Menu

Mode Gelap
Bupati Luwu Minta Kades-Lurah Bua Jaga Kondusivitas, UHC & RS Regional Jadi Prioritas Kantah Luwu Berikan Penghargaan Pegawai Terbaik Sebagai Bentuk Apresiasi Kinerja dan Dedikasi Apel Pagi Kantah Luwu Tekankan Percepatan Program Strategis Nasional dan Peningkatan Kinerja Pelayanan Wujud Kepedulian Lingkungan dalam Rangka Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Kantah Luwu Laksanakan Kerja Bakti Bersama Kantah Luwu Hadiri Apel Bersama Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Wujudkan Aksi Nyata untuk Iklim Lantik 130 Pejabat, Menteri ATR/Kepala BPN: Berikan Manfaat dan Pelayanan yang Adil bagi Masyarakat

Pendidikan

Tingkatkan Mutu Layanan Pendidikan, SD Negeri 25 Radda Uji Coba Sistem Lima Hari Sekolah

badge-check


					Tingkatkan Mutu Layanan Pendidikan, SD Negeri 25 Radda Uji Coba Sistem Lima Hari Sekolah Perbesar

KAB LUWU, TEROPONGSULSELJAYA.com – SD Negeri 25 Radda, Kabupaten Luwu, menggelar rapat sosialisasi rencana penerapan sistem lima hari sekolah sebagai upaya meningkatkan mutu layanan pendidikan sekaligus mengoptimalkan pelaksanaan Kurikulum Merdeka.

Rapat sosialisasi tersebut dilaksanakan pada Rabu, 14 Januari 2026, pukul 08.30 WITA, bertempat di Aula SD Negeri 25 Radda. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur sekolah, komite sekolah, orang tua murid, serta perwakilan pemerintah daerah.

Kegiatan sosialisasi bertujuan memberikan gambaran menyeluruh mengenai mekanisme dan tahapan uji coba sistem lima hari sekolah, sekaligus membangun pemahaman bersama antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendukung proses pendidikan yang lebih efektif dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.

Selain membahas teknis pelaksanaan, rapat juga menekankan pentingnya penguatan peran orang tua dalam pendampingan belajar anak di rumah. Hal ini sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang mendorong kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam proses pendidikan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Komite Sekolah Gazali Abidin yang mewakili Ketua Komite, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Andi Palanggi, jajaran dewan guru, serta para orang tua murid SD Negeri 25 Radda.

Kepala SD Negeri 25 Radda, Awalyah Syam, menjelaskan bahwa rencana penerapan sistem lima hari sekolah berangkat dari hasil rapat dewan guru dan pengamatan langsung terhadap kondisi peserta didik, khususnya pada hari Sabtu.

“Tahapannya kami mulai dari rapat dewan guru. Dari hasil pengamatan, pada hari Sabtu persentase kehadiran siswa sering menurun. Semangat belajar anak-anak juga tidak maksimal karena hari Sabtu banyak diisi kegiatan akhir pekan, seperti acara keluarga. Banyak siswa yang izin mengikuti orang tuanya,” ujar Awalyah Syam.

Ia menambahkan, kondisi tersebut berdampak pada proses pembelajaran. Tidak jarang, ketika siswa diajak belajar pada hari Sabtu, respons dan fokus belajar mereka kurang optimal.

“Melihat kondisi itu, kami kemudian melakukan survei dan komunikasi langsung kepada orang tua murid. Alhamdulillah, respons orang tua sangat baik dan sebagian besar menyatakan setuju dengan rencana lima hari sekolah,” jelasnya.

Setelah mendapat dukungan dari orang tua, pihak sekolah melanjutkan pembahasan bersama komite sekolah melalui rapat internal. Hasilnya, rencana tersebut juga mendapat sambutan positif.

“Supaya dasar kebijakannya lebih kuat, kami sepakat menghadirkan perwakilan orang tua, tokoh masyarakat, unsur pemerintah, serta unsur dari Dinas Pendidikan. Alhamdulillah, semuanya hadir dan dalam rapat tersebut disepakati bersama. Ketuk palu, setuju,” tambah Awalyah Syam.

Dari hasil rapat tersebut, disepakati bahwa SD Negeri 25 Radda akan melaksanakan uji coba sistem lima hari sekolah yang direncanakan dimulai pada hari Senin mendatang dan ditandai dengan peluncuran (launching) resmi di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu, Andi Palanggi, menyampaikan melalui pesan WhatsApp bahwa penerapan sistem lima hari sekolah telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017.

“Dalam regulasi tersebut, sekolah dengan kondisi dan kesiapan tertentu dapat memilih opsi lima hari sekolah. Kesiapan yang dimaksud meliputi sarana dan prasarana, ketersediaan guru, pengaturan jam belajar, kegiatan ekstrakurikuler, serta telah melalui musyawarah dengan orang tua murid. Dan ini sudah dilakukan oleh SD Negeri 25 Radda,” jelasnya.

Ia menegaskan, Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu akan terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan uji coba tersebut.

“Jika dalam pelaksanaannya tidak menunjukkan perubahan ke arah yang lebih positif atau tidak memberikan dampak yang lebih baik, maka sistem pembelajaran akan dikembalikan ke sistem sebelumnya,” tegas Andi Palanggi.

Melalui uji coba ini, SD Negeri 25 Radda berharap dapat menciptakan suasana belajar yang lebih efektif, seimbang, dan kondusif, sekaligus memberikan ruang yang lebih optimal bagi penguatan karakter peserta didik melalui sinergi antara sekolah dan keluarga.(aidil)

Baca juga

978 Santri Ikuti Khotmul Qur’an Metode Ummi di Luwu, Pemkab: Bangun Generasi Berakhlak Qurani

7 Juni 2026 - 22:22 WITA

Wabup Luwu Resmikan Gedung Pendidikan Hidayatullah Bosso, Wisuda Tahfidz Jadi Momentum Lahirnya Generasi Qur’ani

9 Maret 2026 - 09:43 WITA

Wabup Luwu Buka Amaliyah Ramadhan PMR ke-XI, Tanamkan Semangat Kemanusiaan bagi Generasi Muda

7 Maret 2026 - 17:57 WITA

Kejari Luwu Sosialisasikan Pencegahan Bullying Lewat Program Jaksa Masuk Sekolah

8 Januari 2026 - 06:25 WITA

Luwu Bergemuruh! One Day Trail Adventure Bhayangkara 2025 Sukses Gaet 2.389 Rider

7 Desember 2025 - 17:44 WITA

Trending di Daerah