Menu

Mode Gelap
Personel Bag SDM dan Sat Samapta Polres Luwu Bagikan Brosur Penerimaan Polri 2026 Ramadan Penuh Berkah, Keluarga Besar Polres Luwu Berbagi Takjil dan Gelar Buka Puasa Bersama Wabup Luwu Buka Amaliyah Ramadhan PMR ke-XI, Tanamkan Semangat Kemanusiaan bagi Generasi Muda Wabup Luwu Dhevy Bijak Pawindu Hadiri Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Belopa Bupati Luwu Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Pusat, Dorong Hilirisasi dan Pengembangan Hortikultura Buktikan Komitmen dalam Memperbaiki Layanan, Satker Kementerian ATR/BPN Meraih 1 Predikat WBBM dan 31 Predikat WTAB

Ekonomi

KELANGKAAN SOLAR DAN PREMIUM MERESAHKAN MASYARAKAT.

badge-check


					KELANGKAAN SOLAR DAN PREMIUM MERESAHKAN MASYARAKAT. Perbesar

Sidrap,-Fenomena kelangkaan BBM. khususnya solar dan premium saat ini sudah menimbulkan
banyak masalah, bukan hanya kesulitan untuk mendapatkan jenis BBM tersebut di atas
tetapi juga mengakibatkan kemacetan di setiap SPBU karena banyaknya antrian
kendaraan jenis truk, tronton dan kendaraan lainnya. Antrian terjadi disebabkan masih
menunggu suplay dari dari armada pengangkut BBM. Akibatnya, dimana ada SPBU di situ
pasti terjadi kemacetan. Diperparah lagi dengan tidak adanya polisi lalulintas yang
mengatur atau mengurai kemacetan tersebut.
Terkait dengan itu ketua DPW Komunitas Kritis Indonesia Sulawesi Selatan Ir. Baharuddin
Andang mengatakan bahwa: Kemacetan tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat
karena menghambat roda perekonomian di Sulawesi Selatan. Menurut Dosen STIKES
Muhammadiyah Sidrap dan Universitas Muhammadiyah Sidrap ini kelangkaan BBM jenis
solar dan premium ini diduga adanya pembatasan jenis premium untuk mengurangi
pemakaian BBM bersubsidi yang tidak tepat sasaran sehingga pemerintah mengurangi
suplay BBM jenis premium yang memaksa pengguna kendaraan harus beralih memakai
pertalite ataukah pertamax.
Dugaan lain menurut mantan anggota DPRD Sidrap dua peiode ini bahwa kelangkaan
solar bersubsidi di SPBU ini bisa jadi permainan oknum-oknum yang tidak bertanggung
jawab mengalihkan ke konsumen industri karena harganya lebih tinggi ketimbang BBM
bersubsidi di SPBU. Untuk menghindari dampak negatif yang lebih besar, sebaiknya
pemerintah dan aparat segera turun tangan melakukan pemantauan dan pengwasan
langsung di lapangan agar oknum-oknum yang diduga melakukan pelanggaran ditindak
sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Menurut Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina (Persero) Marketing
Operation Region (MOR) VII, Hatim Ilwan, Minggu (17/11/2019) melalui pesan singkat
WhatsApp, kondisi itu disebabkan adanya peningkatan konsumsi masyarakat. Guna
mengurai antrian kendaraan yang belakangan terjadi dan menjadi pemandangan di
beberapa SPBU di wilayah Sulawesi khususnya di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara
(sulseltra).
Oleh karena itu, hingga Jumat (15/11/2019) Pertamina MOR VII Sulseltra telah
menyalurkan rata-rata 1,5 juta liter Solar per hari ke 259 SPBU di wilayahnya. Namun
semenjak kemarin (Sabtu, 16/11/2019) Pertamina sudah menambah penyaluran Solar
sebanyak 17,3 persen di wilayah Sulseltra, menjadi sebanyak 1,8 juta liter per harinya.
Pertamina juga menyiagakan serta menambah ritase armada pengangkut BBM ke
SPBU-SPBU agar kebutuhan BBM masing-masing SPBU.

Teropong Sulseljaya
Portal Kawan Muda.

Baca juga

Hangatkan Sinergi Ekonomi Daerah, Bupati Luwu Sambut Kunjungan Bank Indonesia Sulsel

5 Maret 2026 - 12:33 WITA

Pertumbuhan Ekonomi Luwu 2025 Tertinggi dalam Tujuh Tahun Terakhir

2 Maret 2026 - 10:36 WITA

Jelang Ramadan 1447 H, Pemkab Luwu Gelar Gerakan Pangan Murah di Pasar Lama Bajo

17 Februari 2026 - 18:23 WITA

Wakil Bupati Luwu Buka Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadan 2026, Upaya Nyata Kendalikan Inflasi

16 Februari 2026 - 18:54 WITA

Luwu Jadi Basis Penggilingan Padi Bulog Terbesar di Luar Pulau Jawa

18 Juli 2025 - 19:17 WITA

Trending di Daerah