KAB LUWU, TEROPONGSULSELJAYA. com, – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Luwu menghadirkan pesan yang tidak biasa. Di Lapangan Andi Djemma, Belopa Senin 4 Mei 2026.Bupati Luwu Patahudding menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh berhenti pada urusan akademik semata.
Di hadapan peserta upacara, ia membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang mengingatkan kembali makna dasar pendidikan: membangun manusia, bukan sekadar mencetak lulusan.
Pesan ini terasa relevan di tengah kondisi pendidikan yang kerap diukur dari angka dan capaian formal.

Dalam amanat tersebut, ditegaskan bahwa pendidikan harus dijalankan dengan ketulusan dan kepedulian. Tujuannya jelas: membentuk manusia yang memiliki nilai, bukan hanya kemampuan.
“Pendidikan itu memuliakan manusia,” menjadi salah satu pesan kunci yang disampaikan.
Pemikiran Ki Hajar Dewantara kembali diangkat sebagai rujukan, melalui konsep asah, asih, dan asuh pendekatan yang menempatkan siswa sebagai manusia yang perlu dibimbing, bukan sekadar diajar.
Menariknya, sambutan tersebut juga menyoroti persoalan yang sering luput: bukan kurangnya program, tetapi cara menjalankannya.
Tanpa pola pikir yang terbuka, mental yang kuat, dan tujuan yang jelas, berbagai kebijakan pendidikan hanya akan berjalan di tempat. Aktivitas tetap ada, tetapi perubahan tidak terasa.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Luwu menandatangani komitmen bersama terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Penegasan ini diarahkan untuk memastikan proses penerimaan berjalan adil, transparan, dan tidak diskriminatif.

Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas tuntutan masyarakat akan sistem pendidikan yang lebih bersih dan terbuka.
Pada momen yang sama, bantuan pendidikan juga disalurkan. PT Masmindo Dwi Area menyerahkan 350 unit meubelair serta 440 tas sekolah dan perlengkapan olahraga kepada sejumlah sekolah di Kecamatan Latimojong.
Bantuan ini diharapkan dapat mendukung aktivitas belajar, khususnya di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.
Tidak hanya fokus pada kebijakan, pemerintah daerah juga memberikan penghargaan kepada sekolah, siswa, serta tenaga pendidik berprestasi sepanjang 2025.
Mulai dari capaian rapor mutu pendidikan hingga prestasi di tingkat provinsi, seluruhnya mendapat pengakuan sebagai bagian dari upaya mendorong kualitas pendidikan.
Kegiatan ini juga diikuti oleh berbagai unsur pimpinan daerah.
Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu, Ketua DPRD Ahmad Gazali, unsur Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah Muhammad Rudi, hingga jajaran kepala OPD terlihat hadir di lokasi.
Di sisi teknis pelaksanaan, Kepala Dinas Pendidikan Luwu A. Palanggi bertugas sebagai perwira upacara, sementara komando lapangan dipercayakan kepada Haeril Anwar, guru SMPN 1 Bajo.
Lebih dari sekadar peringatan tahunan, Hardiknas di Luwu tahun ini membawa pesan yang lebih luas: pendidikan tidak boleh hanya berjalan sebagai rutinitas. Ia harus terus bergerak, beradaptasi, dan benar-benar memberi dampak bagi generasi muda.(kom/idl)






