Menu

Mode Gelap
Kantah Luwu Perkuat Integrasi Data NIB dan NOP, Dorong Data Pertanahan dan Perpajakan Semakin Terhubung Kantah Luwu Perkuat Pelaksanaan PTSL melalui Peninjauan Lapang di Tiga Desa Buka PRESTASI Bersama KPK, Menteri ATR/Kepala BPN Tanamkan Semangat Bekerja Mempermudah Rakyat Percepat PTSL 2026, Panitia Ajudikasi Kantah Luwu Tinjau Lapang di Empat Desa Kantah Luwu Serahkan Sertipikat PTSL kepada Masyarakat Desa Cimpu Utara Sinkronisasi Data, Menteri ATR/Kepala BPN dan Mendagri Sepakati Pengintegrasian NIB dan NOP

Ekonomi

KELANGKAAN SOLAR DAN PREMIUM MERESAHKAN MASYARAKAT.

badge-check


					KELANGKAAN SOLAR DAN PREMIUM MERESAHKAN MASYARAKAT. Perbesar

Sidrap,-Fenomena kelangkaan BBM. khususnya solar dan premium saat ini sudah menimbulkan
banyak masalah, bukan hanya kesulitan untuk mendapatkan jenis BBM tersebut di atas
tetapi juga mengakibatkan kemacetan di setiap SPBU karena banyaknya antrian
kendaraan jenis truk, tronton dan kendaraan lainnya. Antrian terjadi disebabkan masih
menunggu suplay dari dari armada pengangkut BBM. Akibatnya, dimana ada SPBU di situ
pasti terjadi kemacetan. Diperparah lagi dengan tidak adanya polisi lalulintas yang
mengatur atau mengurai kemacetan tersebut.
Terkait dengan itu ketua DPW Komunitas Kritis Indonesia Sulawesi Selatan Ir. Baharuddin
Andang mengatakan bahwa: Kemacetan tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat
karena menghambat roda perekonomian di Sulawesi Selatan. Menurut Dosen STIKES
Muhammadiyah Sidrap dan Universitas Muhammadiyah Sidrap ini kelangkaan BBM jenis
solar dan premium ini diduga adanya pembatasan jenis premium untuk mengurangi
pemakaian BBM bersubsidi yang tidak tepat sasaran sehingga pemerintah mengurangi
suplay BBM jenis premium yang memaksa pengguna kendaraan harus beralih memakai
pertalite ataukah pertamax.
Dugaan lain menurut mantan anggota DPRD Sidrap dua peiode ini bahwa kelangkaan
solar bersubsidi di SPBU ini bisa jadi permainan oknum-oknum yang tidak bertanggung
jawab mengalihkan ke konsumen industri karena harganya lebih tinggi ketimbang BBM
bersubsidi di SPBU. Untuk menghindari dampak negatif yang lebih besar, sebaiknya
pemerintah dan aparat segera turun tangan melakukan pemantauan dan pengwasan
langsung di lapangan agar oknum-oknum yang diduga melakukan pelanggaran ditindak
sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Menurut Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina (Persero) Marketing
Operation Region (MOR) VII, Hatim Ilwan, Minggu (17/11/2019) melalui pesan singkat
WhatsApp, kondisi itu disebabkan adanya peningkatan konsumsi masyarakat. Guna
mengurai antrian kendaraan yang belakangan terjadi dan menjadi pemandangan di
beberapa SPBU di wilayah Sulawesi khususnya di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara
(sulseltra).
Oleh karena itu, hingga Jumat (15/11/2019) Pertamina MOR VII Sulseltra telah
menyalurkan rata-rata 1,5 juta liter Solar per hari ke 259 SPBU di wilayahnya. Namun
semenjak kemarin (Sabtu, 16/11/2019) Pertamina sudah menambah penyaluran Solar
sebanyak 17,3 persen di wilayah Sulseltra, menjadi sebanyak 1,8 juta liter per harinya.
Pertamina juga menyiagakan serta menambah ritase armada pengangkut BBM ke
SPBU-SPBU agar kebutuhan BBM masing-masing SPBU.

Teropong Sulseljaya
Portal Kawan Muda.

Baca juga

Wastra Khas Luwu Tampil di Premium Expo HUT Dekranas ke-46, Ketua Dekranasda Hadiri Rangkaian Kegiatan

11 Juli 2026 - 12:03 WITA

Produk UMKM Luwu Tampil di HUT ke-46 Dekranas, Bupati Tinjau Stand Dekranasda

11 Juli 2026 - 11:41 WITA

Buka SE2026 di Rujab, Bupati Patahudding Jadi Responden Pertama BPS Luwu

15 Juni 2026 - 18:21 WITA

Kelangkaan Gas 3 Kg di Kecamatan Bua Dikeluhkan Warga, Dinas Terkait Diminta Turun Tangan

1 Juni 2026 - 18:04 WITA

Hangatkan Sinergi Ekonomi Daerah, Bupati Luwu Sambut Kunjungan Bank Indonesia Sulsel

5 Maret 2026 - 12:33 WITA

Trending di Ekonomi