Ekonomi

Berkah Penjahit Masker di Kab Soppeng Di Tengah Virus Corona.

TEROPONGSULSELJAYA.com,SOPPENG –
Ditengah merebaknya penyebaran virus corona dan masyarakat dihadapkan pada sulitnya mendapatkan masker dijadikan peluang bisnis para penjahit di Kab Soppeng.
Tidak sedikit penjahit kini justru lebih fokus membuat masker daripada menerima pesanan membuat kemeja. Seperti yang dilakoni penjahit Suryati akrab di sapa sury.

Menurut Sury untuk permintaan masker sejak beberapa hari belakangan ini meningkat. Oleh karena itu pihaknya lebih fokus membuat masker daripada melayani servis ataupun membuat kemeja. “Setiap harinya ada saja yang membeli masker, mungkin beberapa hari kedepan permintaan akan lebih banyak pasca pemberlakuan aturan wajib mengenakan masker jika keluar atau bepergian,” ujar Sury yang mengaku sudah menekuni pekerjaan menjahit sejak tahun 2012 ini.

Sementara untuk soal kwalitas masker yang dibuat dari sisi jahitan berani dijamin dibandingkan produk masker lainya. Dalam sehari bisa membuat masker sebanyak 100 – 200 dengan di bantu 2 orang anggotanya.

“Tergantung model kalau agak rumit sehari bisa membuat 100 biji, jika model masker pada umumnya bisa sampai 200 biji,” ujar penjahit yang membuka usaha di Jalan pasar sentral,Surya colection,No A.57 ini. Sedangkan untuk model masker melihat dari contoh- contoh masker di media sosial.

Disinggung terkait harga masker, kata Sury tergantung dari bahan dan model masker, untuk masker biasa berbahan kain satu lapisan harganya Rp 5 ribu per biji. Sedangkan untuk masker dua lapisan Rp 10 ribu per biji. “Kalau menggunakan kain jenis spandek harganya lebih mahal tetapi kami juga bisa jual dengan harga murah kalau pengambilan dalam jumlah banyak” sebut wanita beranak dua ini.

“Sementara untuk kendala dalam membuat masker yakni pada bahan kain dan karet”,sebut Sury.

Laporan : Teropongsulseljaya.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close