Menu

Mode Gelap
Bupati Luwu H. Patahudding Serukan Perang terhadap Judi Online di Awal Ramadhan 1447 H Malam Pertama Ramadan 1447 H, Wabup Luwu Ajak Warga Perkuat Iman dan Kepedulian Sosial Bupati Luwu Ganjar Juara MTQ XXXIV dengan Paket Umrah dan Hadiah Puluhan Juta Rupiah Jelang Ramadan 1447 H, Pemkab Luwu Gelar Gerakan Pangan Murah di Pasar Lama Bajo Ponrang Sabet Juara Umum MTQ XXXIII Luwu, H. Patahudding Dorong Kebangkitan Generasi Qur’ani Wakil Bupati Luwu Buka Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadan 2026, Upaya Nyata Kendalikan Inflasi

Pendidikan

Tingkatkan Mutu Layanan Pendidikan, SD Negeri 25 Radda Uji Coba Sistem Lima Hari Sekolah

badge-check


					Tingkatkan Mutu Layanan Pendidikan, SD Negeri 25 Radda Uji Coba Sistem Lima Hari Sekolah Perbesar

KAB LUWU, TEROPONGSULSELJAYA.com – SD Negeri 25 Radda, Kabupaten Luwu, menggelar rapat sosialisasi rencana penerapan sistem lima hari sekolah sebagai upaya meningkatkan mutu layanan pendidikan sekaligus mengoptimalkan pelaksanaan Kurikulum Merdeka.

Rapat sosialisasi tersebut dilaksanakan pada Rabu, 14 Januari 2026, pukul 08.30 WITA, bertempat di Aula SD Negeri 25 Radda. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur sekolah, komite sekolah, orang tua murid, serta perwakilan pemerintah daerah.

Kegiatan sosialisasi bertujuan memberikan gambaran menyeluruh mengenai mekanisme dan tahapan uji coba sistem lima hari sekolah, sekaligus membangun pemahaman bersama antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendukung proses pendidikan yang lebih efektif dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.

Selain membahas teknis pelaksanaan, rapat juga menekankan pentingnya penguatan peran orang tua dalam pendampingan belajar anak di rumah. Hal ini sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang mendorong kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam proses pendidikan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Komite Sekolah Gazali Abidin yang mewakili Ketua Komite, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Andi Palanggi, jajaran dewan guru, serta para orang tua murid SD Negeri 25 Radda.

Kepala SD Negeri 25 Radda, Awalyah Syam, menjelaskan bahwa rencana penerapan sistem lima hari sekolah berangkat dari hasil rapat dewan guru dan pengamatan langsung terhadap kondisi peserta didik, khususnya pada hari Sabtu.

“Tahapannya kami mulai dari rapat dewan guru. Dari hasil pengamatan, pada hari Sabtu persentase kehadiran siswa sering menurun. Semangat belajar anak-anak juga tidak maksimal karena hari Sabtu banyak diisi kegiatan akhir pekan, seperti acara keluarga. Banyak siswa yang izin mengikuti orang tuanya,” ujar Awalyah Syam.

Ia menambahkan, kondisi tersebut berdampak pada proses pembelajaran. Tidak jarang, ketika siswa diajak belajar pada hari Sabtu, respons dan fokus belajar mereka kurang optimal.

“Melihat kondisi itu, kami kemudian melakukan survei dan komunikasi langsung kepada orang tua murid. Alhamdulillah, respons orang tua sangat baik dan sebagian besar menyatakan setuju dengan rencana lima hari sekolah,” jelasnya.

Setelah mendapat dukungan dari orang tua, pihak sekolah melanjutkan pembahasan bersama komite sekolah melalui rapat internal. Hasilnya, rencana tersebut juga mendapat sambutan positif.

“Supaya dasar kebijakannya lebih kuat, kami sepakat menghadirkan perwakilan orang tua, tokoh masyarakat, unsur pemerintah, serta unsur dari Dinas Pendidikan. Alhamdulillah, semuanya hadir dan dalam rapat tersebut disepakati bersama. Ketuk palu, setuju,” tambah Awalyah Syam.

Dari hasil rapat tersebut, disepakati bahwa SD Negeri 25 Radda akan melaksanakan uji coba sistem lima hari sekolah yang direncanakan dimulai pada hari Senin mendatang dan ditandai dengan peluncuran (launching) resmi di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu, Andi Palanggi, menyampaikan melalui pesan WhatsApp bahwa penerapan sistem lima hari sekolah telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017.

“Dalam regulasi tersebut, sekolah dengan kondisi dan kesiapan tertentu dapat memilih opsi lima hari sekolah. Kesiapan yang dimaksud meliputi sarana dan prasarana, ketersediaan guru, pengaturan jam belajar, kegiatan ekstrakurikuler, serta telah melalui musyawarah dengan orang tua murid. Dan ini sudah dilakukan oleh SD Negeri 25 Radda,” jelasnya.

Ia menegaskan, Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu akan terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan uji coba tersebut.

“Jika dalam pelaksanaannya tidak menunjukkan perubahan ke arah yang lebih positif atau tidak memberikan dampak yang lebih baik, maka sistem pembelajaran akan dikembalikan ke sistem sebelumnya,” tegas Andi Palanggi.

Melalui uji coba ini, SD Negeri 25 Radda berharap dapat menciptakan suasana belajar yang lebih efektif, seimbang, dan kondusif, sekaligus memberikan ruang yang lebih optimal bagi penguatan karakter peserta didik melalui sinergi antara sekolah dan keluarga.(aidil)

Baca juga

Kejari Luwu Sosialisasikan Pencegahan Bullying Lewat Program Jaksa Masuk Sekolah

8 Januari 2026 - 06:25 WITA

Luwu Bergemuruh! One Day Trail Adventure Bhayangkara 2025 Sukses Gaet 2.389 Rider

7 Desember 2025 - 17:44 WITA

Sekolah Budaya Luwu Resmi Dibuka: Upaya Menghidupkan Kembali Peradaban dan Identitas Lokal

6 Desember 2025 - 07:20 WITA

Perayaan Hari Guru di SMPN 1 Satap Pa’batang Berlangsung Hangat dan Penuh Kekeluargaan

25 November 2025 - 20:26 WITA

Rayakan Hari Guru, Pesantren Nurul Djadid Teken MoU dan Gelar Pelatihan Pengelolaan Bank Sampah

25 November 2025 - 18:41 WITA

Trending di Pendidikan