Menu

Mode Gelap
Bapanas Bersama Pemkab dan Polres Luwu Sidak Harga dan Mutu Pangan di Pasar Belopa Jelang Idul Fitri 1447 H MDA Gelar Media Iftar , Pererat Silaturahmi dengan Insan Pers Dorong Pemekaran Luwu Tengah, Kepala Daerah Luwu Raya Sampaikan Aspirasi ke Ketua Komisi II DPR RI Penganugerahan Pemenang Kompetisi KRISTAL 2026, Apresiasi atas Gagasan Inovasi dalam Pelayanan Pertanahan Dukung Ketahanan Pangan, Pemerintah Akan Tetapkan Lahan Sawah yang Dilindungi di 12 Provinsi Sosialisasi Regulasi tentang Organisasi dan Tata Kerja, Sekjen ATR/BPN Tekankan Empat Pesan Strategis

Daerah

Pemkab Luwu dan Masmindo Dwi Area Serahkan Fasilitas Pengolahan Nilam: Perkuat Usaha dan Peluang Kerja Masyarakat.

badge-check


					Pemkab Luwu dan Masmindo Dwi Area Serahkan Fasilitas Pengolahan Nilam:  Perkuat Usaha dan Peluang Kerja Masyarakat. Perbesar

KAB LUWU,TEROPONGSULSELJAYA.com, – Pemerintah Kabupaten Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA)
melaksanakan serah terima fasilitas pengolahan nilam kepada Koperasi Produsen
Hasil Tani Masyarakat di Desa Bonelemo. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kolaborasi pemerintah daerah dan
perusahaan dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat lokal melalui
penguatan usaha berbasis potensi wilayah.

Kegiatan serah terima tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil
Menegah dan Perindustrian Rahimullah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat
Desa Kabupaten Luwu Kasmaruddin, Sekretaris Pokja Zulkarnaim, Camat Bajo Barat
Imran Salang, perwakilan pemerintah desa, pengurus koperasi, serta masyarakat
setempat.

Serah terima ini menandai dimulainya pengelolaan fasilitas pengolahan nilam oleh
koperasi masyarakat, setelah sebelumnya dibangun dan disiapkan secara bertahap
sejak 2023. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari pengembangan usaha nilam yang
dirancang untuk dikelola langsung oleh masyarakat melalui kelembagaan koperasi.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim,
menyampaikan bahwa MDA tidak hanya membangun fasilitas fisik, tetapi juga
menyiapkan ekosistem usaha yang menyertainya.

Pengembangan dilakukan mulai
dari pendampingan petani di tingkat budidaya, penguatan koperasi sebagai
pengelola, hingga penyiapan pengelolaan hasil agar kegiatan produksi dapat berjalan
secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah.

Fasilitas yang diserahkan meliputi gudang bahan baku, area penjemuran, dan unit
ketel penyulingan, yang dirancang untuk mendukung peningkatan nilai tambah hasil
nilam masyarakat. Operasional fasilitas dilakukan oleh koperasi dengan dukungan
pendampingan agar kegiatan berjalan stabil dan terkelola dengan baik.

Pada program Tahap I yang berlangsung pada 2023–2025, MDA memfokuskan
kegiatan pada pembentukan dan penguatan Koperasi Produsen Hasil Tani
Masyarakat. Koperasi ini telah memiliki legalitas dan dikelola oleh perwakilan masyarakat dari sejumlah desa di sekitar wilayah program.

Pengurus koperasi mendapatkan pendampingan dasar terkait pengelolaan
organisasi, keuangan, dan perencanaan usaha, serta dipersiapkan sebagai pengelola
utama fasilitas pengolahan nilam yang diserahkan.

Selain itu di tingkat hulu, petani nilam diberikan pembelajaran mengenai
pengembangan demplot dan penerapan Good Agricultural Practice (GAP) untuk
meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil. Pada tahap hilir, hasil produksi tersebut
telah memiliki pembeli dan akses pasar yang jelas, sehingga kegiatan usaha berjalan
dalam satu rantai yang utuh.
Melalui pengembangan usaha nilam berbasis koperasi, masyarakat tidak hanya
berperan sebagai penerima program, tetapi juga sebagai pelaku usaha.

Kegiatan ini
membuka peluang kerja dan usaha di sektor budidaya dan pengolahan, sehingga
penguatan ekonomi tidak semata bergantung pada kesempatan kerja formal di
perusahaan.

Kepala Desa Bonelemo Baso menilai bahwa pendekatan tersebut memberikan
kejelasan bagi masyarakat karena pengembangan dilakukan secara menyeluruh.

“Yang kami lihat, bukan hanya ada fasilitas yang dibangun, tetapi juga ada
pengelolaan yang disiapkan. Petani dibina, koperasi diberi peran, dan hasil nilam
memiliki jalur pengolahan dan pasar yang jelas,” ujar Kepala Desa Bonelemo Baso.

Dengan dilaksanakannya serah terima ini, pengelolaan usaha nilam oleh koperasi
tidak berhenti pada penyerahan fasilitas semata. Ke depan, Tahap II Program
Pengembangan Nilam yang direncanakan mulai 2026 akan diarahkan pada
penguatan pengelolaan usaha koperasi, peningkatan kapasitas petani dalam
budidaya dan pascapanen, pengembangan nursery dan demplot lanjutan.

Baca juga

Apresiasi Capaian Jajaran di Bali, Wamen Ossy Tekankan Pentingnya Peningkatan Kualitas Pelayanan dan Data Pertanahan

14 Maret 2026 - 19:26 WITA

Bicarakan Digitalisasi Layanan Pertanahan di Universitas Udayana, Wamen Ossy: Bukan Sekadar Ganti Dokumen Kertas ke Digital

14 Maret 2026 - 19:22 WITA

TP PKK dan DWP Luwu Gelar Amaliah Ramadhan, Berbagi Takjil hingga Buka Puasa Bersama

14 Maret 2026 - 16:22 WITA

Balita yang Sempat Hilang Ditemukan Meninggal di Pengairan Ponrang Selatan

12 Maret 2026 - 12:12 WITA

Hangatnya Kebersamaan Ramadan, BPN Luwu Buka Puasa Bersama PPAT dan IWO Luwu Raya

11 Maret 2026 - 21:31 WITA

Trending di Daerah