Menu

Mode Gelap
Semarak MTQ XXXIV Sulsel 2026 Resmi Dibuka, Bupati Luwu Tunjukkan Dukungan Penuh untuk Generasi Qur’ani Perkuat Integritas dan Kinerja, DPRD Luwu Ikuti Bimtek Transparansi Tata Kelola Pemerintahan Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal Penyuluhan PTSL Terintegrasi ILASPP di Desa Rumaju, Dorong Kesadaran Masyarakat akan Kepastian Hukum Tanah Penyuluhan PTSL Terintegrasi ILASPP di Salubua, Warga Diimbau Tertib Batas Tanah dan Hindari Sengketa Kantor Pertanahan Kabuapten Luwu Edukasi Warga Setiarejo Terkait PTSL Terintegrasi ILASPP, Perkuat Transparansi dan Kepastian Hukum Pertanahan

Ekonomi

TERKAIT EKONOMI KREATIF DAN ISU KEBUDAYAAN, WAKIL BUPATI BULUKUMBA MEMBEBERKAN PANDANGAN.

badge-check


					TERKAIT EKONOMI KREATIF DAN ISU KEBUDAYAAN, WAKIL BUPATI BULUKUMBA MEMBEBERKAN PANDANGAN. Perbesar

TEROPONG SULSELJAYA, Bulukumba-, Ekonomi merupakan salah satu yang menjadi prioritas serta permasalahan pemerintah dalam mengembangkan serta mensejahterakan masyarakatnya dan Kabupaten Bulukumba yang terletak diujung selatan pulau Sulawesi pun turut memprioritaskan hal tersebut.

Tomy Satria Yulianto selaku Wakil Bupati Bulukumba saat dikonfirmasi tim Teropong SulselJaya mengemukakan ruang ekonomi masyarakat Bulukumba sangat besar terkait letak geografisnya yang menjadi peluang besar dalam ekonomi kreatif, 30/11/2019.

“Kita memiliki potensi pariwisata yg beraneka ragam mulai dari pegunungan hingga pantai yang indah. pariwisata ini tentu akan semakin kuat jika didukung oleh ekonomi kreatif, “Ungkapnya.

dalam mewujudkan ekonomi kreatif dikabupaten Bulukumba pun tak lepas dari berbagai macam permasalahan yang memaksakan Tomy untuk mencari solusi demi mewujudkan ekonomi kreatif ini.

“Kita sementara mendesain creatif hubungan untuk menjembatani kelompok kelompok kreatif sehingga kemudian mampu mengakomodir kepentingan terutama pemuda khususnya”, Tegas Tomy disela-sela kegiatannya bersama masyarakat.

Menyinggung salah satu patron kebudayaan disulawesi selatan mengenai sinergitas lembaga adat untuk mewujudkan good Governance, menurut Tomy pengakuan masyarakat hukum adat dan pengakuan harta tak benda ini adalah wujud komitmen pemerintah daerah bahwa kebudayaan adalah pilar pembangunan peradaban dimasa depan.

“Kita sudah memiliki perda pengakuan masyarakat hukum adat ammatoa. Ini merupakan bentuk pengakuan pada nilai nilai budaya dan sumberdaya alam. Kita juga sudah mendorong pinisi mendapatkan pengakuan dunia sebagai warisan dunia tak benda” Tutup Tomy. (vhr)

Reporter : vhr vharel
Teropong SulselJaya
Portal Kawan Muda

Baca juga

Hangatkan Sinergi Ekonomi Daerah, Bupati Luwu Sambut Kunjungan Bank Indonesia Sulsel

5 Maret 2026 - 12:33 WITA

Pertumbuhan Ekonomi Luwu 2025 Tertinggi dalam Tujuh Tahun Terakhir

2 Maret 2026 - 10:36 WITA

Jelang Ramadan 1447 H, Pemkab Luwu Gelar Gerakan Pangan Murah di Pasar Lama Bajo

17 Februari 2026 - 18:23 WITA

Wakil Bupati Luwu Buka Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadan 2026, Upaya Nyata Kendalikan Inflasi

16 Februari 2026 - 18:54 WITA

Luwu Jadi Basis Penggilingan Padi Bulog Terbesar di Luar Pulau Jawa

18 Juli 2025 - 19:17 WITA

Trending di Daerah