Menu

Mode Gelap
Musdes Desa Cimpu Bentuk Tim Penyusun RKPDes 2027, Prioritaskan Infrastruktur Pertanian Pemdes Senga Selatan Gelar Musdes RKP Desa 2027 dan Rembuk Stunting, Susun Prioritas Pembangunan Respons Cepat Aduan Masyarakat, Kantah Luwu Lakukan Penanganan Sengketa Tanah di Desa Tampumia Kementerian ATR/BPN Bersama Komisi II DPR RI Bahas Penguatan Reforma Agraria dan Optimalisasi Peran Bank Tanah Kantah Luwu Gelar Musyawarah Penetapan Bentuk Ganti Kerugian Pengadaan Tanah Bandara Bua, Perkuat Sinergi Demi Kepastian Hukum 10 Santri Ma’had Tahfizhul Qur’an Habiburrahman Luwu Resmi Diwisuda sebagai Hafiz 30 Juz

Ekonomi

Diskusi Anak Desa,Sinergitas PERDES dan BUMDes Dalam Mengelola Lahan Pertanian

badge-check


					Diskusi Anak Desa,Sinergitas PERDES dan BUMDes Dalam Mengelola Lahan Pertanian Perbesar

TEROPONGSULSELJAYA.com,KAB LUWU.
– Desa Rantai damai,Kecamatan walenrang timur,Kab Luwu Jumat 29/5/2020 pukul 19.00Wita telah diadakan diskusi anak desa seri ke tiga, dengan tema “Sinergitas PERDES dan BUMDes dalam mengelola lahan pertanian”.

Diskusi ini dipandu oleh Amsal selaku moderator dan pemateri tunggal dalam diskusi Jhon Phita Kadang, S.Sos, M.Si. Jhon Pita Kadang merupakan sekretaris dinas perikanan kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Jumlah peserta yang hadir sebanyak 22 orang yang berasal dari beberapa desa.
Adapun materi yang disampaikan mengenai tentang peraturan Desa (PERDES) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Beberapa catatan penting yang muncul dalam diskusi ini, baik dalam hal PERDES maupun BUMDes.

Ines Pradana Ruso,selaku peserta dalam diskusi ini menyampaikan bahwa pentingnya sumber daya (pengetahuan) BPD dan Pemerintah Desa untuk memperhatikan kebutuhan-kebutuhan yang mendasar di dalam masyarakat.
Kesimpulan daripada diskusi ini melahirkan beberapa rekomendasi kepada pemerintah desa, khususnya pemerintah desa Rantai Damai -Suka Damai untuk dapat dijadikan pertimbangan dalam merumuskan PERDES dan BUMDes dengan tetap memperhatikan kebutuhan-keutuhan mendasar di dalam masyarakat.

Berikut beberapa rekomendasi yang dapat dikembangkan dalam BUMDes:
BPD dan Kepala desa perlu duduk bersama untuk memikirkan dan merumuskan PERDES. Setelah dirumuskan, pemerintah berkewajiban mensosialisasikan hasil rumusan kepada masyarakat.
Jika perlu, BPD dan Pemerintah desa melibatkan Pendamping desa dan Sumber Daya yang berkopeten dalam perumusan aturan.
Pemerintah Desa Rantai Damai dan Suka Damai perlu membangun program kerja sama antar desa dalam sektor pertanian dan pengembangan BUMDes. Hal yang perlu diperhatikan dalam sektor pertaniaan adalah penyediaan pupuk, ketersediaan bibit padi, ketersediaan alat produksi/panen (dozer), dan mendisiplinkan agen-agen pembeli gabah yang terkadang mempermainkan harga pasar.

Mengelola, menata, dan mengoptimalkan retribusi pasar sebagai penghsilan desa
Pemerintah perlu memikirkan pengadaan mesin ATM di desa Rantai Damai/Suka Damai
Pemerintah perlu menguatkan dan mensinergikan kelompok-kelompok tani
Mengingat bahwa Rantai Damai – Suka Damai adalah desa penghasil beras yang berkualitas, maka melalui diskusi ini anak-anak desa mengusulkan kepada pemerintah desa untuk membuat kemasan beras yang berlabelkan produk desa Rantai Damai/Suka Damai.

Pengadaan dan penyewaan fasilitas desa
Penyediaan bibit tanaman yang bisa ditanam di pekarangan rumah (lombok, tomat, dan sayuran)
Pemerintah perlu memberdayakan potensi perempuan untuk membuat kue-kue kemasan (jipang, jintan, tori’,) yang bisa dipasarkan baik dalam lingkup desa maupun ke luar desa.

Laporan : Sardianto.

Baca juga

Wastra Khas Luwu Tampil di Premium Expo HUT Dekranas ke-46, Ketua Dekranasda Hadiri Rangkaian Kegiatan

11 Juli 2026 - 12:03 WITA

Produk UMKM Luwu Tampil di HUT ke-46 Dekranas, Bupati Tinjau Stand Dekranasda

11 Juli 2026 - 11:41 WITA

Buka SE2026 di Rujab, Bupati Patahudding Jadi Responden Pertama BPS Luwu

15 Juni 2026 - 18:21 WITA

Kelangkaan Gas 3 Kg di Kecamatan Bua Dikeluhkan Warga, Dinas Terkait Diminta Turun Tangan

1 Juni 2026 - 18:04 WITA

Hangatkan Sinergi Ekonomi Daerah, Bupati Luwu Sambut Kunjungan Bank Indonesia Sulsel

5 Maret 2026 - 12:33 WITA

Trending di Ekonomi