Menu

Mode Gelap
HUT Desa Tana Rigella ke-28, Momentum Satukan Perbedaan dan Perkuat Silaturahmi Polda Sulsel Gelar Konferensi Pers Penegakan Hukum Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Peti Salu Bua Ditertibkan Dua Hari, 4 Alat Berat Berhasil Dievakuasi Bayi Baru Lahir Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi UGD Puskesmas Larompong Selatan Kantor Pertanahan Luwu Gelar Wawancara Calon Tenaga Administrasi Dan Yuridis Pertanahan Seleksi Berlanjut, Kantor Pertanahan Luwu Gelar Wawancara Calon Tenaga Teknis Survei Dan Pemetaan

Ekonomi

Cemba Tanaman Endemic Duri Massenrempulu

badge-check


					Cemba Tanaman Endemic Duri Massenrempulu Perbesar

Teropong Sulsel Jaya, Enrekang – Massenrempulu merupakan daerah sangat subur dan memiliki banyak jenis spesis tanaman yang bisa dijadikan sebagai obat alami atau herbal. Hal inilah mendorong Aktsar Roskiana Ahmad untuk mengetahui kandungan manfaat tanaman yang ada didaerah kelahirannya. 27/01/2020

Tahun 2011 silam Aktsar Roskiana Ahmad berhasil menemukan bahasa latin untuk tanaman Cemba dengan nama bahasa latin yakni “Acasia Rugata” melalui Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Cibinong Jabar.

Menurut Aktsar Roskiana Ahmad, tanaman dapat diberikan nama latin jika tanaman tersebut telah dibuatkan deskripsi lokasi tanamannya, tekstur pohonnya mulai dari akar sampai daun jelas serta kandungan manfaat tanaman tersebut dan itu kami sudah lakukan di LIPI Cibinong.

“Tahun 2011 mulai kami ambil tanamannya dari Duri Massenrempulu kemudian dibawa ke LIPI karena Cemba pada saat itu belum ada nama atau bahasa latinnya, sehingga tanaman ini memang dalam bahasa Indonesia adalah Cemba tidak ada bahasa lainnya kecuali bahasa latinnya yakni itu “Acasia Rugata” dan salah satu kandungan manfaatnya yakni dapat menurunkan atau mengurangi kadar kolestrol dan beberapa kandungan lainnya tapi masih terus dilakukan penelitian kandungan manfaat dari Cemba,” ucapnya.

Saat ini Aktsar Roskiana Ahmad telah berhasil memberikan 3 jenis tanaman Endemic dari Duri Massenrempulu dalam bahasa latin dan salah satunya adalah Cemba.

Aktsar Roskiana Ahmad merupakan Dosen Fakultas Farmasi UMI dan menjadi salah satu Dosen penanggungjawab pada Lab Bahan Alam Fakultas Farmasi UMI memang sudah mulai fokus dalam pendalaman dan pemberian bahasa latin untuk tanaman daerah asalnya sewaktu melanjutkan studi S2 di Fakultas Farmasi Universitas Indonesia.

Lanjutnya Aktsar, “Sebagai anak daerah yang mencintai kampung halamannya, tentunya dimasa mendatang akan banyak lagi tanaman yang bisa berikan penamaan bahasa latin dan diketahui kandungan manfaatnya untuk kepentingan kesehatan dan penelitian untuk generasi penerus daerah dan bangsa,”

Saat ini Aktsar Roskiana Ahmad tercatat sebagai mahasiswa program Doktoral (Phd) di Chulalongkorn University yang juga merupakan kategori 10 universitas terbaik di Asia Tenggara dan universitas terbaik di Negeri Gajah Putih Thailand.

“Menurutnya sekarang ini Thailand sangat memfokuskan riset dalam pengembangan dan pemanfaatan tanaman sebagai obat herbal. Hal ini cukup bersinergi dengan komitmennya untuk mengembangkan tanaman _endemic_ dari kampung kelahirannya Massenrempulu,” tutupnya Aktsar (aks)

Reporter: abd kadir s
Teropong sulsel jaya

Baca juga

Wastra Khas Luwu Tampil di Premium Expo HUT Dekranas ke-46, Ketua Dekranasda Hadiri Rangkaian Kegiatan

11 Juli 2026 - 12:03 WITA

Produk UMKM Luwu Tampil di HUT ke-46 Dekranas, Bupati Tinjau Stand Dekranasda

11 Juli 2026 - 11:41 WITA

Buka SE2026 di Rujab, Bupati Patahudding Jadi Responden Pertama BPS Luwu

15 Juni 2026 - 18:21 WITA

Kelangkaan Gas 3 Kg di Kecamatan Bua Dikeluhkan Warga, Dinas Terkait Diminta Turun Tangan

1 Juni 2026 - 18:04 WITA

Hangatkan Sinergi Ekonomi Daerah, Bupati Luwu Sambut Kunjungan Bank Indonesia Sulsel

5 Maret 2026 - 12:33 WITA

Trending di Ekonomi