Menu

Mode Gelap
Semarak MTQ XXXIV Sulsel 2026 Resmi Dibuka, Bupati Luwu Tunjukkan Dukungan Penuh untuk Generasi Qur’ani Perkuat Integritas dan Kinerja, DPRD Luwu Ikuti Bimtek Transparansi Tata Kelola Pemerintahan Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal Penyuluhan PTSL Terintegrasi ILASPP di Desa Rumaju, Dorong Kesadaran Masyarakat akan Kepastian Hukum Tanah Penyuluhan PTSL Terintegrasi ILASPP di Salubua, Warga Diimbau Tertib Batas Tanah dan Hindari Sengketa Kantor Pertanahan Kabuapten Luwu Edukasi Warga Setiarejo Terkait PTSL Terintegrasi ILASPP, Perkuat Transparansi dan Kepastian Hukum Pertanahan

Daerah

BUMDes Menjadi Fokus Perhatian STIE AMKOP di Desa Salukanan

badge-check


					BUMDes Menjadi Fokus Perhatian STIE AMKOP di Desa Salukanan Perbesar

ENREKANG,TEROPONGSULSELJAYA.com – Sejak beberapa bulan ini, pemerintah pusat berkali-kali mengeluarkan statement untuk dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari tingkat pusat sampai di pedesaan.

Selama masa Pandemic Covid-19, sektor ekonomi berjalan melambat dari semua leading sektor. Hal inilah menjadikan pemerintah untuk mendorong semua multi-dimensi untuk dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi menjelang bulan pergantian tahun 2020-2021.

Abdul Karim yang merupakan Sekretaris LP3M menyampaikan jika pelaksanaan KKN Tematik STIE AMKOP tahun ini akan memfokuskan dalam pendampingan BUMDes untuk mengembangkan seluruh potensi di Desa Salukanan, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Kamis (20/08/2020).

Salukanan sejak dulu dikenal oleh siapapun yang ada di Sulawesi Selatan dengan Pulu’ Mandotinya. Kita berharap semoga tahun ini, bukan hanya Pulu’ Mandoti yang dikenal tapi ada hal yang juga dikenal, khususnya pada generasi milenial yang sangat aktif dalam berbagai flatform media sosial.

“Semoga dengan keberadaan Mahasiswa KKN STIE AMKOP di Desa Salukanan sedikit memberikan kemanfaatan yang dapat berdampak langsung kepada masyarakat, baik secara ekonomi maupun dalam hal edukasi,” pungkasnya.

Lanjutnya,”Fokus utama kita adalah bagaimana pertumbuhan ekonomi dapat bergerak multi-sektor dari pemanfaatan potensi lokal. Desa saat ini sebagai wilayah pemerintahan administratif yang begitu banyak memiliki ragam potensi, namun karena belum tersentuh secara update dalam pengembangan ragam potensi tersebut.

Hal senada juga disampaikan oleh peserta KKN Tematik STIE AMKOP yakni Yusuf yang juga merupakan salah satu anggota Kelompok Pecinta Alam (KPA) di Kota Makassar menilai bahwa Desa Salukanan sangat eksotis dari segi fanorama alam.

“Keunikan itulah yang harus terkonversikan dalam nilai ekonomi produktif dan sangat sesuai dengan generasi instragramer. Selain itu juga ditunjang oleh produk khas desa yang ada dan sangat unik dan dapat dikatakan adanya hanya di Desa Salukanan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan mereka melaksanakan Kuliah Kerja Nyata akan lebih memaksimalkan potensi yang dapat dikembangkan oleh BUMDes dan tentunya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Desa Salukanan dalam pertambahan Pendapatan Asli Desa (PADes), tutupnya. (Aks)

Reporter: kadimorfati

Baca juga

Penyuluhan PTSL Terintegrasi ILASPP di Desa Rumaju, Dorong Kesadaran Masyarakat akan Kepastian Hukum Tanah

11 April 2026 - 08:42 WITA

Penyuluhan PTSL Terintegrasi ILASPP di Salubua, Warga Diimbau Tertib Batas Tanah dan Hindari Sengketa

11 April 2026 - 08:38 WITA

Kantor Pertanahan Kabuapten Luwu Edukasi Warga Setiarejo Terkait PTSL Terintegrasi ILASPP, Perkuat Transparansi dan Kepastian Hukum Pertanahan

11 April 2026 - 08:35 WITA

Sosialisasi PTSL Terintegrasi ILASPP di Tampumia dan Noling, Wujudkan Kepastian Hukum Pertanahan

11 April 2026 - 08:31 WITA

Sosialisasi PTSL Terintegrasi ILASPP di Desa Tanjong, Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Tegaskan Layanan Nol Rupiah dan Kepastian Hukum

11 April 2026 - 08:27 WITA

Trending di Daerah