Menu

Mode Gelap
Inspektorat Wilayah III Laksanakan Audit Kinerja Berbasis Risiko di Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan HUT Desa Tana Rigella ke-28, Momentum Satukan Perbedaan dan Perkuat Silaturahmi Polda Sulsel Gelar Konferensi Pers Penegakan Hukum Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Peti Salu Bua Ditertibkan Dua Hari, 4 Alat Berat Berhasil Dievakuasi Bayi Baru Lahir Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi UGD Puskesmas Larompong Selatan

Nasional

Issue Global Covid-19 Jadi Central Topic Dalam International Conference

badge-check


					Issue Global Covid-19 Jadi Central Topic Dalam International Conference Perbesar

TEROPONGSULSELjaya.COM,- MAKASSAR,- Memasuki session kedua dan ketiga di hari pertama pada pelaksanaan International Conference yang digelar oleh STIE AMKOP Makassar berkolaborasi dengan South East Asia Academic Mobility (SEAAM). Trend issue Global Covid-19 menjadi central topic pembahasan dari semua Keynote, hal ini karena issue tersebut menjadi trend topic secara Global, Kamis (04/06/2020)

Pada session kedua dan ketiga yang masih didominasi oleh para peneliti muda dari berbagai Negara seperti China, Indonesia dan Jepang. Pada session kedua yang tampil sebagai keynote dari Universitas Indonesia, Tsinghua University China, Institut Pertanian Bogor, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Kisasato University Scholl of Medicine Japan. Sementara pada session tiga, yang menjadi Keynote dari UGM, UIN Alauddin Makassar, Univ. Negeri Padang, ITB. Kesemua dari kedua session tersebut menjadikan issue Global Covid-19 menjadi pembahasan.

Pada session pertama yang dipandu oleh Abdul Karim selaku Organizer Committee cukup mengapreasiasi kepada semua Keynote yang memiliki kepedulian terhadap issue Pandemic Global agar segera berakhir.

Abdul Muis (Universitas Indonesia) menyampaikan bahwa peran pertumbuhan ekonomi dari desa sangat diperlukan saat ini dan peran semua stake holder harus ada, khususnya pemerintah pusat untuk mensupport berbagai lembaga, khsususnya Perguruan Tinggi yang saat ini memiliki kepedulian terhadap pertumbuhan ekonomi sektor pedesaan dalam menjaga harmonisasi dampak sosial dan lingkungan yang ada.

Sementara Moh. Jawahir (Tsinghua University China) menyampaikan bahwa perlu ada laju pergerakan ekonomi secara makro dalam menunjang roda aktivitas ekonomi dunia dimasa Pandemic Covid-19. Namun ekonomi sektor makro juga tidak bisa berakselerasi jika tidak ditunjang dari ekonomi sektor mikro. Sektor mikro yang paling memungkinkan akan mengalami pergerakan ekonomi secara signifikan dari pedesaan karena ditunjang oleh SDA untuk memenuhi kebutuhan pergerekan ekonomi sektor makro di perkotaan.

Untuk session tiga dihari pertama di pandu oleh Tantowi J Kasman yang juga menyimpulkan jika semua Keynote berfokus dalam persoalan trend issue global. Selain karena wabah ini juga memang merupakan perbincangan dari lapisan masyarakat tanpa mengenal usia, juga merupakan tantangan dari semua peneliti dari berbagai multidiplin ilmu untuk berkonstribusi dalam penanganan dan pencegahannya berdasarkan pada bisang keilmuannya.

Tarmizi Abbas (Universitas Gajah Mada) mengungkapkan bahwa perlunya suatu keseriusan dari pihak dan harus berperan andil secara sukarela dalam Pandemic ini demi mewujudkan suatu tatanan kehidupan yang lebih normal dan tertata.

Sementara Afifah Zafirah (Universita Negeri Padang) mengungkapkan bahwa perlunya suatu hitungan-hitungan yang obyektif yang terproyeksi untuk dapat keluar dari suatu permasalahan besar seperti fenomena Covid-19.

Pada kesempatan lain, Bahtiar Maddatuang selaku Ketua STIE AMKOP sangat berterima kasih kepada semua komponen yang berkonstribusi dalam pelaksanaan International Conference di hari pertama.

“Harapan dari kami Citivitas Akademik STIE AMKOP semoga untuk besok hari kedua dan ketiga juga sukses dari semua session karena untuk besok hari Jum’at akan ada 4 session. Jika melihat animo dihari pertama ini cukup menggembirakan karena jumlah partisipasi peserta diluar dari target. Dari semua session dihari pertama ini secara kuantiti peserta terjadi kenaikan 3 kali lipat dari peserta yang ditargetkan. Hal ini terjadi karena setiap session yang ditawarkan oleh Organizer Committee harus merujuk ke lingkungan dan dikombinasikan dengan trend issue Pandemic Global Covid-19, Tutup Bahtiar Maddatuang selaku Ketua AMKOP. (Aks)

Reporter: Kadimorfati
TeroopongSulselJaya

Baca juga

Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

18 September 2026 - 18:11 WITA

Menteri ATR/Kepala BPN: Transformasi Organisasi dan Layanan Pertanahan Harus Bermuara pada Kepastian bagi Masyaraka

7 September 2026 - 13:59 WITA

Pengukuran Terjadwal dengan Waktu yang Pasti Buat Warga Lebih Mudah Menyiapkan Diri

3 September 2026 - 00:13 WITA

Urus Keperluan Pertanahan, Masyarakat Manfaatkan Sentuh Tanahku untuk Akses Informasi dan Layanan

3 September 2026 - 00:10 WITA

Kementerian Agraria dan Tata HUT ke-81 Republik Indonesia, Kementerian ATR/BPN Luncurkan Tiga Program Transformasi Pelayanan

19 Agustus 2026 - 14:13 WITA

Trending di Nasional