KAB LUWU, TEROPONGSULSELJAYA.com, – Komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi kembali ditegaskan melalui kehadiran Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, pada kegiatan Pembayaran Uang Ganti Kerugian Pengadaan Tanah Pengembangan Runway Bandar Udara Bua yang diselenggarakan secara seremonial di Bandar Udara I Lagaligo Bua, Kamis (23/07/2026).
Kegiatan yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinis Sulawesi Selatan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam mendukung percepatan pengembangan Bandar Udara Bua sebagai pintu gerbang transportasi udara bagi masyarakat Kabupaten Luwu dan kawasan Luwu Raya. Melalui penyelesaian proses pengadaan tanah, pemerintah optimistis pengembangan runway dapat segera dilaksanakan sehingga kapasitas pelayanan bandar udara semakin meningkat.

Acara seremonial tersebut dihadiri oleh Bupati Luwu Patahudding, Wakil Bupati Luwu Muhammad Dhevy Bijak Pawindu, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Andi Sufiarma, Kabid Pengadaan Tanah dan Pengembangan Kanwil BPN Prov. Sulawesi Selatan, Ketua DPRD Kabupaten Luwu, Plt. Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Prov. Sulawesi Selatan, Kejaksaan Negeri Luwu, Kepolisian Resor Luwu, instansi terkait, serta masyarakat penerima uang ganti kerugian.
Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan aparat penegak hukum dalam kegiatan ini menunjukkan kuatnya sinergi antarinstansi dalam memastikan seluruh tahapan pengadaan tanah berjalan secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan harapannya agar pengembangan Bandar Udara Bua dapat segera terealisasi sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Luwu Raya.
“Harapan kita di Luwu Raya ini ada bandara yang representatif untuk masyarakat. Setelah pembebasan lahan ini selesai, selanjutnya kita akan mengajukan perpanjangan runway sehingga ke depannya, pesawat Boeing dapat mendarat, harapan kita ini agar dapat melayani penerbangan langsung ke Jakarta,” ujar Gubernur.
Menurut Gubernur, keberadaan bandar udara yang lebih representatif akan membuka akses transportasi yang lebih luas, meningkatkan mobilitas masyarakat, memperkuat distribusi barang dan jasa, serta menjadi daya tarik bagi investasi yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Luwu Raya.
Sementara itu, Bupati Luwu Patahudding mmenyampaiakan Atas nama Pemerintah Kabupaten Luwu, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur Sulawesi Selatan atas perhatian dan komitmennya terhadap pengembangan Bandara Bua. Kami juga mengapresiasi masyarakat yang telah bersikap kooperatif dan mendukung proses pengadaan tanah sehingga tahapan ini dapat berjalan dengan baik. Semoga pengembangan bandara ini segera terwujud dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Luwu Raya,” ungkap Bupati.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Andi Sufiarma menambahkan, bahwa Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu akan terus mendukung setiap tahapan pengadaan tanah melalui pelaksanaan yang profesional, transparan, serta berlandaskan prinsip kepastian hukum dan perlindungan hak masyarakat.
Menurutnya, penyelesaian pengadaan tanah menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur strategis nasional maupun daerah.
Oleh karena itu, kolaborasi antara ATR/BPN, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Luwu, aparat penegak hukum, lembaga perbankan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam setiap tahapan pembangunan.
Melalui kegiatan ini, Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan pengadaan tanah yang profesional, terpercaya, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Bandar Udara Bua yang lebih representatif sehingga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan konektivitas, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Luwu.
***hkpl/kty***







