Menu

Mode Gelap
Semangat Kemerdekaan, Kantah Luwu Hadiri Penurunan Bendera HUT Ke-81 Republik Indonesia Kementerian Agraria dan Tata HUT ke-81 Republik Indonesia, Kementerian ATR/BPN Luncurkan Tiga Program Transformasi Pelayanan Semangat Kemerdekaan, Kantah Luwu dan Pemkab Luwu Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Integrasi NIB dan NOP Upacara HUT ke-81 RI di Belopa, Kantah Luwu Hadir Bersama Unsur Pemerintahan Kabupaten Luwu Upacara HUT ke-81 RI, Kantah Luwu Teguhkan Semangat Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. Estafet Pengabdian Berlanjut, Kantah Luwu Gelar Pisah Sambut Pejabat

Ekonomi

TERKAIT EKONOMI KREATIF DAN ISU KEBUDAYAAN, WAKIL BUPATI BULUKUMBA MEMBEBERKAN PANDANGAN.

badge-check


					TERKAIT EKONOMI KREATIF DAN ISU KEBUDAYAAN, WAKIL BUPATI BULUKUMBA MEMBEBERKAN PANDANGAN. Perbesar

TEROPONG SULSELJAYA, Bulukumba-, Ekonomi merupakan salah satu yang menjadi prioritas serta permasalahan pemerintah dalam mengembangkan serta mensejahterakan masyarakatnya dan Kabupaten Bulukumba yang terletak diujung selatan pulau Sulawesi pun turut memprioritaskan hal tersebut.

Tomy Satria Yulianto selaku Wakil Bupati Bulukumba saat dikonfirmasi tim Teropong SulselJaya mengemukakan ruang ekonomi masyarakat Bulukumba sangat besar terkait letak geografisnya yang menjadi peluang besar dalam ekonomi kreatif, 30/11/2019.

“Kita memiliki potensi pariwisata yg beraneka ragam mulai dari pegunungan hingga pantai yang indah. pariwisata ini tentu akan semakin kuat jika didukung oleh ekonomi kreatif, “Ungkapnya.

dalam mewujudkan ekonomi kreatif dikabupaten Bulukumba pun tak lepas dari berbagai macam permasalahan yang memaksakan Tomy untuk mencari solusi demi mewujudkan ekonomi kreatif ini.

“Kita sementara mendesain creatif hubungan untuk menjembatani kelompok kelompok kreatif sehingga kemudian mampu mengakomodir kepentingan terutama pemuda khususnya”, Tegas Tomy disela-sela kegiatannya bersama masyarakat.

Menyinggung salah satu patron kebudayaan disulawesi selatan mengenai sinergitas lembaga adat untuk mewujudkan good Governance, menurut Tomy pengakuan masyarakat hukum adat dan pengakuan harta tak benda ini adalah wujud komitmen pemerintah daerah bahwa kebudayaan adalah pilar pembangunan peradaban dimasa depan.

“Kita sudah memiliki perda pengakuan masyarakat hukum adat ammatoa. Ini merupakan bentuk pengakuan pada nilai nilai budaya dan sumberdaya alam. Kita juga sudah mendorong pinisi mendapatkan pengakuan dunia sebagai warisan dunia tak benda” Tutup Tomy. (vhr)

Reporter : vhr vharel
Teropong SulselJaya
Portal Kawan Muda

Baca juga

Wastra Khas Luwu Tampil di Premium Expo HUT Dekranas ke-46, Ketua Dekranasda Hadiri Rangkaian Kegiatan

11 Juli 2026 - 12:03 WITA

Produk UMKM Luwu Tampil di HUT ke-46 Dekranas, Bupati Tinjau Stand Dekranasda

11 Juli 2026 - 11:41 WITA

Buka SE2026 di Rujab, Bupati Patahudding Jadi Responden Pertama BPS Luwu

15 Juni 2026 - 18:21 WITA

Kelangkaan Gas 3 Kg di Kecamatan Bua Dikeluhkan Warga, Dinas Terkait Diminta Turun Tangan

1 Juni 2026 - 18:04 WITA

Hangatkan Sinergi Ekonomi Daerah, Bupati Luwu Sambut Kunjungan Bank Indonesia Sulsel

5 Maret 2026 - 12:33 WITA

Trending di Ekonomi