MAKASSAR, TEROPONGSULSELJAYA.com, – Kejuaraan Pencak Silat Makassar Championship IV Tingkat Nasional Tahun 2025 yang digelar di GOR Sudiang, Kota Makassar, pada 19–21 Desember 2025, berlangsung sukses dan melahirkan banyak prestasi membanggakan dari berbagai daerah di Indonesia.
Salah satu kontingen yang mencuri perhatian adalah Pimda Tapak Suci 195 Luwu. Pada kategori tingkat remaja, kontingen ini berhasil meraih Juara Umum I dengan perolehan 26 medali emas, 16 medali perak, dan 21 medali perunggu. Atas capaian tersebut, Pimda Tapak Suci 195 Luwu juga dinobatkan sebagai Juara Favorit II pada kejuaraan bergengsi tingkat nasional ini.
Prestasi tersebut menegaskan konsistensi Tapak Suci 195 Luwu dalam pembinaan atlet usia remaja, sekaligus menjadi bukti bahwa daerah mampu bersaing dan tampil dominan di level nasional.

Selain capaian tim, kejuaraan ini juga menampilkan pesilat-pesilat terbaik dari berbagai kategori usia, mulai dari usia dini, pra remaja, remaja hingga dewasa, serta menetapkan juara umum dan juara favorit berdasarkan akumulasi perolehan medali.
Sekretaris IPSI Luwu, Kurniawan, menilai Makassar Championship IV sebagai ajang penting dalam proses pembinaan atlet pencak silat daerah. Menurutnya, kejuaraan ini memberi ruang kompetisi yang sehat sekaligus mengukur kesiapan atlet untuk naik ke jenjang prestasi yang lebih tinggi.
Apresiasi juga datang dari kalangan orang tua atlet. Irfan, salah satu orang tua atlet Tapak Suci 195 Luwu, berharap perhatian pemerintah terhadap prestasi atlet pencak silat tidak berhenti pada level kejuaraan saja.
“Kami berharap pemerintah, khususnya KONI, bisa hadir dan memberikan apresiasi nyata kepada para atlet. Mereka berlatih keras, membawa nama daerah, dan sudah sepatutnya mendapat dukungan serta perhatian yang lebih serius,” ujar Irfan.
Kejuaraan Makassar Championship IV 2025 tidak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga momentum evaluasi dan penguatan pembinaan atlet pencak silat nasional, dengan harapan lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah hingga ke tingkat internasional.
***red/kty***






