuan massa memilih mundur setelah kesepakatan dengan koordinator lapangan aksi. Massa tetap bertahan, menolak pulang sebelum pemerintah memberikan jawaban tegas.

Sekda Bone, Andi Saharuddin, akhirnya mengumumkan penundaan kebijakan tersebut. Ia menyebut kenaikan PBB-P2 merupakan “temuan dari pemerintahan sebelumnya” dan menegaskan bahwa kebijakan itu akan dikaji ulang. “Kita tunda dan akan evaluasi total,” ujarnya.

Namun, di tengah ribuan rakyat yang turun ke jalan, sosok Bupati Andi Asman Sulaiman dan wakilnya tidak pernah muncul. Ketidakhadiran pemimpin daerah ini menambah kekecewaan massa yang sejak awal menuntut dialog langsung.

“Pagar dijebol, chaos, dan rakyat tetap bertahan. Karena yang ditunggu bupati tak kunjung muncul,” kata Rian, salah satu peserta aksi.

Sejak 15 Agustus, posko perlawanan telah berdiri, dijaga mahasiswa dan relawan. Logistik rakyat datang dari sumbangan kecil: air mineral dalam kardus, makanan ringan, hingga terpal lusuh. Sementara itu, negara justru menurunkan 1.000 aparat TNI-Polri bersenjata lengkap, bahkan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Koordinator Aliansi, Arfah, menegaskan bahwa penundaan bukan kemenangan sejati. “Kalau pemerintah keras, rakyat harus lebih keras,” tegasnya.

Bagi rakyat Bone, keputusan penundaan hanyalah bukti bahwa pemerintah baru bergerak ketika rakyat memaksa. Pertanyaan besar kini menggantung: apakah penundaan ini sekadar meredam amarah sesaat, atau awal dari perlawanan lebih besar jika kebijakan pajak tetap dipaksakan?
***kurty***

Baca juga

Wakil Bupati Luwu Hadiri Buka Puasa Bersama dan Penyerahan Sertipikat Wakaf, PTSL, serta Aset Pemda

5 Maret 2026 - 22:08 WITA

Forum Desa Wujudkan Aspirasi 21 Desa Wilayah Operasional, Pemkab Luwu dan MDA Realisasikan Program Kerja.

5 Maret 2026 - 12:22 WITA

Bupati Patahudding Genjot Reformasi Pengelolaan Sampah, Luwu Masuk Status Pembinaan

5 Maret 2026 - 03:04 WITA

Bupati Luwu Dorong Kolaborasi Strategis, Forum Desa PT Masmindo Jadi Titik Awal Investasi Berkelanjutan

3 Maret 2026 - 23:55 WITA

Sinergi Cegah Stunting, Luwu Kantongi Penghargaan MBG 3B Tahun 2026

3 Maret 2026 - 17:52 WITA

Trending di Daerah