Menu

Mode Gelap
Menuju Kursi Strategis Pemkab Luwu, 14 Pejabat Jalani Tahapan Assessment Wabup Luwu Hadiri Ekspose Manajemen Talenta ASN se-Sulsel Percepat Legalisasi Aset Daerah dan Tanah Ulayat, Kantor Pertanahan Luwu Ikuti Rapat Koordinasi Bersama KPK dan ATR/BPN secara Daring Kantor Pertanahan Luwu Gelar Rapat Gelar Kasus, Perkuat Kepastian Hukum dalam Permohonan Pembatalan Sertipikat Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Kejari Luwu Gelar Ekspose Pendampingan Hukum Bersama Kantor Pertanahan Luwu DPRD Luwu Gelar Rapat Dengar Pendapat, Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Beri Penjelasan Teknis Dalam Rapat RPD

Bencana

BMKG PREDIKSI ANGIN MOSUN ASIA AKAN LINTASI SULSEL, WARGA DIHIMBAU WASPADA BENCANA

badge-check


					BMKG PREDIKSI ANGIN MOSUN ASIA AKAN LINTASI SULSEL, WARGA DIHIMBAU WASPADA BENCANA Perbesar

TEROPONG SULSEL JAYA, Makassar – Buruknya cuaca yang terjadi di Makassar beberapa hari ini, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV, menhimbau warga Sulsel tetap waspada dikarenakan angin “MONSUN Asia” diprediksi akan melintasi wilayah Sulsel pada 10-12 Januari mendatang, 7/1/2020.

Kasubdit Pelayanan Bidang dan Jasa BMKG Wilayah IV Siswanto mengatakan Pergeserannya saat ini dari Selat Kalimata dan akan berjalan menuju ke Sulsel sehingga
posisi angin monsun Asia saat ini antara 0 derajat hingga 5 derajat khatulistiwa sampai 5 derajat lintang utara.

“Fenomena angin monsun Asia ini disebabkan karena adanya pergerakan massa udara basah (MGO) di Samudera Hindia yang mengarah di wilayah Timur Indonesia sehingga mengakibatkan pertumbuhan awan yang sangat intens dan mempengaruhi kecepatan angin cukup ekstrem hingga 31 knot dan saat ini berada di bagian tengah atau di wilayah Sulsel, ucapnya.

Lanjutnya, “Saat ini sudah ada di Selat Kalimata dan mulai berjalan menuju tengah. Puncak posisinya di Sulsel itu pada 10 hingga 12 Januari mendatang yang berakibat terjadi curah hujan tinggi dan angin kencang yang berpotensi terjadi banjir maupun longsor,” ujarnya.

Konsentrasi lintasan angin monsun Asia ini berdampak di tiga kabupaten/kota yakni Kabupaten Pinrang, Kota Parepare dan Kabupaten Barru. Dampak dari hal ini akan terjadi peluang banjir yang cukup besar.”

Saat ini perkiraan BMKG berdasarkan pengembangan terkonsentrasi di tiga daerah. Hanya saja kami mengimbau agar pemerintah kabupaten/kota lainnya di Sulsel tetap melakukan langkah antisipasi karena di waktu itu terjadinya hujan akan merata.

Khusus di wilayah Kabupaten Gowa untuk saat potensi hujan lebat masih kecil, tetapi pihaknya tetap akan melihat perkembangan yang terjadi mengingat perkembangan cuaca dapat berubah sewaktu-waktu.

“Di tahun ini puncak musim hujan akan terjadi sepanjang Januari sehingga seluruh pemerintah daerah diminta untuk meningkatkan kesiap-siagaannya. Karena bagaimana pun di Sulsel adalah wilayah yang sering terjadi kondisi bencana, terutama di Kabupaten Gowa yakni banjir dan tanah longsor.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menaggapi perkiraan BMKG, dalam keterangan tertulisnya, meminta warganya mewaspadai pohon tumbang hingga angin kencang. (7/1/2020)

“Yang perlu dilakukan ialah bagi pengendara minimal menghindari pohon-pohon besar saat melintas di waktu tersebut (saat hujan lebat). Mulai mengambil langkah antisipasi saat terjadi banjir ataupun longsor kepada masyarakat yang daerahnya berpotensi,” Tegasnya.

Lanjutnya lagi, “Meskipun lintasan dari angin monsun Asia ini tidak berdampak besar di wilayah Kabupaten Gowa, tetapi tetap saja kita harus meningkatkan kesiapsiagaan. Kita harus bisa mengantisipasi, minimal langkah mitigasi telah disiapkan,” tegasnya

Memasuki musim hujan, Adnan telah mendirikan posko siaga bencana di tiga titik. Pertama di Kantor BPBD dan Damkar Gowa, Kecamatan Sungguminasa yang menjangkau Kecamatan Pallangga, Bajeng, Bajeng Barat, Bontomarannu, Barombong, Bontonompo, dan Bontonompo Selatan.

Kemudian Posko Tinggimoncong di Kantor Camat Tinggimoncong, menjangkau Kecamatan Pattallassang, Parangloe, Parigi, Tombolopao. Dan ketiga Posko Bungaya di Kantor Camat Bungaya menjangkau Kecamatan Manuju, Bontolempangan, Biringbulu, Tompobulu.

“Kehadiran posko ini sebagai sumber informasi terkait potensi cuaca dan jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” Tutupnya Adnan Bupati Gowa.(ril- vhr/aks)

Reportes: abd kadir s
Teropong sulsel jaya

Baca juga

Rumah Ketua IWO Luwu Dilalap Api, Empat Bangunan Ludes dalam Hitungan Menit

6 Januari 2026 - 23:28 WITA

Rumah Warga di Bua Luwu Terbakar Saat Malam Tahun Baru

1 Januari 2026 - 00:55 WITA

Rumah Warga di Empang Ludes Terbakar Saat Subuh, Dua Anak Selamat

31 Desember 2025 - 09:00 WITA

Akses Putus dan Logistik Habis, Kondisi Warga Rusip Antara Semakin Mengkhawatirkan

4 Desember 2025 - 00:20 WITA

Api Lahap Pemukiman Padat Penduduk di Sorowako, Pemerintah Luwu Timur Pastikan Penanganan

27 Agustus 2025 - 20:47 WITA

Trending di Bencana