KAB LUWU, TEROPONGSULSELJAYA. com, – Pemerintah Desa Cimpu, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, menggelar Rembuk Stunting dengan tema “Bebaskan Keluarga dari Stunting Menuju Desa Cimpu yang Sehat, Bersih, Cerdas, dan Maju”, Selasa (20/1/2026).
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyatukan komitmen pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menekan angka stunting sekaligus memperkuat upaya pencegahan sejak dini.
Kepala Desa Cimpu, Alimuddin, dalam sambutannya mengakui adanya rasa kecewa sekaligus malu setelah menerima laporan dari bidan desa bahwa Desa Cimpu belum mencapai target penurunan stunting. Namun, ia menegaskan kondisi tersebut justru menjadi motivasi dan inspirasi untuk bangkit.

“Kalau antusias kepala dusun dan kader sudah tinggi, tapi target belum tercapai, berarti ada masalah besar yang harus kita cari bersama. Stunting harus menjadi prioritas utama,” tegas Alimuddin.
Ia juga menekankan pentingnya kerja bersama yang dilandasi keikhlasan. Pemerintah desa, kata dia, siap mendukung penuh upaya pencegahan stunting, termasuk penyediaan bubur tambahan gizi, alokasi Rp300 ribu per bulan untuk setiap posyandu sehingga jumlah posyandu bertambah dari satu menjadi dua, serta penganggaran 15 persen dana desa khusus penanganan stunting.
Sementara itu, Camat Suli, Agussalim, mempertanyakan akar persoalan tingginya kasus stunting di desa tersebut. Ia berharap rembuk ini mampu melahirkan solusi konkret agar Desa Cimpu benar-benar bebas dari stunting di masa mendatang.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya sanitasi lingkungan.
“Sebelum mendirikan rumah, pastikan sudah memiliki WC. Ini harus disampaikan oleh seluruh kepala dusun kepada warganya,” ujarnya.
Dari sisi kesehatan, Hj. Munawarah, S.K.M., Penanggung Jawab Gizi Puskesmas Suli, memaparkan perkembangan terbaru kasus stunting di Desa Cimpu. Ia menyebutkan bahwa pada penimbangan Agustus lalu terdapat enam kasus stunting, namun hingga akhir Desember jumlahnya menurun menjadi dua kasus.

“Untuk balita kurus (wasting) masih ada dua anak, dan satu anak dengan berat badan kurang. Total ada lima anak yang masih bermasalah gizi,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya pencegahan sejak masa kehamilan, di antaranya dengan mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) hingga habis, karena kandungan zat besi dan asam folat sangat penting untuk mencegah anemia serta cacat pada janin.
Selain itu, ia mengingatkan agar bayi usia 0–6 bulan hanya diberikan ASI eksklusif, sementara anak usia 6–23 bulan harus mendapatkan makanan pendamping ASI (MP-ASI) bergizi seimbang. Menurutnya, salah satu penyebab stunting adalah pemberian susu formula yang berlebihan dibandingkan ASI.
Dalam sesi dialog, seorang warga menanyakan kekhawatiran sebagian ibu yang enggan memberikan imunisasi polio karena anak mengalami demam setelah disuntik. Menanggapi hal tersebut, Hj. Munawarah menjelaskan bahwa demam merupakan reaksi normal imunisasi dan dapat diatasi dengan pemberian obat penurun panas.
“Imunisasi sangat penting untuk perlindungan jangka panjang. Lengkapi imunisasi agar anak terlindungi dan terhindar dari risiko stunting,” tegasnya.
Ia menutup pemaparannya dengan pesan sederhana namun kuat:
“Cegah stunting dengan mencukupi gizi dan memperbaiki sanitasi.”
Menutup kegiatan, Kepala Desa Cimpu kembali menegaskan sikap tegasnya terhadap penanganan stunting. Ia meminta seluruh kader bekerja aktif dan tidak hanya sebatas nama.
“Ini bukan kepentingan pribadi, ini kepentingan bersama. Saya tidak mau dengar ada masalah tapi tidak ditangani. Insya Allah desa siap menganggarkan bubur ayam sebagai bagian dari intervensi gizi,” tandasnya.
Rembuk stunting ini dihadiri oleh Nurdin Daming, S.Ag. (Ketua BPD Cimpu), Muh. Ridwan (Pendamping Desa), Drs. Makmur Jaya (Ketua BUMDes Lelau Ni Cimpu), Hilal Abdu (Ketua KDMP Cimpu), Sudirman (Penyuluh KB), Jusman (Babinsa), Sri Wahyuni (Pendamping Lokal Desa), Muliani (Ketua TP PKK Cimpu), perangkat desa, serta masyarakat Desa Cimpu.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat, Desa Cimpu optimistis dapat mewujudkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan bebas stunting.(aidil)






